MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 18


__ADS_3

Kini lia istirahat di dalam kamr sedangkan davin sedang sibuk di ruang kerjanya bersama dengan rimos lee.


"Bos apa besok kita harus datang ke perusahaan pak montara itu."tanya rimos.


"Apa meeting nya adalah besok"jawab davin.


"Iya bos besok adalah jadwal meeting kita bersama pak montara, apa bos lupa"ucap rimos.


"huuuuh, entahlah akhir-akhir ini aku sangat sibuk jadi aku lupa"ucap davin sambil memijat kening nya.


"Begini saja kalau bos memang tidak bisa datang besok biar aku yang gantikan, aku lihat juga kalau bos seperti nya kelelahan"ucap rimos.


"Lihat saja besok, jika aku tidak bisa datang aku akan mengabarimu"ucap davin dan memberikan berkas-berkas yang sudah di tanda tangani oleh nya.


"Baik bos"ucap rimos dan mengambil berkas-berkas itu.


"Baiklah kalau begitu saya permisi balik lagi ke kantor"ucap rimos.


"Hem"jawab davin dan rimos langsung keluar dari ruang kerja davin.


Setelah beberapa lama davin berada di ruang kerja, ia keluar dan menuju ke kamar nya.


Ceklek...


Davin membuka pintu kamar nya dan di lihat nya lia yang masih tidur tapi lia tidur di sofa tidak di kasur.


"Kenapa dia tidur di sofa"batin davin dan mengernyitkan dahi nya dan menuju ke kamar mandi.


Tapi davin tidak memperdulikan nya karna davin juga tidak mau mengganggu istirahat lia.


Setelah 20 menit berlalu davin keluar dari kamar mandi namun saat mata nya tertuju pada lia yang di lihat nya tadi tidur di sofa sekarang malah tidak ada.


"Kemana dia, bukankah tadi dia tidur di sofa"gumam davin dan mata nya yang mencari-cari keberadaan lia tapi tidak ada di setiap sudut kamar nya bahkan jika lia ada di balkon tidak mungkin karna pintu nya terkunci.


"Aah, biarkan saja untuk apa aku sebegitu peduli nya pada wanita itu bahkan sekarang dia sudah turun dari demam nya"ucap davin dan menggaruk kepala nya yang basah.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Di tempat lain yaitu di perusahaan davin, rimos tengah sibuk berbicara di telepon dan yang menelpon nya tidak lain adalah lisa.


"๐Ÿ“žOppa, lisa boleh tanya sesuatu"ucap lisa.


"๐Ÿ“žHem mau tanya apa"ucap rimos.


"๐Ÿ“žApa oppa kapan kerumah kak davin"tanya lisa.


"๐Ÿ“žAku baru saja sampai di kantor karna tadi aku ke rumah bos davin, kenapa"ucap rimos.


"๐Ÿ“žAahh, tidak aku hanya ingin tau saja hehehe"ucap lisa cengengesan di seberang telepon.

__ADS_1


"๐Ÿ“žHem, baiklah kalau begitu aku tutup telepon nya dan jaga dirimu baik-baik"ucap rimos dan memberi pesan kepada lisa.


"๐Ÿ“žHah, jangan dong kan masa langsung mau di tutup aja telepon lisa.


Apa oppa lee nggak merindukan lisa"ucap lisa.


"๐Ÿ“žUntuk apa aku merindukan mu seperti tidak ada kerjaan saja"ucap rimos dengan tersenyum jahil.


"๐Ÿ“žHiih, ya sudah kalau begitu lisa tutu telpon BAY...!"ucap lisa kesal dan langsung memutuskan telpon nya secara sepihak.


Lisa yang memutuskan telpon nya karna marah tidak memuat rimos merasa jengkel dengan sikap lisa tapi rimos malah senyum-senyum sendiri setelah lisa memutuskan telpon mereka.


"Hahh, lalisa joon kyu"ucap rimos tersenyum manis sambil memainkan handphone nya.


Rimos yang merasa senang karna telah berhasil membuat lisa kesal berinisiatip untuk menelpon balik lisa.


Tut...tut...tut...


Lisa tidak menjawab panggilan dari rimos dan berkali-kali rimos menelepon lisa akhirnya di jawab juga oleh nya.


"๐Ÿ“žApa..."teriak lisa di seberang telepon.


"๐Ÿ“žApa kamu marah pada ku"tanya rimos dan masih tersenyum.


"๐Ÿ“žDi pikir aja sendiri gak usah nanya"ucap lisa yang masih dengan suara yang kesal.


"๐Ÿ“žDan apa aku juga harus menjawab apa kah aku merindukan mu atau tidak"ucap rimos.


Rimos hanya berdengus kasar mendengar jawaban dari lisa.


"๐Ÿ“žKenapa, apa kau tidak mau menjawab nya atau kau mungkin memang tidak merindukan ku"


"๐Ÿ“žYah tapi jika di pikir-pikir bagaimana kau bisa merindukan ku jika kau saja tidak menyukai ku bukan"lisa terus saja mengoceh bahkan rimos juga di buat nya mengernyitkan dahi nya karna mendengar lisa yang menyebut nya dengan kau bukan panggilan yang biasa dia gunakan kepada rimos.


"๐Ÿ“žApa kamu benar-benar marah"tanya rimos dengan nada yang serius.


"๐Ÿ“žTidak aku tidak marah, lagi pula aku tidak berhak untuk marah dan juga kesal padamu"ucap lisa.


"๐Ÿ“žBaiklah..." rimos yang belum selesai dengan kata-kata nya karna di potong oleh lisa.


"๐Ÿ“žBaiklah kalau begitu aku tutup telpon nya"ucap lisa.


"๐Ÿ“žAku merindukan mu lalisa joon kyu"ucap rimos.


Sesaat mereka hening tidak ada yang berbicara di telepon itu, apa lagi lisa yang terdiam saat memdengar ucapan rimos lee.


"๐Ÿ“žLisa, kenapa diam"ucap rimos dan memecahkan keheningan di telepon itu.


"๐Ÿ“žIya, e-ee tidak apa-apa"ucap lisa.

__ADS_1


"๐Ÿ“žApa kau masih marah dengan ku"tanya rimos.


"๐Ÿ“žTidak dan lisa juga udah bilang kan"ucap lisa lembut.


"๐Ÿ“žBaiklah, kalau begitu kau cepat lah selesai kan studi mu di sana dan cepat kembali ke sini."ucap rimos.


"๐Ÿ“žYa udah lisa tutup telepon nya"ucap lisa.


"๐Ÿ“žHem"ucap rimos dan mematikan panggilan nya.


Rimos yang tak mengerti dengan perasaan nya sendiri karna dia merasa sangat gugup dan jantung nya bahkan berdegub kencang ketika berbicara pada lisa padahal rimos tidak merasakan hal ini sebelum nya.


*****


Di rumah kediaman davin lia beru selesai melaksanankan sholat dzuhur dan davin yang masuk ke kamar langsung merebahkan badan nya ke kasur.


"Tuan apa tuan baik-baik saja"tanya lia.


"Kemari"titah davin dan lja langsung mendekat ke arah davin.


"Ada apa tuan, apa tuan butuh sesuatu"ucap lia gugup.


"Hem, cepat kau pijat kepala ku"titah davin.


Tanpa bertanya-tanya lagi lia langsung memijat kepala davin.


"Aneh sekali, kemarin-kemarin di sangat menakutkan tapi sekarang kenapa dia jadi berubah bahkan dari tadi dia tidak membentak ku apa lagi marah padaku malah pria ini merawat ku tadi saat aku mengalami demam."batin lia bertanya-tanya.


"Apa tuan sedang banyak pikiran"tanya lia.


"Jangan banyak tanya, kepala ku sedang sakit"jawab davin.


"Heeh, kapan aku banyak bertanya bahkan aku baru saja bertanya"gumam lia dan masih bisa di dengar oleh davin.


"Dengar kau jangan banyak bicara, hari ini aku sedang tidak ingin marah"ucap davin.


Setelah beberapa lama lia memijat kepala davin tanpa lia sadari davin tertidur.


Lia yang melihat davin tertidur sempat mengagumi ketampanan davin.


"Tuan sebenarnya kau adalah orang yang baik aku bisa melihat dari mata mu itu tapi aku juga tidak tahu kenapa tuan sangat kejam bahkan saat pertama kita bertemu kau telah berbuat kasar padaku."batin lia dan mata nya yang sudah berkaca-kaca.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Udah dulu ya nanti aku sambung lagi ceritanya dan semoga kalian semua yang sudah mampir menyukai cerita yang aku buat.


Jangan lupa like, komen, dan vote


Dan hadiahnya ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ

__ADS_1


..............TERIMA KASIH............


__ADS_2