
Lia sedari tadi hanya diam tidak ada kata yang kelur dari mulut nya untuk menjawab atau pun membalasi perkataan davin.
Lia berjalan melewati davin dengan jantung nya yang berdetak cepat, sedangkan davin hanya memandangi lia dan tersenyum-senyum jahil.
"Oh good, sangat lucu dan menggemaskan"ucap davin yang masih memandangi lia dari belakang.
Deerr...
Lia menutup pintu kamar mandi sedikit di banting dan membuat davin terkejut beruntung nya dan memegangi lilitan handuk di pinggang nya jika tidak....
"Aaakhh, Sangat menyebalkan kenapa mas davin bisa masuk begitu saja ke kamr mandi dan bodoh nya aku tidak mengunci pintu nya"gerutu lia sambil menjitak-jitak kepala nya sendiri.
"Hahh, sudah lah sebaik nya aku berganti pakaian hari ini aku harus ke tempat tante erna sudah lama sekali tidak bertemu dengan nya bahkan terakhir kali aku bicara pada nya aku lupa"ucap lia dan mengambil pakaian nya lalu masuk ke ruang ganti.
Setelah lia setelah lia berganti pakaian dan keluar dari ruang ganti, lia pergi keluar kamar dan turun untuk ke dapur sedangkan davin sampai sekarang belum keluar dari kamar mandi.
Tap...Tap...Tap...
Suara kaki lia yang menuruni tangga membuat para pelayan di rumah langsung sibuk mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
"Bibi aminah di mana"tanya lia pada salah satu pelayan wanita yang sedang membersihkan meja.
"Dia ada di dapur nona, sedang memasak"jawab pelayan wanita itu.
"Makasih"ucap lia dengan ramah sembari melempar senyuman dan di angguki oleh pelayan wanita itu.
"Bi aminah masak apa"tanya lia yang sudah berada di dapur dan melihat aminah.
"Ini lagi masak rendang non"jawab aminah.
__ADS_1
"Rendang, tumben banget bibi masak rendang emang hari ini hari yang spesial ya"tanya lia.
"Iya non hari ini kan hari ulang tahun nya tuan davin dan setiap tahun tuan davin ingin makan rendang di hari ulang tahun nya."jawab aminah yang tampak bersemangat memasak dan mencampurkan semua bumbu dan bahan-bahan lain nya.
"Jadi hari ini mas davin ulang tahun, tapi kenapa dia nggak ngasih tahu aku sih"gumam lia.
"Eem, biar lia aja yang lanjutin ya"pinta lia.
"Tapi non____"aminah hendak menolak tapi lia mengedip-ngedipkan mata nya tanda dia memohon pada aminah dan aminah tidak bisa menolak nya.
"Hehehh, terima kasih bibi ku sayang"ucap lia dengan senyum bahagia.
Aminah yang mendengar lia memanggil nya dengan sayang terharu dan terasa sangat hangat.
"Oo iya bi lia minta tolong bibi nanti rendang nya jangan di hidang kan dulu waktu sarapan nanti"ucap lia yang tiba-tiba mendapat ide.
"Kenapa non nanti kalau tuan davin tanya soal rendang nya gimana"tanya aminah dan langsung di toleh oleh lia.
"Ya terkadang juga gitu non karna rendang itu selalu ada di hari ulang tahun tuan davin apa lagi seperti nya tuan davin mengingat hari ini adalah hari ulang tahun nya."jawab aminah.
"Lia jadi bingung, mas davin itu kan blasteran korea tapi kok suka rendang? Gimana cerita nya"tanya lia penasaran.
"Itu awal nya juga karna nggak sengaja non, waktu itu sekitar 5 tahun yang lalu kalau nggak salah tuan davin sempat menghadiri acara pernikahan dari salah satu teman nya dan saat sudah waktu nya makan-makan tuan davin sebenar nya tidak mau ikut makan-makan di tempat pernikahan teman nya itu"ucap aminah.
"Tapi di paksa makan bahkan tuan davin sudah berkali-kali menolak tapi dengan tanpa sengaja tuan davin yang membuka mulut nya langsung di sodori makanan rendang ke dalam mulut nya hingga akhir nya tuan davin merasakan rasa dari rendang itu dan akhir nya dari sana tuan davin ingin makan rendang setiap hari tapi karna lisa melarang jadi hanya setiap tahun"ucap aminah yang menjelaskan panjang lebar.
"Emang teman dari tuan davin itu orang indonesia"tanya lia.
"Sebenar nya dia asli orang korea tapi pengantin wanita nya orang indonesia"jawab aminah.
__ADS_1
"Bibi tahu dari mana cerita itu"lia kembali bertanya karna rasa penasaran nya.
"Ooh itu hehehh bibi tahu dari tuan rimos lee karna saat itu tuan rimos juga ikut bersama tuan davin dan melihat kejadian itu secara langsung jadi sampai di rumah tuan rimos menceritakan itu pada non lisa dan bibi juga mendengar cerita itu dari dapur"ucap aminah cengengesan.
"Ternyata bibi nguping"ucap lia dengan tertawa renyah.
"Bisa di bilang begitu non"ucap aminah malu-malu.
lia yang mendengar ucapan aminah menggeleng-geleng kepala dengan senyum manis di wajah nya dan sambil mengangkat wajan yang berisi rendang dan memindahkan nya ke dalam mangkuk besar.
"Sudah non"tanya aminah.
"Iya bi ini rendang nya bibi simpan dulu kalau nanti memang di tanya sama mas davin biar lia yang atasin ya"ucap lia dan menuju ke meja makan karna davin sudah duduk di sana.
"Mas davin"panggil lia.
"Hem"jawab davin dengan wajah cemberut.
"Kenapa cemberut"tanya lia yang mengernitkan kening nya.
"Tidak papa"jawab davin singkat.
"Mas davin kenapa apa lia melakukan kesalahan atau ada hal lain yang membuat mas cemberut seperti itu seperti ikan badut"tanya lia.
"Ikan badut"ucap davin kesal tapi lia hanya menggubris nya dengan senyuman jahil.
"Ck, apa dia tidak tahu kalau aku seperti ini karna diri nya, menyebalkan sekali kenapa dia sangat tidak peka"gumam davin yang berdecak kesal.
"Maka nya mas davin ngomong lia mana tahu mas davin cemberut pake ngatain lia nggak peka"ucap lia karna mendengar ucapan davin.
__ADS_1
"Sudah lah aku akan pergi ke kantor dan kau jangan lupa langsung pulang jika sudah bertemu dengan tante mu itu"titah davin dan beranjak dari duduk nya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁