MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 48


__ADS_3

"Aku mandi dulu"ucap davin setelah sudah berada di kamar bersama dengan lia.


"Hmm, iya"ucap lia.


Davin mengambil handuk nya dan masuk ke kamar mandi sedangkan lia menyiapkan pakaian untuk davin dan menggantungkan tas kerja davin.


Setelah 20 menit berlalu davin keluar dari kamar mandi dengan menggunakan lilitan handuk sedangkan lia yang duduk di sofa tampak acuh dan fokus di layar handphone nya.


Lia melirik davin yang kini berjalan mendekati nya dan langsung beranjak dari duduk nya di sofa dan beralih mengambil pakaian davin di atas ranjang yang sudah ia siap kan.


"Ini pakaian nya mas"ucap lia sambil tersenyum, davin yang gagal untuk memdekati lia berubah menjadi cemberut dan dengan kasar mengambil pakaian itu.


"Makasih"ucap davin dengan malas.


"Sama-sama"ucap lia tapi terkesan meledek.


Davin masuk ke ruang ganti dan menutup pintu dengan sedikit membanting tapi tidak membuat lia terkejut malah membuat nya tertawa terbahak.


***


Di ruang tengah rimos yang tengah duduk di sofa merasa bosan karna sejak ia kembali dari kamar mandi davin tidak kembali untuk menemui nya.


"Hufh, sebaik nya aku pulang saja"ucap rimos karna selain bosan ia juga merasa mengantuk.


"Tuan rimos ini mau bibi buatkan makanan apa"tanya aminah yang tiba-tiba sudah berada di depan rimos.


"Hehehh, makanan apa saja bi"jawab rimos dengan senyuman nya.


"Ya sudah tuan rimos tunggu sebentar bibi akan buatkan makanan nya"ucap aminah dan kembali ke dapur untuk membuatkan makanan untuk rimos meskipun aminah sudah masak untuk makan malam nanti tapi dia perlu masak masakan khusus untuk rimos.

__ADS_1


Di kamar davin sudah selesai berganti pakaian dan langsung menghampiri lia.


"Sekarang ayo ceritakan apa kau sudah bertemu dengan tante mu itu"tanya davin yang sudah duduk di sebelah lia.


"Tidak aku tidak bertemu dengan nya mas"jawab lia dengan sedih.


"Kenapa, apa kau tidak ke rumah nya"tanya davin penasaran.


"Sebenar nya..."jawab lia dan menceritakan semua nya.


Flashback off


Lia yang sudah sampai di rumah tante nya yang nampak sepi tanpa penghuni, lia terus saja memanggil-manggil tante nya namun tidak ada sahutan.


Tok...tok...tok...


"Tante...tan...tante erna"panggil lia.


"Taantee...tante erna"lia terus saja memanggil-manggil tante nya tapi tetap tidak ada sahutan.


"Kenapa ngga ada jawaban ya"gumam lia.


Lia yang telah lelah terus saja memanggil-manggil dan mengetok-ngetok pintu rumah erna dan tidak ada jawaban, mengeluarkan handphone dan berinisiatip untuk menelpon erna dan hasil nya sama saja.


"Di rumah ngga ada orang di telpon juga ngga aktif"ucap lia bingung.


"Tante erna kemana ya"tanya lia pada diri nya sendiri.


Setelah lama lia berdiri di depan pintu sambil dan mondar-mandir, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu yang memanggil nama nya.

__ADS_1


"Lia"panggil ibu itu.


"Iya"jawab lia yang menoleh ke arah ibu itu.


"Kamu kabar nya bagaimana sehat"tanya ibu itu dengan ramah.


"Alhamdulillah sehat bu, ibu sendiri kabar nya bagaimana"jawab lia dan berbalik bertanya hal yang sama.


"Oo iya bu ini lia dari tadi manggil-manggil tante erna tapi kok ngga ada jawaban seperti kosong tante erna kemana"tanya lia.


"Loh emang nya kamu ngga tahu lia tante kamu kan udah pindah ke luar kota setelah dia menikah"jawab ibu itu.


"Nikah"ucap lia dengan heran.


"Iya nikah, kamu ngga tahu tante mu nikah"ucap ibu itu.


"Makasih ya bu info nya"ucap lia yang ingin mengakhiri pembicaraan itu.


Flashback on...


"Jadi gitu cerita nya mas, tante erna udah nikah dan dia sama sekali ngga ngabarin atau pun undang aku ke pernikahan nya"ucap lia yang sudah menangis davin yang melihat lia menangis langsung membawa nya ke dalam pelukan nya dan menenangkan nya.


"Sudah kau tidak perlu menagisi nya dan mulai sekarang jangan pernah kau memikirkan orang yang sama sekali tidak perduli pada mu"ucap davin yang tampak menahan kata-kata nya karna kesal.


"Tapi mas dia tante ku dia satu-satu nya keluarga"lirih lia dan mengeratkan pelukan nya.


"Jangan membantah ku, aku tidak mau melihat mu menangisi wanita seperti nya dia tidak peduli pada mu"ucap davin yang mengusap-usap punggung lia.


Lia hanya diam tidak menggubris perkataan davin dan setelah davin melihat wajah lia ternyata lia tertidur dengan pipi nya yang basah karna air mata nya.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2