
"Dada mu sesak tapi kenapa kau menangis..., apaa..."ketika davin belum selesai berbicara lia langsung memeluk nya dengan erat tapi menangis dalam diam.
Davin yang di peluk tiba-tiba oleh lia terkejut apa lagi davin hanya memakai handuk saja.
"Hei, kk-kau ini kenapa"ucap davin terbata-bata dan tangan nya yang ingin memenangkan lia merasa sangat tidak nyaman tapi lia masih menangis dalam diam.
"Kenapa dengan nya, apa yang terjadi, aakh sial kenapa aku merasa panas dingin seperti ini"gerutu davin dalam hati.
Lia yang baru menyadari ada yang aneh dengan davin yang begitu dingin dan terasa...
"Aaaaakkkhhh...."teriak lia dengan histeris saat melepaskan pelukan nya dan melihat d4d4 bidang davin yang begitu putih.
"**-tuan ke-kenapa kau tidak memakai baju mu, cepat kau pakai baju mu apa kau tidak malu aku adalah seorang wanita bukan pria."ketus lia dan menutup mata nya dengan kedua tangan nya.
"Apaa, hei kau"davin yang hendak marah pada lia berusaha di tahan nya dan langsung pergi meninggalkan lia mengambil pakaian nya dan masuk ke ruang ganti dengan membanting pintu dengan kasar.
Lia yang terlonjak kaget mendengar davin membanting pintu perlahan membuka tutupan mata nya.
"Hufh, kenapa aku bersikap berlebihan sekali, oh tidak lia kau sudah membuat kesalahan...itu salah ku karna aku..."gerutu lia dan memukul-mukul kepala nya karna mengakui kebodohan yang telah dia perbuat.
Lia bangkit dari lantai dan meletakkan bantal nya di atas ranjang.
Setelah beberapa menit davin keluar dari ruang ganti dan dengan wajah nya yang datar dan dingin, tapi lia sudah keluar dari kamar nya dan berniat untuk menyiapkan sarapan untuk davin.
Kini davin sudah berada di meja makan dan lia yang masih sibuk menyiapkan makanan untuk davin membuat davin menatap tajam lia tapi lia tidak menyadari hal itu.
"Hentikan"ucap davin menghentikan aktivitas lia dengan menahan tangan lia.
"Kenapa"tanya lia mengerutkan dahinya, tapi lia yang melihat davin menatap nya dengan tajam langsung menunduk dan menjauh sedikit dari davin.
"Apa kau tidak pernah merawat penampilan mu itu, kau seperti orang yang sangat sibuk sampai kau sepertinya tidak sempat untuk mandi"ucap davin dengan cetus.
Lia langsung melihat-lihat dan meraba tangan nya karna davin mengucapkan hal itu.
"Tidak begitu buruk bahkan kulitku juga putih, wajahku juga tidak terlalu burik bahkan bersih dan putih tanpa ada nya jerawat."batin lia dan memeriksa tangan dan memegang wajah nya.
Davin hanya menggeleng-geleng kan kepala nya karna lia seperti anak kecil.
"Kau cepat mandi sekarang, aku akan menunggu mu"titah davin sambil memutar-mutar gelas.
"Baik tuan"lia hanya menurut walau pun dia ingin bertanya bukan nya di jawab malah akan di bentak pikir nya.
Lia langsung menaiki anak tangga sedangkan davin melanjutkan makanan nya dengan bibi aminah yang mengganti lia menyiapkan nya.
****
Setelah beberapa menit lia turun dan menghampiri davin yang sudah menunggu nya di sofa.
"Sudah siap"ucap davin dan beranjak dari sofa, lia hanya menggukkan kepalanya dan mengikuti davin dari belakang.
Saat ini davin dan lia sudah berada di dalam mobil mewah milik davin, dan hanya ada keheningan di dalam mobil itu karna davin terus saja fokus ke depan sedangkan lia melihat-lihat keluar jendela.
__ADS_1
Dreeettt....dreettt...
Suara telepon davin memecahkan keheningan di antara mereka.
" πHalo.."ucap davin
"πHalo bos apa kau akan datang untuk meeting ke perusahaan pak montara"ucap rimos di seberang telpon.
"πIya aku akan datang bersama lia"ucap davin.
"πJam berapa meeting nya di mulai"tanya davin yang masih fokus mengemudi.
"πJam 09.30 tuan"jawab rimos.
Dan davin yang sudah mendengar jawaban dari rimos memutuskan sambungan nya secara sepihak
Lia yang mendengar pembicaraan davin dan di rimos di telpon ternganga dengan ucapan davin.
"Tuan, apa kau ingin mengajak ku untuk meeting dengan klien mu"tanya lia penasaran.
"Siapa bilang"jawab davin datar.
"Tadi tuan bilang kepada tuan rimos kalau tuan akan datang ke.."
"Tidak untuk apa aku mengajak mu untuk meeting dengan klien ku, kau tunggu saja nanti di mobil"belum selesai lia bicara sudah di potong oleh davin.
"Apa?"
"Huueeeh, tidak"ucap lia.
"Ya sudah jika tidak mau menunggu ku di mobil kau bisa menunggu di depan kantor klien ku itu"ketus davin dan lia hanya tenang menanggapi perkataan davin.
Jam 09.25 menit davin dan lia sampai di perusahaan montara charles cark.
"Baiklah aku akan masuk jika kau memang tidak mau menunggu ku di dalam mobil kau bisa menunggu di sana"ucap davin sambil menunjuk tempat untuk lia menunggu nya.
"Dan ingat jangan ke mana-mana sebelum aku selesai meeting dan keluar kantor, jangan sampai aku melihat mu tidak ada saat aku sudah selesai nanti nya"ucap davin dengan nada datar nya namun penuh makna tersendiri untuk lia.
"Hmm"jawab lia.
Davin dan lia keluar dari mobil bersamaan dengan itu rimos juga baru sampai dan membuat davin menatap tajam rimos yang baru keluar dari mobil.
"Kenapa kau baru sampai"tanya davin dengan wajah datar nya.
"Maaf bos tadi kejebak macet, biasa hehehe"jawab rimos nyengir dan menunjukkan gigi putih nya.
"Hhaah, sudah ayo cepat aku tidak ingin lama-lama di sini"ucap davin.
"Dan kau jangan pergi ke mana-mana sebelum aku kembali"davin tak pernah lupa memperingati lia sampai lia merasa telinga nya menjadi panas.
"Ck, Iya"jawab lia singkat dan berdecak kesal.
__ADS_1
Kini lia sedang menunggu davin seperti yang davin katakan pada lia, tapi sekarang lia sedang menunggu di di bawah pohon rindang dan duduk di sana untung saja ada kursi kalau tidak lia akan terus berdiri. Kepanasan.
"Kenapa lama sekali"gumam lia yang sudah nampak lelah menunggu davin, karna lia merasa sangat haus lia memutuskan untuk membeli minum dan tanpa menghiraukan perkataan davin sebelum nya.
Karna lia terlanjur melihat ada yang berjualan es krim, lia mengurungkan niat nya untuk membeli minum dan menghampiri penjual es krim itu.
"Eem, pak es krim rasa vanilla nya tiga ya"ucap lia pada penjual es krim.
"Iya, siap mbak tunggu sebentar"ucap penjual es krim dan mengambil kan es krim nya.
"Nah, ini es krim rasa vanilla tiga kan ya"ucap penjual es krim dan memberikan ea krim itu.
Tanpa lia sadari bahwa dia tidak punya uang dan lebih tepat nya tidak memegang uang sepersen pun, lia langsung membuka bungkusan es krim itu dan memakan nya.
"Mbak, uang nya"ucap penjual ea krim itu.
Lia sontak membolalakkan bola mata nya karna baru sadar dia tidak ada uang.
"Aduh, gimana nih"gumam lia bingung.
"Mbak mana uang nya"ucap penjual es krim itu.
"Eem ,gimana ya pak saya lupa bawa uang"ucap lia dengan rasa yang sydah malu tentu nya.
"Mbak kalau mau bohongin saya nggak lucu, karna dari penampilan mbak kayak nya orang kaya, udah cepetan bayar semua nya jadi sembilan ribu"ucap penjual ea krim itu yang sudah kesal.
"Tapi saya bener-bener lula bawa uang nya "ucap lia.
Namun tiba-tiba suara baritton yang tak asing bagi lia merangkul lia dari samping.
"Ini uang nya dan ambil saja kembalian nya"ucap davin yang memberikan uang seratus lembar kepada penjual es krim.
"Terima kasih pak"ucap penjual es krim dengan nada bergetar karna davin menatap nya dengan tajam.
Lia yang hanya terdiam dan juga merasa malu karna davin yang merangkul nya dengan lembut.
"Kenapa hanya diam, ayo cepat masuk dan kita pulang"ucap davin dan menggandeng tangan lia, lia hanya menurut dan juga dengan perasaan yang senang.
"Kenapa kau tidak mendengar perkataan ku hah, apa kau sengaja ingin mempermalukan ku kepada penjual ea krim itu."ucap davin dingin.
Deg...
Jantung lia terasa berhenti mendengar davin yang berkata dingin pada nya padahal baru saja di merasa senang.
"Tidak tuan saya tadi hanya ingin membeli minum tapi karna saya melihat ada yang menjual es krim saya membeli es krim itu tapi saya baru sadar kalau saya tidak memegang uang"jelas lia karna tidak mau davin berprasangka buruk pada nya.
"Tapi bukan kah waktu itu aku sudah memberi mu uang, aku yakin kau tidak terlalu menggunakan uang itu bukan, kenapa kau tidak memakai dan membawa uang itu."davin menanyakan banyak hal pada lia dengan sekali tarikan napas saja membuat lia merinding harus menjawab apa pasalnya uang itu sudah lia gunakan untuk membeli keperluan usaha ketring nya.
"Ss-saya lupa membawa nya tuan, maaf kan saya , saya tidak pernah ada niat untuk sengaja mempermalukan tuan apa lagi tua adalah suami saya."ucap lia dengan wajah tertunduk tapi berusaha untuk tetap tenang.
ππππππππππππππππ
__ADS_1
Okeh, lanjut lagi besok ya dan maaf kalau cerita nya gak nyambungππππ.