MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 51


__ADS_3

Jeedooooorr......


Rimos membanting pintu dengan wajah memerah dan tersulut emosi.


(Kenapa toh, oppa lee kok banting pintu🀣🀣).


"Aku tidak akan pernah memaafkan nya,


Tidak akan pernah..."cetus rimos dengan mengepal kedua tangan nya dan membasahi wajah nya.


***


Di ruang kerja davin masih sibuk dengan layar laptop nya dan beberapa berkas di atas meja nya.


Karna menurut davin rimos saat ini sedang merasa tidak baik jadi rimos memutuskan untuk melakukan perkerjaan kantor sendiri dan membiarkan sang asisten untuk menenangkan diri nya.


Namun beberapa saat rimos kembali ke ruangan kerja davin.


"Bos"panggil rimos.


"Iya"jawab davin yang masih menatap fokus ke layar nya namun rimos membuang nafas kasar mendengar jawaban davin.


"Jika kau sedang merasa tidak enak sebaik nya kau istirahat saja lagi pula pekerjaan ini sebentar lagi selesai."ucap davin.


"Tidak perlu bos aku akan melakukan pekerjaan"ucap rimos.


"Hah, selesai"ucap davin dan rimos hanya terdiam.


"Ayo istirahat, kau pergi lah ke kamar mu"ajak davin sambil merangkul bahu rimos.


Davin dan rimos keluar dari ruang kerja davin, rimos pergi ke kamar begitu juga dengan davin.


***

__ADS_1


Ke esokan hari nya semua orang di rumah davin sudah berada di meja makan dengan penuh keheningan tidak ada yang mengeluarkan satu kata pun,


Davin, lia maupun rimos lee hanya fokus pada makanan mereka saja hingga keheningan pun pecah dengan suara deringan telepon davin.


"πŸ“žHalo"ucap davin.


"πŸ“žHalo davin"ucap suara seorang perempuan di seberang telpon.


"Rim, kau lanjutkan makanan mu kau juga sayang"ucap davin dan mencium kening istri nya lalu pergi.


Karna davin mengenali suara perempuan itu dia memutuskan untuk menjauh dari meja makan itu.


"Mas davin kenapa, apa itu dari klien nya"gumam lia.


"Ee tuan rimos apa kau akan ikut dengan ku dan juga mas davin hari "tanya lia.


"Kemana"jawab rimos.


"Jemput lisa hari ini kan dia pulang"ucap lia.


"Tidak masalah nanti aku akan meminta mas davin untuk mengizinkan kan mu ikut"ucap lia.


***


"πŸ“žApa yang kau ingin kan bukankah aku sudah meminta mu untuk tidak menemui ku dan bicara pada ku"ucap davin yang berada di ruang tengah.


"πŸ“žTapi kamu tidak mengatakan aku tidak boleh menelpon mu bukan, jadi tidak masalah aku menelpon mu"ucap perempuan itu.


"πŸ“žDengar legisya aku sudah katakan pada mu jangan mengganggu ku"ucap davin kesal dan mengepalkan jari-jari tangan nya.


"πŸ“žBaik, aku tidak akan mengganggu mu asal kamu tidak menghindari ku hanya itu yang aku inginkan"ucap legisya dengan santai.


"πŸ“žCk, kau wanita tidak tahu malu"decak davin.

__ADS_1


"πŸ“žAku tidak peduli davin aku hanya ingin kau selalu ada untuk ku, bukan kah aku sudah mengatakan pada mu alasan kenapa aku meninggalkan mu saat itu"ucap legisya.


"πŸ“žDan jujur saja aku dari dulu dan sekarang, aku masih...."ucap legisya tapi tidak di lanjutkan nya


"Mas Davin"panggil lia.


karna tiba-tiba lia datang memanggil davin hingga membuat davin kaget dan langsung mematikan sambungan telpon nya.


"Sayang, kau sejak kapan berdiri di sana"tanya davin sedikit gugup dan berharap lia tidak mendengar pembicaraan nya di telpon tadi.


"Baru saja, tapi kenapa mas davin seperti gugup"jaab lia dan balik bertanya pada davin.


"Aah, tidak aku tidak gugup"elak davin dan memeluk lia.


"Katakan ada apa kenapa kamu kesini dan meninggalkan rimos sendiri"tanya davin sambil mengelus-ngelus rambut lia.


"Aku sudah selesai makan begitu juga tuan rimos tapi tuan rimos langsung pergi ke kamar kata nya dia akan siap-siap ke kantor."jawab lia.


"Lia aku ke kamar rimos dulu, ada yang ingin aku bicarakan pada nya"ucap davin dan melonggarkan pelukan nya.


"Hmm, dan mas davin alangkah baik nya kalau tuan rimos ikut pada kita menjemput lisa"ucap lia.


"Tentu"ucap davin dan tak lupa meninggalkan sebuah kecupan singkat di bibir lia.


Saat davin sudah pergi dari hadapan lia tiba-tiba kepala lia kembali sakit segeralah lia langsung pergi ke kamar untuk mengambil obat nya.


"Hufh, untung saja ingatan ku masih normal jika tidak maka aku akan benar-benar kesulitan menghadapi situasi ini apa lagi tuan davin sekarang akan sering di rumah"gumam lia merasa sedikit gelisah.


"Jika seperti ini terus menerus lalu bagaimana usaha ketring aku baru saja memulai nya tapi sudah terhenti karna hal ini"lirih lia dan kembali menyimpan obat nya.


Karna merasa sudah sedikit membaik,


Lia keluar kamar dan menuruni anak tangga dan duduk di ruang tengah sedangkan davin masih berada di kamr rimos, lia sendiri apa yang suami nya lakukan di kamar rimos.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2