
"Dan aku juga sudah memikirkan juga jika aku tidak akan lagi kembali ke sini lagi karna aku ingin fokus disana"ucap rimos lagi.
"Aku pamit pulang dulu,besok aku akan kesini lagi untuk berpamitan dengan bos davin dan nona lia"lanjut rimos.
Saat rimos hendak pergi lisa memeluk rimos dari belakang dan menangis sesunggukan. Rimos yang dipeluk tentu saja terkejut apa lagi lisa yang juga menangis.
"Hei, kenapa menangis?"tanya rimos yang sudah berhadapan dengan lisa.
Lisa tidak menjawab hanya saja sekarang dirinya sudah memeluk rimos dengan erat.
"Kamu tidak boleh,jangan pergi"ucap lisa yang masih menangis dipelukan rimos.
"Apa kembali ke korea itu hanya alasan mu saja untuk menghindari ku, untuk tidak bertemu dengan ku lagi?"tanya lisa menatap rimos dengan sayu setelah melepaskan pelukan nya.
"Haahh, bukan"
"Aku memang harus kembali ke korea dan itu bukan karena aku ingin menghindar darimu, bukan untuk alasan agar kita tidak bertemu tapi karna__"ucap rimos dengan nada berat namun belum selesai ia menjelaskan lisa sudah memotong nya.
"Apa? Karna apa? "tanya lisa yang kembali berhamburan memeluk rimos.
Rimos sesungguhnya benar-benar bingung dengan sikap dan tindakan lisa secara kemarin-kemarin lisa sangat datar dan dingin padanya bahkan bicara dengan nya saja lisa seperti malas menghadapi dirinya, tapi sekarang lisa justru bersikap sebaliknya.
****
__ADS_1
Dikamar davin dan lia yang tengah berbaring di ranjang saling menatap dan tersenyum satu sama lain.
"Sayang..jika dipikir-pikir kita belum honey moon bukan? "tanya davin sambil menatap wajah istrinya.
"Hmm"jawab lia dengan mengganggukan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau kita honey moon minggu depan"ajak davin dengan semangat yang juga sudah duduk dan diikuti oleh lia.
"Aku mau tapi,apa bisa bulan madu nya jangan ditempat yang jauh apa lagi harus keluar negeri"pinta lia.
Davin mengerutkan keningnya mendengar itu.
"Maksudmu? "tanya davin.
"Maksudku jika kita bulan madu nya dirumah saja bagaimana karna kita kan baru pulang terlebih lagi aku ingin terus di sini,aku juga ingin mencari tahu keberadaan tante ku mas"jelas lia yang terlihat sedih kala mengingat tantenya.
Sementara itu..
lisa dan rimos masih berada di taman belakang dengan rimos yang berusaha menenangkan lisa dan tak mau melepaskan pelukan nya.
"Tolong jangan pergi, jika kamu pergi aku juga akan pergi bersama mu"rengek lisa.
"Tidak bisa lisa,kamu harus menyelesaikan kuliah mu apa lagi kamu sebentar lagi akan menghadapi sidang skripsi "ucap rimos dengan hati-hati.
__ADS_1
"Ya sudah biarkan saja, aku tidak perlu mengikuti sidang itu lagi pula itu sudah tidak penting"jawab lisa.
Mendengar hal itu rimos hanya menarik nafas panjang dan memejamkan mata nya.
"Boleh ku tanya sesuatu"tanya rimos.
"Tentu"
"Heehm, kenapa beberapa hari belakangan kamu tidak ingin bicara padaku bahkan sekali kamu bicara padaku kamu sangat datar? "tanya rimos penasaran dengan jawaban lisa.
Lisa melepaskan pelukan nya.
"Itu karna mu, salah mu sendiri saat itu kamu__"belum juga lisa bicara.
"Tidak mengatakan bagaimana perasaan ku padamu"potong rimos dan di angguki oleh lisa.
Rimos tersenyum.
"Baiklah kalau begitu besok kamu akan mengetahui bagaimana perasaan ku pada mu"ucap rimos.
"Tapi bukankah kamu mengatakan bahwa besok akan pulang ke korea?"tanya lisa yang menundukkan kepalanya karena rimos menatap nya dengan senyum manisnya membuat lisa merasa malu.
"Akan aku pikirkan lagi tapi sekarang sebaiknya kamu istirahat lah aku harus pulang,hmm"ucap rimos dan di angguki oleh lisa.
__ADS_1
(Halo, my friends aku mau ngasih info kalau novel ini satu bab lagi bakal aku tamatin ya dan bakal lanjut lagi dinovel aku "Wanita Sang Pemimpin" tapi novel ini bekum liris jadi ditunggu aja karna novel aku yang baru ini masih sama ceritanya cuma lebih fokus dan condong menceritakan kisah lisa, rimos, legisya, roberts dan sederet nama lainnya).
By.by👋👋