MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 14


__ADS_3

"Aku akan memikirkan nya terlebih dahulu"ucap davin dan beranjak dari duduk nya lalu melangkah berjalan keluar ruangan nya.


Setelah davin pergi keluar dari ruangan nya rimos juga pergi mengikuti davin.


davin dan rimos berjalan-jalan kesetiap sudut kantor dan melihat-lihat secara sekilas para karyawan yang sedang sibuk mengerjakan tugas mereka masing-masing.


Saat davin dan rimos sedang berjalan-jalan tiba-tiba handphone davin berbunyi dan ternyata yang menelfon nya adalah lisa saat davin melihat nama kontak yang menelfon nya tanpa berpikir davin langsung menjawabnya.


"Halo"ucap davin dan lksa secara bersamaan.


"Halo kak lisa cuma mau ngabarin kalau lisa udah sampai dan sekarang lisa udah ada di apartemen."ucap lisa di seberang telefon.


"Syukurlah kalau sudah sampai dan kamu jaga diri baik-baik di sana ya dan ingat jangan malas-malas kuliahnya."ucap davin.


"Iya kak lagian kapan sih lisa malas-malasan buat kuliah"ucap lisa


"Iya kakak tau kamu itu orang yang rajin, tapi kakak tetap harus mempringatkan kamu"ucap davin lembut.


"Iya, ya udah kak lisa tutup ya telefon nya lisa capek mau istirahat dulu."


"Iya".


Saat davin dan lisa sama-sama memutuskan panggilan davin dan rimos kembali berjalan-jalan.


Para karyawan di kantor yang melihat davin dan rimos berjalan-jalan di kantor sebenarnya juga tidak terlalu fakus dalam pekerjaan mereka, apa lagi para karyawan wanita yang hatinya berbunga-bunga melihat pemandangan yang begitu indah.


Yah, kenapa tidak meskipun davin dan juga rimos adalah orang yang dingin dan selalu memasang wajah yang datar tapi karna ketampanan mereka lah bagi karyawan wanita di sana tidak masalah jika sang atasan dan juga asisten nya itu sangat dingin bahkan tidak pernah melihat senyuman di wajah mereka.


🍁🍁🍁🍁


Dikediaman davin, lia tampak sedang sibuk dengan pekerjaan nya bahkan sebisa mungkin lia akan menyembunyikan hal ini pada davin.


Lia masuk ke dapur dan meminta salah satu pelayan yang ada di dapur untuk membantunya membelikan semua bahan-bahan masakan untuk usahanya.


"Permisi semua maaf ya lia mengganggu waktu nya sebentar"ucap lia penuh kesantunan.


"Eh enon, kok ke dapur apa ada yang di butuhkan"ucap salah satu pelayan yang ada di dapur.


"Hehe, iya lia mau minta tolong buat beliin semua bahan-bahan masakan ke pasar."ucap lia.

__ADS_1


"Emang buat apa non kan bahan-bahan di dapur buat masak masih banyak"ucap pelayan wanita paruh baya yang bernama aminah.


Aminah wanita paruh baya berusia sekitar 64 tahun sudah bekerja sejak davin dan lisa masih sangat kecil, bahkan lisa sendiri sudah menganggap aminah sebagai ibunya tapi tidak berarti menggantikan posisi ibu kandung lisa dan davin dihatinya.


"Ooh, bukan buat di dapur bik tapi lia ini buat masak khusus gitu."ucap lia sambil melangkah mendekati aminah yang sedang mencuci piring.


"Masak khusus buat siapa non"tanya aminah dan menghentikan pekerjaan nya dan berbalik ke arah lia dengan sedikit menundukkan kepalanya.


Lia yang melihat hal itu merasa sangat tidak nyaman karna yang seharusnya seperti itu adalah lia bukan aminah yang seumuran dengan ibunya lia jika ibunya masih ada


"Heehm, bik aminah jangan nunduk gitu kalau ngomong sama lia karna lia merasa gak nyaman apalagi bik aminah kan lebih tua dari lia jadi yang seharusnya yang menghormati itu adalah lia layaknya seorang anak menghormati ibunya.


Aminah yang mendengar perkataan lia merasa terharu karna aminah sendiri adalah orang tua dari seorang anak tapi faktanya anaknya meninggal dunia di usia muda bahkan suaminya pergi setelah menceraikannya kini aminah hanya hidup sendiri.


"Itu sudah seharusnya non karna saya adalah pelayan di rumah ini dan tua atau muda saya tetap harus memnghormati majikan saya"ucap aminah.


"Iya tapi kalau sama lia bibi ngomongnya biasa aja anggap aja lia adalah anak bik aminah jadi gak perlu nunduk-nunduk segala kalau lagi ngomobg sama lia"ucap lia dengan lembut.


"Ba-baik non"


"Iya, ooiya lia boleh kan minta tolong sama bik aminah buat pergi kepasar beliin bahan-bahan ini"ucap lia dengan sopan dan menunjukkan catatannya.


"Emangnya non lia mau masak khusus buat siapa"aminah menanyakan hal yang sama.


"Gini bik sebenarnya lia butuh bahan masakan ini buat usaha ketring"ucap lia cengengesan dan menggaruk tengkuk leher dengan suara di kecilkan agar pelayan yang lainnya tidak mendengar.


"Jadi gimana bibi mau bantuin lia buat belanjain bahan-bahannya"tanya lia penuh harap.


"Gimana ya non bibi sebenarnya mau banget bantuin tapi nanti kalau tuan tahu dia pasti bakal marah besar non, karna tuan davin sudah memberi peringatan kepada bibi bahkan semua pelayan yang ada di rumah ini untuk tida..."ucapa aminah terhenti karna lia memotong perkataannya.


"Ya udah bik kalau gak bisa gak papa biar nanti lia sendiri yang belanjanya."ucap lia yang sudah lesu mendengar ucapan aminah.


Aminah yang melihat itu merasa tak tega dan saat lia mau pergi dari dapur aminah menghentikan langkah lia.


"Non..


"Iya...


Untuk sejenak aminah berpikir...

__ADS_1


"Bibi setuju untuk bantuin non lia buat belanja keperluan usaha ketring nya non lia."ucap aminah dengan mengembangkan senyum nya meskipun di dalam hatinya aminah takut ketahuan oleh davin.


Seketika lia yang tadinya lesu langsung kembali semangat dan memeluk aminah dengan erat.


"Hahahah, makasih bik


Bibik emang baik banget sama lia"


"Sama-sama non,ee tapi non bisa lepasin bibi gak soalnya bibi gak bisa napas"ucap aminah.


"Heheh, maaf bik abis nya lia seneng banget"ucap lia cengengesan.


(hahahah, si lia kayaknya seneng banget sampe segitunya meluk bibi AminahπŸ˜†πŸ˜†)


"Ya udah kalau gitu besok lia bakal kasih uangnya ke bibi buat belanja"ucap lia dengan wajah yang ceria.


Lia menoleh ke seluruh para pelayan yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka.


"Eem, perhatian semua"mendengar lia mengucapkan hal itu para pelayan langsung memberhentikan aktivitas mereka dan fokus pada lia.


"Iya ada apa nona muda"ucap salah satu pelayan itu.


"Eem jadi gini lia mau minta, buat kalian semua untuk istirahat sebentar dengan pekerjaan kalian di dapur ya"ucap lia dengan ramah.


"Tapi non kalau kita semua istirahat nanti gimana sama kerjaan di dapur"ucap aminah dan di angguki juga oleh pelayan yang lain.


"Udah kalian semua tenang aja sekarang lia minta kalian buat istirahat dan tidak ada tapi-tapi"ucap lia kekeh meminta semua yang ada di dapur keluar.


Para pelayan dan juga aminah keluar dari dapur dengan wajah penuh pertanyaan dengan apa yang lia minta dari mereka.


Setelah para pelayan keluar dari dapur lia langsung melangkah kesana kemari dan menggerakkan kedua tangan nya mengambil satu persatu sayur dan memotongnya dengan wajah yang begitu ceria.


Aminah dan para pelayan yang mengintip lia di dapur kaget melihat apa yang lia lakukan, namun lia yang di perhatikan oleh aminah dan juga pelayan-pelayan yang lainnya masih tetap fokus dan sibuk memotong sayuran.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Udah dulu ya nanti aku sambung lagi ceritanya dan semoga kalian semua yang sudah mampir menyukai cerita yang aku buat.


Jangan lupa like, komen, dan vote

__ADS_1


Dan hadiahnya 🌹🌹🌹🀭🀭🀭


..............TERIMA KASIH............


__ADS_2