
"Maaf nyonya tapi saya sudah katakan bahwa atasan saya tidak ada di kantor"jawab rimos yang berusaha menahan emosi nya.
"Bohong, aku tau davin ada di sini"wanita itu terus saja berteriak pada rimos sampai akhir nya di berhenti bicara ketika mendengar ada yang berdehem.
"Eehem"davin berdehem dengan keras di belakang wanita itu dan membuat nya dan juga rimos melihat davin.
"Davin"panggil wanita itu dan menghampiri davin yang dengan santai berdiri di depan pintu.
Wanita langsung memeluk davin tanpa memperdulikan davin yang menatap bya dengan tajam.
"Berani sekali kau"ketus davin dan melepaskan pelukan dari wanita itu dengan kasar hingga membuat wanita itu meringis dan terdorong jauh.
"Siapa kau dan apa tujuan mu datang ke sini, hah"ucap davin dengan tatapan yeng mengerikan.
"Hei wanita itu siapa?"tanya aulia pada rimos tapi tidak di gubris oleh nya dan membuat auli mencebikkan bibir nya.
"Kau mengenal ku davin jadi jangan bertanya pada ku jika kau sendiri tabu siap aku"ucap wanita itu.
"Sebenar nya aku tadi sudah bicara baik-baik tapi pria itu melarang ku sedari tadi"ucap wanita itu menunjuk ke arah rimos dan membuka penutup wajah nya.
Seketika davin membulatkan bola mata nya saat dia melihat jelas wanita yang tengah berdiri di hadapan nya.
__ADS_1
"Maaf kan aku davin karna aku telah membuat kantor mu menjadi rusuh tapi aku sudah bersikap baik tapi pria itu selalu saja melarang ku untuk menemui mu"ucap wanita itu.
Bukan hanya davin yang terkejut melihat siapa wanita yang kini berdiri di hadapan nya tapi rimos juga sama terkejut nya setelah melihat wanita itu dengan jelas setelah ia membuka penutup wajah nya.
"Dia"ucap rimos dengan nada rendah.
"Kau"ucap rimos dan wajah davin yang sudah tidak bersahabat.
"Iya ini aku davin, legisya"ucap wanita itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Kenapa kau ke sini dan dari mana kau tahu ini adalah kantor ku"tanya davin yang memasang wajah tidak senang dengan keberadaan legiysa.
Tapi rimos hanya diam dan memutar bola mata nya malas.
"Pak apa kau tidak mendengar ku aku bertanya pada mu"ucap aulia dengan nada kesal tapi tidak mengekspresikan ke wajah nya.
"Diam kau dan sebaik nya kau pergi lanjutkan pekerjaan mu, lagi pula ini bukan urusan mu"ucap rimos yang sudah tidak tahan berdekatan dengan aulia di tambah aulia yang bersikap sok manja pada rimos.
Dengan terpaksa aulia pergi meninggalkan ruangan davin dengan wajah yang memerah menahan rasa kekesalan nya dan melewati davin bersama wanita itu sampai melirik legisya dari atas sampai bawah.
"Jawab aku"cetus davin.
__ADS_1
"Tapi aku ingin hanya kita berdua saja"ucap legisya.
Davin melirik dan memberi kode pada rimos agar meninggalkan ruangan nya dan di angguki oleh rimos yang seperti nya mengerti maksud dari davin.
Rimos yang sudah pergi dari ruangan davin dan kini tingga lah davin dan legisya.
"Cepat katakan aku tidak punya waktu."ucap davin dengan ketus.
"Pertama tidak penting aku tahu dari mana ini adalah kantor milik mu dan yang kedua aku kesini untuk"ucap legisya dan dipotong oleh davin.
"Untuk apa"tanya davin yang menahan emosi dan amarah nya.
"A-aku minta maaf davin, tolong maaf kan aku"lirih legisya yang sudah menangis dan menggenggam tangan davin.
"Heh, minta maaf"ucap davin dengan tersenyum miring.
"Eembb, aku tahu kamu tidak akan memaaf kan ku davin tapi aku benar-benar menyesali perbuatan ku saat itu, maaf kan aku."lirih wanita itu yang begitu berharap mendaptkan kata maaf dari davin.
(Kira-kira legisya itu siapa ya🤔🤔).
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1