MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 73


__ADS_3

"Tapi mas ini tanggung sudah hampir selesai lagi pula aku bosan tidak mengerjakan apa pun di rumah"rengek lia namun davin tidak mau mendengar nya dan memaksa lia untuk keluar dapur.


"Kamu harus banyak istirahat besok kota akan ke dokter"ucap davin tapi lia hanya diam dan memutar bola mata nya malas.


Setelah mereka keluar dapur dan duduk di ruang tamu lia kembali merenung dan berpikir setelah mendengar ucapan davin


"Mas davin ngga perlu repot-repot buat ngajakin lia berobat lagi pula usia lia sudah..."davin langsung membungkam mulut lia sebelum lia memgatakan semua nya.


"Shuttt, tidak jangan katakan itu aku yakin kamu akan sembuh dan aku sudah bilang sebelum nya bahwa kamu tidak akan pernah merepot kan ku"ucap davin namun lia malah menangis setelah mendengar nya.


"Hei shutt..shutt..shutt.."davin langsung mendekap lia ke dalam pelukan nya dan menenangkan nya.


"Mas"panggil lia dan di balasi oleh davin dengan berdehem saja.


"Mas.. Lia ikhlas kalau mas davin nikah lagi karna mas davin sendiri tahu usia lia ngga lama lagi"ucap lia dengan air mata yang berusaha ia bendung.


Mendengar ucapan lia wajah davin memerah seketika dan langsung meninggalkan lia di ruang tengah.


"Hiks..hiks..hiks..


Hiks...hiks...hiks...


Mas davin, lia tahu mas davin pasti marah mendengar ucapan lia tapi lia harus mengatakan ini karna lia ngga mau nanti nya mas davin kesepian dan sedih karna lia"lirih lia sambil menangis sesunggukan.

__ADS_1


***


Bruukkkk...


Jdeerrr....


"Aahhhhhkkkkk..."teriak davin sambil menggemparkan meja dan membanting berkas-berkas yang ada di meja tersebut.


Davin duduk dengan frustasi sambil memegangi dan meremas rambut nua dan kembali mengingat ucapan lia.


"Mas.. Lia ikhlas kalau mas davin nikah lagi karna mas davin sendiri tahu usia lia ngga lama lagi"


"Kenapa kamu mengatakan itu lia, kenapa?"ucap davin hingga tanpa di duga ia meneteskan air mata nya.


"Siapa"tanya davin kenapa si Pengetuk pintu.


"Lia mas"jawab lia.


Ceklek...


"Mas"panggil lia namun davin tak menggubris nya.


"Lia tau mas davin marah karna ucapan lia tapi mas davin harus ngerti kenapa lia bicara seperti itu"jelas lia dengan lembut namun davin hanya berdengus kasar.

__ADS_1


"Mas"panggil lia sambil meraih pipi davin agar melihat wajah nya.


Lia yang benar-benar tidak menyangka bahwa davin sekarang ini sedang menahan dan berusaha membendung air mata nya namun hal itu sia-sia saja karna davin sudah menjatuhkan air mata nya.


Hingga lia pun juga tidak ikut tidak dapat membendung air mata nya, lia memeluk davin dan habis lah davin menangis di pelukan lia namun lia berusaha untuk menenangkan davin dan membelai rambut nya.


"Maaf.. Maaf kan lia mas"ucap lia


[Tegar dong davin.. Lia aja bisa tegar kok harus tegar pokok nya dankuat kan lia]


[Aku pada kalian berdua]


"Tidak, sayang dengarkan aku


aku yakin kamu akan sembuh dan jika perlu nanti kita akan berobat ke dokter di luar negeri"ucap davin


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di bab kali ini jujur aku ikutan sedih dan mewek juga 😭😭😭 walau pun aku sendiri yang buat nya.


BANTU TERUS ya buat dukung karya ku ini dengan like,komen,vote dan follow acc q.


....*HAPPY WEEKEND*....

__ADS_1


__ADS_2