MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 23


__ADS_3

"Ss-saya lupa membawa nya tuan, maaf kan saya , saya tidak pernah ada niat untuk sengaja mempermalukan tuan apa lagi tua adalah suami saya."ucap lia dengan wajah tertunduk tapi berusaha untuk tetap tenang.


"Hmm, kali ini aku maaf kan tapi jangan pernah kau ulangi lagi"ucap davin.


Lia hanya mengangguk mendengar perkataan davin dan kembali lagi suasana di dalam mobil mewah davin hanya hening tidak ada yang mengeluarkan suara di antara mungkin jika ada suara yang berisik itu adalah suara kendaraan lain yang mengemudi di jalan raya.


Sebelum nya lia sempat di buat bingung oleh davin karna terkadang davin bersikap kasar pada nya, kadang membentak nya dan terkadang juga bersikap baik pada nya.


Namun lia tidak ingin terlalu ambil pusing dengan sikap davin bahkan lia menyimpulkan bahwa davin mempunyai sikap random.


****


Se sampai nya di rumah davin, lia mengikuti langkah davin ke kamar.


"Apa kau ingin mengikuti ku juga ke kamar mandi"cetus davin yang sudah mulai kesal karna lia mengikuti nya sejak tadi.


"Haah, eng-ngga hehehe saya cuma mau ke situ"ucap lia yang mendongak kan kepala dan menujuk ke arah meja hias."ucap lia.


Davin hanya mendengus kasar mendengar ucapan lia dan langsung masuk ke kamar mandi dengan wajah yang kusut.


"Haduuh, malu-maluin banget sih lia"gerutu lia sambil mengetuk-ngetuk jidat nya.


****


Karna lia yang kini sedang berada di belakang davin mengistirahatkan tubuh nya di kasur king size nya.


Lia yang berada di belakang bersama dengan bibi aminah yang sedang sibuk merawat bunga di taman.

__ADS_1


Sejak datang ke taman belakang lia hanya berdiam diri sambil duduk memandangi bibi aminah yang masih sibuk merawat bunga.


"Non lia kenapa"tanya aminah yang sejak tadi menyadari lia yang terus memandangi nya.


"Hufh, lia bingung bi"jawab lia.


"Bingung kenapa non, muka nya suntuk gitu"tanya aminah dan menghampiri lia.


"Eemm lia bingung sama usaha ketring yang bakal lia jalanin bi, sampai sekarang lia bahkan nggak sempet buat promosiin usaha lia soalnya belakangan ini tuan davin di rumah terus"jawab lia gusar.


"Bibi sebenar nya juga bingung non kenapa tuan davin belakangan ini sibuk nya di rumah biasa nya kan sibuk nya di kantor, tapi kalau untuk masalah ketring nya non lia nanti bibi bantu yah."ucap aminah.


"Makasih ya bi, bibi baik banget sama lia"ucap lia dan memeluk erat aminah.


"Ya udah kalau gitu lia masuk dulu"ucap lia setelah melepaskan pelukan nya dan masuk meninggalkan aminah yang juga hendak melanjutkan pekerjaan nya.


****


"Okeh, lia tenang kamu harus berani, huuuuuh"gumam lia sambil melakukan pengaturan pernapasan nya.


"Eh, tunggu apa aku harus membangunkan nya, jika aku bangunkan bagaimana kalau dia marah"ucap lia bingung sambil menggigit jari telujuk kanan nya.


Saat lia sedang sibuk mencari ide agar dapat membangunkan davin tanpa davin sadari kalau lia berusaha membangunkan nya, lia sempat tercengang dan terdiam saat davin tersenyum begitu manis dan terlihat sangat tampan.


"Apa aku tidak salah lihat pria tersenyum begitu manis tapi kenapa dia bisa tersenyum begitu apa dia sedang bermimpi ."bati lia.


"Ah, sudah lah biar kan saja dia bermimpi atau hal lain nya dan aku tidak akan membangunkan nya, jarang-jarang kan bisa melihat senyum di wajah datar nya ini."ucap lia.

__ADS_1


"Begitu tampan dan sangat manis"lanjut pikir lia.


Entah davin benar sedang ber mimpi atau sedang berkhayal dalam tidur nya sampai davin melambungkan tangan nya dan tak sengaja menangkap tangan lia dan menarik tangan lia, sontak tangan lia yang di tarik oleh davin terkejut apa lagi saat lia sudah benar-benar dengan wajah davin.


Hingga tanpa sengaja lia mencium bibir davin tapi davin tetap saja tidak terbangun karna hal itu malah davin memeluk lia dengan erat dan ******* bibir mungil lia.


"oh ya ampun kenapa seperti ini kenapa tuan davin..."ucap lia dalam hati, ingin melepaskan pelukan davin tapi lia tidak mampu melepaskan nya karna davin semakin erat memeluk nya dan *****4* bib*r mungil nya dan itu membuat jantung lia serasa mau lepas dari tempat nya.


"Oh tidak, ini tidak bisa di barkan kenapa perasaan ku seperti ini"ucap lia dalam hati nya karna merasa sesak dan sangat tidak tahu malu telah menikmati ci*m*n itu.


Karna sudah tidak tahan lagi dengan perasaan lia yang terasa berdegub kencang lia melepaskan pautan bibir itu dan memaksa melepas pelukan davin dengan mendorong dada davin dengan keras.


Davin yang merasakan sakit di dada terbangun dan terkejut melihat lia yang berlari keluar kamar nya karna lia langsung pergi meninggalkan davin saat sudah berhasil melepaskan tangan kekar davin yang memeluk nya.


"Kenapa dia berlari seperti itu dan kenapa rasa nya aneh sekali"ucap davin sambil memegangi bibir nya.


Lia yang kini berada di ruang tamu memcoba untuk menetralkan perasaan dan detak jantung nya yang tak kunjung normal.


"Kenapa aku merasa panas padahal AC nya tidak mati"ucap lia kesal.


"Ada apa"ucap davin yang sudah berada di belakang lia.


Lia yang mendengar suara davin langsung berbalik dan melihat davin tengah berdiri di belakang nya dengan rambut yang berantakan dan entah kenapa lia membayang-bayangkan kejadian yang terjadi di dalam kamar tadi.


"Ck, hei kenapa malah diam dan menatap ku seperti itu"ucap davin berdecak kesal kaena lia yang hanya diam dan tidak menggubris nya.


"Tidak, tidak papa tuan, kau sangat tampan"tanpa lia sadari lia keceplosan dan langsung menutup mulut nya dengan telapak putih tangan nya.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa like komen dan vote ya dan hadiah nya juga😁


__ADS_2