
"Kenapa perkataan itu terngiang-ngiang dan apa aku terlalu kasar bicara seperti itu pada nya. batin davin dan menggaruk kepala nya menggunakan jari telunjuk nya.
"Kenapa aku malah memikirkan nya"gumam davin.
Rimos yang hanya menatap davin bingun, ingin bertanya tapi malah membuat diri nya akan merasa kesal karna davin pasti akan menjawab singkat tanpa ada penjelasan sedikit pun dari nya.
Davin tiba-tiba beranjak dari duduk nya dan rimos sontak mengajukan pertanyaan yang tak penting bagi davin.
"Bos kau mau kemana?"tanya rimos.
"Aku akan pulang dan kau handle semua meeting hari ini"jawab davin datar.
"Tapi bos kau baru saja datang kenapa sekarang mau pulang?"rimos kembali bertanya dan di tatap tajam oleh davin.
"Ini adalah kantor ku dan aku bebas mau pulang kapan pun aku mau"jawab davin dengan wajah tak senang.
"Hehehehh maaf bos saya hanya bertanya tidak perlu memasang wajah seperti itu"ucap rimos cengengesan sambil menunjukkan gigi putih nya.
Tanpa menggubris ucapan rimos, davin langsung pergi meninggalkan rimos dan tidak usah di tanya lagi bagaimana ekspresi rimos, wajah nya langsung di tekuk seperti kena semprot kenc*ng semut.
****
Di kediaman davin, lia dan aminah sedang sibuk berdua di dapur karna ada nya pesanan dari pelanggan nya di hari pertama lia menerima pesanan ketring.
"Bi semua nya udah di siap?"tanya lia yang masih sibuk mencuci wajan yang kotor karna sambal.
"Semua nya sudah selesai non tinggal kita antar aja"jawab aminah.
"Ooiya untuk yang antar pesanan ini sama driver kemarin bi"ucap lia.
"Oo ya sudah kalau begitu bibi keluar dulu ya non sapa tau sudah sampai driver nya"ucap aminah sambil menenteng paper bag besar dan di angguki oleh lia.
Setelah lia selesai di dapur lia langsung pergi ke ruang tamu dan menunggu aminah.
"Gimana bi"tanya lia antusias.
"Sudah non"jawab aminah.
__ADS_1
"Bibi ke belakang sebentar ya non"ucap aminah dan di angguki kembali oleh lia.
Aminah yang telah pergi ke belakang dan meninggalkan lia di ruang tamu, saat lia hendak berjalan ke arah keluar davin sudah lebih dulu membuka pintu nya dan membuat lia diam mematung.
"Tu-tuan kenapa kau pulang"tanya lia gugup.
"Kenapa ini rumah ku terserah aku mau pulang atau tidak itu bukan urusan mu"jawab davin datar.
"Lagi pula kenapa kau seperti kaget melihat ku pulang"ucap davin dan melewati lia dengan wajah datar nya.
"Ck, menyebalkan"lia berdecak kesal melihat sikap dan wajah davin yang terkadang berubah pada nya.
Karna kesal lia menghentak-hentakkan kaki nya untuk melampias kan kekesalan nya.
Davin yang sudah berada di kamar dan fokus pada layar Hp nya di atas kasur nya, sedangkan lia duduk di sofa dan beberapa kali mengumpat karna kesal dengan sikap acuh davin.
"Suami yang menyebalkan"umpat lia.
"Wajah nya dan gaya nya seperti orang korea asli tapi sikap nya sangat berbeda"lia kembali mengumpat dan tidak sengaja di dengar oleh davin.
"Memang nya kenapa dengan sikap ku apa ada yang salah"tanya davin tersenyum tipis.
Davin yang mendengar jawaban lia menoleh ke arah lia dengan menatap nya tajam tapi lia juga menatap davin dengan tajam, entah datang dari mana keberanian itu tapi lia benar-benar berani kali ini membalas tatapan davin.
"Kau, sekarang kau sudah berani menatap ku seperti itu"ucap davin menyeringai.
"Memang nya kenapa, apa tidak boleh kau saja menatap ku seperti itu lalu kenapa aku tidak boleh menatap mu dengan tatapan yang sama."lia kembali menjawab ucapan davin dengan suara lantang dan itu membuat wajah davin memerah dan seperti ingin meledak.
Davin beranjak dari kasur nya dan menghampiri lia, saat davin telah dekat dengan lia bahkan lia sekarang juga berdiri menatap davin yang tidak ada takut-takut nya.
"Kau sekarang sudah berani rupa nya melawan ku, apa kau sudah lupa dengan apa yang aku lakukan dulu pada mu"davin yang telah meledak bahkan memegang dagu lia dengan kasar.
"Aku harap kau tidak lupa dengan apa yang aku lakukan pada mu"ucap davin dan melepas kasar dagu lia.
"Tuan jika kau ingin menyiksa ku maka silahkan, aku tidak peduli apa yang ingin kau lakukan pada ku"ucap lia.
"Tuan kau suami ku dan aku istri mu tapi setidak nya meskipun kau tidak mencintai ku setidak nya kau mempunyai nurani baik sedikit saja pada ku"lirih lia yang sudah tidak bisa membendung air mata nya.
__ADS_1
"Jika kau memiliki nurani baik sedikit saja meskipun kau tidak bisa mencintai ku aku tidak mungkin melawan mu seperti ini"
"Aku lelah karna sikap mu yang selalu saja berubah pada ku, kadang kau kasar kadang kau berkata lembut pada ku dan terkadang kau perhatian pada ku meskipun itu karna aku sedang sakit saja"lia terus saja meluapkan kekesalan dan kemarahan nya pada davin.
Davin hanya terdiam setelah mendengar ucapan lia pada nya bahkan davin tidak mampu berkata-kata lagi mendengar ucapan lia.
"Dengarkan aku tuan, kau manusia dan aku juga manusia tapi kau seperti singa yang kelaparan saat kau sedang marah dan tidak terbendung"ucap lia dengan air mata nya yang sudah membasahi wajah nya tapi tidak di lepas kan nya.
Davin tidak menghiraukan perkataan lia,
Davin pergi meninggalkan lia dan keluar kamar menuju ke ruang kerja nya, entah apa yang terjadi davin hanya diam tak bergeming apa lagi marah setelah lia mengatakan banyak hal pada ny.
"Maaf kan aku tuan davin"ucap lia yang memandang pintu kamar setwlah davin tidak terlihat lagi.
*****
Di ruang kerja, davin yang sudah duduk di sofa yang berada di ruang kerja nya masih diam dengan wajah yang sulit di artikan.
Bahkan davin selalu mengingat semua perkataan lia dan merasa sangat tidak percaya.
"Apa yang terjadi pada ku, kenapa aku tidak bisa mengatakan apa pun setelah dia mengatakan semua itu pada ku"ucap davin yang mengusap wajah nya kasar.
"Dan kenapa dia apa yang terjadi pada nya, tidak seperti biasa nya dia berani mengeluarkan sepatah kata pun untuk melawan ku tapi kenapa sekarang"ucap davin.
Di sisi lain lia yang masih berada di kamar dan sekarang terisak-isak karna kejadian tadi.
"Hiks...hiks...hiks....
Kau pasti sekarang sangat marah dan mungkin akan sangat membenci ku"pikir lia dalam hati.
"Maaf kan aku tuan, maaf kan aku
Hiks...hiks...hiks..."gumam lia dan masih menangisi kejadian tadi.
Saat lia yang masih menangis tiba-tiba handphone berdering.
Dreett...dreett....dreett....
__ADS_1
Lia meraih Hp nya dan mengangkat telepon nya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁