
"Eeh, akan aku ambilkan"ucap lia dan di angguki oleh davin.
""Ini tuan"ucap lua sambil memberikan pakaian kepada davin.
"Eem, lia apa aku boleh minta sesuatu pada mu"ucap davin yang sedikit malu.
"Iya tuan, apa?"tanya lia dan mengiyakan.
"He ehem, hari ini kau boleh memanggil ku dengan tuan tapi lain kali dan seterus nya kau bebas memanggil ku dengan panggilan yang kau suka"davin berdehem untuk menetralkan jantung nya dan mengatakan apa yang ingin ia katakan pada lia.
Lia yang mendengar perkataan davin tertunduk dengan pipi yang merona.
"Tapi saya harus memanggil mu apa tu-tuan"tanya lia yang masih tertunduk dan tersipu malu.
"Terserah kau saja kau bisa memanggil ku dengan sebutan yang bisa membuat diri mu nyaman."jawab davin dan mengecup kening lia.
"Hufh, jantung ku seperti mau copot saja dari tempat nya"gumam lia sambil memegangi dada nya ketika davin sudah masuk ke ruang ganti.
"Terima kasih ya tuhan, akhir nya tuan davin sudah mau menerima ku dan mencintai ku"rasa syukur yang di ucap kan oleh lia tanpa sengaja di dengar oleh davin yang sudah berganti pakaian dan keluar dari ruang ganti.
"Itu semua karna kau berdoa dengan hati yang tulus sayang"ucap davin yang tiba-tiba memeluk lia dari belakang dan sontak membuat lia berjerit di dalam hati nya.
"**-tuan kau sudah selesai"tanya lia gugup.
"Hm"jawab davin singkat dan menyenderkan dagu nya di pundak lia.
"Kau masih memanggil ku tuan"ucap davin.
"Aku akan memikirkan nya tapi apa bisa lepaskan aku, aku harus ke bawah sebentar"pinta lia minta di lepaskan.
"Memang nya kau mau apa ke bawah, hem"tanya davin.
"Iya aku lupa aku meninggalkan handphone ku di meja ruang tengah"jawab lia.
"Hemh, baiklah"ucap davin dan melepaskan pelukan nya, lia yang tjdak ingin membuang waktu untuk kabur karna jantung nya yang tak kunjung normal sedari tadi di tambah davin yang tiba-tiba memeluk nya dari belakang.
__ADS_1
Meskipun sebenar nya davin sedikit kecewa tapi davin juga bahagia karna lia yang tampak salah tingkah di depan nya.
Kini lia sudah berada di ruang tamu dan benar ada nya bahwa Hp nya tertinggal di meja ruang tengah.
"Untung benar tertinggal jadi aku tidak berbohong pada tuan davin."gumam lia dan meraih handphone nya.
Namun saat lia hendak berjalan ke dapur tanpa sengaja lia melihat keluar jendela dan melihat sebuah mobil yang mencurigakan bagi lia, karna ada seseorang yang tampak memerhatikan rumah kediaman suami nya dari kaca mobil.
"Siapa dia kenapa dia terus saja melihat ke arah sini"gumam lia dan saat lia ingin mendekat dan he dak keluar rumah davin menghentikan nya.
"Kau mau kemana?"tanya davin.
"Eh, tuan ee itu sejak tadi seperti nya mobil itu sedang memerhatikan rumah mu jadi aku ingin melihat nya lebih jelas ke luar"jawab lia.
Davin yang mendengar lia mengatakan bahwa rumah ini adalah rumah membuang nafas kasar dan meraih kedua pipi nya.
"Dengar rumah ini bukan hanya rumah ku tapi juga rumah mu"ucap davin.
"Tapi___"ucap lia terpotong.
"Haahh, kenapa davin tidak keluar juga sudah lama aku disini tapi tidak ada tanda-tanda dia akan keluar"cetus legisya kesal yang masih duduk di kursi belakang mobil.
"Pak kita pulang"ucap legisya yang sudah bosan dan di angguki oleh pak supir nya.
"Aku harus mencari tahu siapa wanita yang telah menikah dengan davin"batin lia dengan wajah yang masam.
🍁🍁🍁🍁
Saat ini davin dan lia sudah berada di dalam kamar dan karna lia yang baru mengingat pembincaraan nya bersama lisa di telpon, lia memberi tahu davin.
"Tuan aku baru ingat, tadi lisa menelpon kata nya dia akan pulang minggu depan dan dia mau aku juga ikut menjemput nya"ucap lia yang duduk di aofa dan menyenderkan kepala nya di dada bidang davin.
"Oh ya kapan dan kenapa tidak memberi tahu sejak tadi"tanya davin yang mengernyitkan kening nya.
"Bagaiman aku memberi tahu mu jika saat itu kau sedang marah pada ku begitu juga dengan ku aku sungkan untuk memberi tahu mu saat itu, hehehh"jawab lia cengengesan.
__ADS_1
"Tapi saat itu aku sedang tidak marah"elak davin.
"Heem lalu kenapa kau pergi begitu saja saat itu padahal saat itu aku___"lia belum saja menyelesaikan kata-kata nya tapi davin sudah membungkam nya.
Davin yang tiba-tiba saja membungkam lia dengan mecium bibir nya membuat lia lemas seketika sedangkan davin menci*m nya dengan lembut.
"Eeeemmm"lia mendesah ketika davin semakin memperdalam ciuman nya, tapi davin malah tampak senang mendengar ******* lia.
Setelah puas dengan aksi nya davin mengatur nafas nya begitu juga dengan lia yang ngos-ngosan seperti habis di kejar di tambah lagi kepala lia yang tiba-tiba kembali terasa sakit.
"Aakh, kepala ku sakit sekali"gumam lia sambil *******-***** rambut nya.
"Kenapa sayang kepala mu kenapa"tanya davin panik.
"Maaf ya, aku telah membuat kepala mu sampai sakit"ucap davin dengan wajah oenuh penyesalan.
"Tidak tuan ini bukan salah mu kepala ku memang akhir-akhir ini sering sakit dan itu di karnakan aku terlalu banyak pikiran"jawab lia.
"Maaf tuan aku berbohong lagi"batin lia.
"Benar kah memang nya memikir kan apa"tanya davin penasaran.
"Tentu saja diri mu"jawab lia yang memijat-mijat kening nya.
"Aku"ucap davin sambil menunjuk diri nya sendiri.
"Iya, tuan selalu berubah-ubah terkadang marah, lembut, cuek, dan kadang juga sangat datar"ucap lia dan hal itu membuat davin menunduk lesu.
"Maaf"hanya itu yang keluar dari mulut davin.
"Tidak, kenapa minta maaf tuan"ucap lia menggelengkan kepala nya dan memegangi pipi davin.
"Kau mungkin melakukan itu pada ku karna kau yang belum bisa menerima ku tuan tapi sekarang kau sudah menerima ku sebagai istri mu dan iya aku sejujur nya mengakui bahwa kau begitu karna masa lalu mu"ucap lia dan di tatap bingung oleh davin.
"Dan aku harap kau tidak meninggalkan ku dalam situasi dan kondisi apa pun yang akan terjadi kedepan nya"lirih lia yang sudah beralih menggenggam erat kedua tangan davin.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁