
"Bi, bibi sedang apa"tanya lia yang sudah berada di dapur dan melihat keberadaan aminah.
"Eh non lia, ini bibi cuma bersih-bersih"jawab aminah.
"Loh kenapa harus bibi, kan yang lain juga ada"tanya lia yang melihat aminah sibuk sendiri di dapur.
"Ngga papa non"jawab lia dan memasang senyum di wajah nya.
"Non lia butuh sesuatu"tanya aminah yang melihat lia seperti bingung.
"Iya kayak nya lia butuh sesuatu, tapi lia lupa"jawab lia yang bingung dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Ya sudah non lia sebaik nya istirahat dulu nanti kalau sudah ingat bilang ke bibi"ucap aminah dengan lembut.
"Hehehh, iya "ucap lia cengengesan.
Setelah lia meninggalkan dapur tiba-tiba saja air mata lia jatuh membasahi pipi nya entah apa yang terjadi tapi lia merasa frustasi karna diri nya yang sering lupa.
Lia sebenar nya sudah lama ingin memeriksakan diri nya ke dokter tapi karna takut davin tidak mengizinkan nya akhir nya lia hanya pasrah dan menanggung sakit di kepala nya jika sedang kumat dan juga ingatan nya.
Ceklek....
Lia membuka pintu kamar dan melihat davin yang tengah sibuk dengan laptop nya, lia hanya memandangi davin dan duduk di sofa dan berencana untuk istirahat dan tidur di sofa.
"Jika kau ingin tidur jangan di sofa"ucap davin yang secara tiba-tiba melihat ke arah lia yang hendak membaringkan tubuh nya.
"Lalu aku tidur di mana, di lantai"ucap lia.
"Cepat kemari"titah davin.
Lia yang hendak menolak tapi tidak jadi karna dia tidak ingin kejadian yang sama akan terulang.
"Tidur lah, kau bksa istirahat di sini"ucap davin sambil menepuk-nepuk kasur nya.
Lia yang mengerutkan kening nya karna davin yang tiba-tiba saja peduli pada nya, bahkan tadi saja davin bersikap dingin pada nya membuat lia bingung.
"Tidak perlu mengerutkan keningmu seperti itu, sini"ucap davin yang secara tiba-tiba menarik tangan lia hingga posisi mereka saat ini sangat dekat.
__ADS_1
Lia bahkan dapat mencium aroma maskulin dari tubuh davin, karna merasa canggung lia ingin menjauhkan diri nya dari davin tapi davin yang ternyata sejak tadi sudah memegangi punggung lia dan menatap lia dengan wajah yang tidak dapat di artikan oleh lia.
"Tuan, lepaskan saya"pinta lia.
"Katakan pada ku kenapa kau bisa bersikap bahkan mengatakan begitu banyak hal, hem"tanya davin.
"Apa, yang mana?"jawab lia
"Yang saat kau mengatakan pada ku bahwa 'Tuan kau suami ku dan aku istri mu tapi setidak nya meskipun kau tidak mencintai ku setidak nya kau mempunyai nurani baik sedikit saja pada ku'
Apa kau mencintai ku?"tanya davin dengan nada yang serius.
Lia yang mendengar perkataan davin yang mengulangi perkataan nya membuang muka pada davin.
"Jawab aku apa kau mencintai ku"tanya davin kembali dan menarik lembut dagu lia agar melihat ke arah nya.
"Hehh, kau sudah tahu jawaban nya tapi kenapa kau masih bertanya pada ku"jawab lia yang seketika membuat davin termenung mendengar jawaban dari lia.
"Kenapa kau diam"tanya lia dengan air mata nya.
"Hiks...tuan apa kau tahu aku tidak akan mempermasalah kan jika kau ingin selalu menyiksa ku tapi kau yang bersikap dingin pada ku itu sangat menyakitkan untuk ku"lirih lia dan memeluk erat davin.
Davin yang hanya terdiam mendengar pengakuan lia tanpa rasa malu dia berani mengungkapkan perasaan nya pada suami nya meskipun lia sendiri tidak tahu bagaimana perasaan davin terhadap nya.
"Tuan apa kau juga mencintai ku"tanya lia penuh harap dengan jawaban yang akan di berikan oleh davin, namun nyata nya davin hanya diam menatap lia.
"Maaf, aku telah lancang dan aku juga berterima kasih pada mu setidak nya aku tahu tentang perasaan mu pada ku dan seharus nya sejak awal aku juga menyadari bahwa pria seperti tidak akan mencintai wanita seperti ku"ucap lia dan melepaskan pelukan nya, tapi tiba-tiba tangan lia di tahan oleh davin.
"Apa kau tidak ingin mendengarkan jawaban dariku"tanya davin.
"Untuk apa tuan, kau diam dan itu arti nya kau tidak mencintai ku"jawab lia lesu.
Davin yang secara tiba-tiba memeluk erat lia dari belakang membuat lia kaget dan berusaha untuk tenang.
"Lepaskan"pinta lia.
"Tidak, aku tidak akan melepaskan nya kecuali kau mau mendengar kan ku"ucap davin.
__ADS_1
"Baiklah aku akan mendengarkan nya"ucap lia.
"Meskipun aku akan merasa kecewa"lanjut nya dalam hati.
Saat davin melepaskan pelukan nya dan membalikkan lia agar menhadap le arah nya.
Cup
Davin mendaratkan ciuman singkat di bibir lia dan membuat lia mematung memandangi davin yang tiba-tiba mencium nya.
"Aku juga mencintai mu"bisik davin saat sudah mendekat ke telinga lia membuat lia tak bergeming.
Cup..
Lia membalas kecupan dari davin dan begitu juga davin yang tidak mau kalah dari lia yang mencium nya bahkan davin mel*mat dan memperdalam ciuman nya, hingga membuat pasutri itu merasa panas dan melepas ciuman nya setelah lama menyatukan bibir nya.
"Apa kau puas"tanya davin dengan senyum di wajah nya.
"Hem?"lia sontak mendongak kan kepala nya mendengar ucapan davin.
Davin mencium kening lia dan beralih ke semua wajah lia yang membuat wajah lia merona.
"Aaakkkh"teriak lia dalam hati nya.
"Apa ini seperti mimpi jika tuan davin melakukan hal ini pada ku"gumam lia dan masih bisa di dengar oleh davin.
"Ini bukan mimpi"ucap davin dan lagi-lagi membuat lia mendongak kan kepala nya melihat wajah davin.
"Tuan kenapa kau melakukan ini"tanya lia.
"Sstt, kau meminta ku untuk menjawab pertanyaan mu dan kau juga ingin tahu bagaimana perasaan ku terhadap mu dan aku sudah menjawab nya"jawab davin sambil mmemegangi kedua pipi lia yang masih merona.
"Ee, a-apa"tanya lia gugup.
"Apa aku harus mengulangi nya"jawab davin tersenyum manis dan di angguki oleh lia.
"Aku mencintai mu lia"bisik davin dan membuat lia bersorak di dalam hati nya.
__ADS_1
"Kenapa tiba-tiba kau mengatakan nya pada ku, padahal kau selalu bersikap sesuka mu"tanya lia setelah menyadari perubahan davin secara mendadak.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁