
Lia yang sudah meminum obat dan langsung tidur untuk istirahat di atas kasur davin, sedangkan davin masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya karna sejak tadi pagi davin sangat sibuk dan fokus pada lia hingga dia lupa untuk membersihkan dirinya pagi-pagi.
Seperti biasa davin membutuhkan waktu 20 menit untuk mandi, setelah davin selesai dan keluar dari kamar mandinya mata davin langsung tertuju pada lia yang sedang tertidur.
Davin mendekati lia yang tidur dengan selimut yang tebal dan tersenyum tipis melihat lia yang tertidur dengan pulas dan wajahnya yang begitu polos.
"Sebenarnya kau adalah wanita yang baik dan juga polos, tapi sayang kau adalah keponakan dari wanita yang telah berani menghianati perusahaan ku dan aku sangat membenci seorang penghianat"ucap davin sambil mengelus kepala lia dan tersenyum tipis.
Dan davin pergi menuju ke lemari dan mengambil pakaiannya untuk berganti.
****
Davin yang kini telah berada di ruang tamu sedang sibuk dengan layar laptop nya, saat davin sedang mengotak-atik keyword nya tiba-tiba handphone nya berdering dan davin langsung mengangkatnya karna lisa yang menelpon nya.
" ๐Halo, kak davin"ucap lisa.
"๐Iya lisa ada apa"ucap davin.
"๐Gak ada apa-apa kok kak, lisa cuma mau tanya giman keadaan kak lia apa dia baik-baik aja"ucap lisa.
"๐Kenapa kamu bertanya seperti itu"ucap davin.
"๐Iya lisa tiba-tiba aja kepikiran sama kak lia di telpon kak lia malah gak angkat, kak davin gak ngapa-ngapain kak lia kan"ucap lisa dengan nada menyelidiki.
"๐Nggak kok kakak gak ada apa-apain lia, cuma sekarang lia lagi demam dan sekarang lagi tidur"ucap davin dengan santai.
"๐APAAAA...kak lia demam, demam kenapa kak kok bisa demam sih"teriak lisa di seberang telpon.
"๐Biasa aja, gak perlu teriak-teriak segala kamu mau buat kakak mu ini t*li"ucap davin sedikit kesal.
"๐Lia demam karna semalam cuaca nya yang sangat dingin makanya dia jadi demam, tapi kamu tenang aja gak usah khawatir sekarang suhu panasnya udah turun dan sekarang lia lagi tidur istirahat"ucap davin menjelaskan karna tidak mau lisa khawatir.
"๐Huuh, syukur deh kalau gitu. lisa minta tolong ya kak davin jangan terlalu kasar sama kak lia, kak lia itu orang yang baik dan juga polos"ucap lisa.
"๐Lisa kamu kenapa ngomong kayak gitu"
"๐Iya, lisa ngomong kayak gitu karna lisa tau kalau kak davin itu selalu kesal kalau liat perempuan apalagi kalau kak davin sampai mengingat masa lalu kakak yang dulu"
"๐Lisa kakak tutup telepon nya dulu ya nanti kakak telpon lagi soalnya kakak lagi banyak kerjaan"
__ADS_1
Davin langsung memutuskan sambungan nya secara sepihak, ya davin setelah mendengar lisa berbicara soal masa lalunya davin tidak mau jika harus mengungkit dan mengingat masa lalu itu terus-menerus dan itu membuatnya tersiksa.
"Tuan davin..."ucap lia yang sehabis turun dari anak tangga.
Davin yang mendengar ada yang memanggilnya langsung menoleh ke arah suara tersebut.
"Kau, kenapa kau turun apa kau sudah merasa baikan"ucap davin dan beranjak dari sofa.
Saat lia ingin berjalan menghampiri davin tiba-tiba kaki lia tersandung dan hampir jatuh tapi untung saja davin dengan sigap menangkap lia.
Sesaat lia dan davin saling berpandangan dan mengagumi satu sama lain, tapi davin langsung melepaskan lia saat sadar dengan apa yang davin pikirkan tentang lia.
"Maaf..."ucap lia.
"Tidak apa, lain kali hati-hati kalau jalan apa lagi kondisi mu sekarang sedang tidak sehat."ucap davin dengan nada datar.
"Iya, saya minta maaf sekali lagi tuan"ucap lia.
Davin yang mendengar lia terus saja mengucapkan kata maaf hanya menggelengkan kepala dan langsung pergi kembali dan duduk di sofa.
Sedangkan lia, dia menuju ke dapur untuk menemui aminah karna hari ini seharus nya aminah belanja ke pasar untuk membeli bahan-bahan untuk usaha ketring nya tapi karna lia demam jadi tidak bisa memberikan uang nya pada aminah.
"Bik..bik aminah..bik.."lia memanggil-manggil aminah namun aminah tidak ada di dapur hanya beberapa pelayan saja.
"Iya, bibi nya ke mana"tanya lia.
"Bik aminah lagi di belakang, bersihin kolam renang"ucap pelayan itu
"Em, makasih"ucap lia dan pergi keluar dari dapur.
Lia yang sudah tau di mana keberadaan aminah langsung pergi menghampirinya dan ternyata aminah memang sedang membersihkan kolan renang.
"Bik.."ucap lia.
"Eh, enon ngapain di sini, non lia kan lagi demam"ucal aminah khawatir.
"Iya lia udah mendingan bik, lia mau ini ngasih uang buat belanja keperluan untuk usaha ketring."ucal lia dan mengeluarkan uang dari saku baju nya.
"Ooh, iya nanti bibi pergi kepasar ya"ucap aminah dan menerima uang yang di berikan lia untuk keperluan usaha nya.
__ADS_1
"Jangan sekarang ya bik belanjanya soalnya kan di rumah lagi ada tuan davin takut nya nanti dia tahu dan marah"ucap lia celingak-celingukan melihat apa ada davin di sekitar mereka.
"Ya udah kalau gitu besok gimana"ucap aminah.
"Iya, ya udah kalau gitu lia ke dalam"ucap lia.
****
Davin yang masih duduk di sofa dan sedang berbicara dengan rimos di telepon.
"๐Rimos apa kau sudah mengurus semuanya"tanya davin pada rimos di seberang telpon.
"๐Iya bos semuanya sudah selesai dan sekarang saya sedang di jalan menuju ke rumahmu karna ini ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani."ucap rimos.
"๐Baiklah, kau datang saja ke sini dan langsung ke ruang kerja saya, saya akan menunggumu di sana."titah davin.
"๐Baik bos".ucap rimos
Davin memutuskan sambungan nya dan langsung beranjak dari sofa dengan membawa laptopnya saat davin hendak berjalan menuju keruang kerjanya lia juga hendak menaiki tangga.
"Lia..."ucap davin.
"Iya"jawab lia dan menoleh ke arah davin.
"Apa kau tadi ke dapur"tanya davin.
"I-iya tuan, kenapa"jawab lia gugup.
"Hufh, tidak apa-apa"
"Kau istirahatlah dan jangan keluar kamar jika aku tahu kau keluar kamar maka kau akan mendapatkan hukuman dari ku"ancam davin.
"Bb-baik tuan"lia hanya menurut karna takut davin akan memberikan nya hukuman sedangkan badan lia baru saja merasa baikkan.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Udah dulu ya nanti aku sambung lagi ceritanya dan semoga kalian semua yang sudah mampir menyukai cerita yang aku buat.
Jangan lupa like, komen, dan vote
__ADS_1
Dan hadiahnya ๐น๐น๐น๐คญ๐คญ๐คญ
..............TERIMA KASIH............