
"Kau akan merasakan cinta jika kau membuka hatimu tuan davin"gumam lia.
"Dan aku yang akan membuka hati itu"lanjut lia di dalam hati nya.
Lia beranjak dari tempat tidur dan mengambil handuk untuk mandi, karna mengingat hari ini lia harus masak untuk pesanan ketring.
Setelah beberapa menit lia keluar dari kamar mandi dan masuk ke ruang ganti.
🍁🍁🍁🍁
Di perusahaan davin rimos tampak sedang melakukan video call bersama dengan seorang perempuan yang tidak lain adalah lisa.
"📱Apa kamu hanya akan diam dan senyum-senyum tidak jelas seperti itu, jika memang begitu saya akan matikan telepon nya saya harus kembali kerja"ucap rimos lee yang lengan nya sudah terasa sakit memegangi handphone nya.
"📱Sebenar nya lisa mau ngomong tapi malah ketahan karna melihat wajah oppa seperti itu, lucu"ucap lisa tertawa renyah.
"📱Katakan saja apa yang ingin kamu katakan, saya sibuk tidak punya waktu"ucap rimos dengan wajah cemberut.
"📱Sibuk tapi masih sempat-sempat nya jawab telepon lisa"ucap lisa yang terkekeh geli melihat wajah rimos.
"📱Cepat lah katakan, aku tidak punya waktu sebentar lagi atasan ku akan datang"ucap rimos.
"📱Biarkan saja"jawab lisa santai tapi melihat wajah rimos seperti di tekuk cicak akhir nya lisa bicara
"📱Oke, lisa mau oppa lee senyum manis dulu baru lisa ngomong"bujuk lisa nyengir karna melihat wajah rimos seperti ditekuk cicak.
"📱Heemm"rimos lee tersenyum manis sesuai dengan permintaan lisa tapi setelah itu wajah nya kembali cemberut.
"📱Hahahahh, lucu dan tampan,
Walaupun sebenar nya masih tampanan oppa jungkok"ucap lisa meledek.
"📱Sarangheo oppa lee"tutur lisa dan memberi kecupan lewat video call mereka.
Rimos yang mendengar penuturan lisa dan memberi nya kecupan dari video call mereka merasa geli akan tingkah blak-blakkan adik atasan nya itu.
"📱Icch, tadi bilang lebih tampan jungkok"ucap rimos dan mengerucutkan bibir nya ke atas.
__ADS_1
"📱Kenapa oppa cemburu"tanya lisa dan menaik turunkan kedua alis nya.
"📱Hehh, cemburu mana mungkin aku cemburu, aku tidak mungkin cemburu dengan oppa kesayangan mu itu"elak rimos tapi lisa bisa tahu akan hal itu.
"📱Iya kalau lewat kata-kata sih bilang nya ngga cemburu tapi di hati pasti sangat cemburu kan"goda lisa.
"📱Dan seperti nya oppa lee salah besar, oppa kesayangan lia bukan jungkok tapi oppa lee sendiri, ya meskipun oppa belum bisa balas perasaan lisa." ucap lisa
Mendengar perkataan lisa rimos terdiam dan menatap lisa.
"Gadis nakal, aku akan menunggu mu pulang kembali dan aku akan memberi jawaban untuk setiap pertanyaan mu nanti jika itu berhubungan dengan perasaan ku"rimos tersenyum licik dan berbicara dalam hati nya.
"📱Meskipun bisa ku jawab sekarang tapi aku ingin mengatakan perasaan ini secara langsung"pikir nya dalam hati.
"📱Aah, seperti nya oppa benar-benar sedang sibuk kalau begitu lisa tutup telepon nya"ucap lisa karna melihat rimos diam tanpa respon apa pun kecuali senyuman sekilas yang di lihat nya.
"📱Tapi lisa cuma mau ingatkan oppa lee jangan terlalu sibuk kerja nanti sakit"ucap lisa dengan lembut dan itu membuat hati rimos lee tersentuh.
Tanpa aba-aba rimos langsung mematikan video call nya dan tersenyum bahagia.
"Aku yakin dia sedang merasa mesal sekarang ini, tapi itu salah dia sendiri kenapa berkata begitu lembut pada ku apa dia tidak tahu jika itu membuat ku terpaku"batin rimos sambil tersenyum renyah.
"Seperti nya aku benar-benar jatuh cinta pada nya"gumam rimos.
Rimos yang sedang asik memikirkan lisa tiba-tiba ada yang berdehem, sontak rimos langsung berdiri dan menghampiri nya.
"Sejak kapan kau berdiri di sini bos?"tanya rimos yang mengikuti davin dari belakang.
"Baru saja"jawab davin singkat dan itu membuat rimos jengah karna sikap bos nya yang tak menentu.
"Apa bos baik-baik saja"rimos kembali bertanya melihat wajah sang bos nya yang tak bersemangat.
"Ya aku baik saja-saja"jawab davin.
Setelah davin duduk di kursi nya tanpa melihat rimos yang sedari tadi memandangi nya, sedangkan diri nya mengingat perkataan lia saat mereka berada di kamar.
"Apa tuan akan selalu bersikap seperti kepada istri sendiri"
__ADS_1
"Apa maksud mu"
"Apa tuan suatu hari nanti akan dapat mencintai saya atau..."
"Jangan pernah mengharapkan saya untuk dapat mencintai mu dan jangan pernah berani untuk memikirkan hal itu karna itu tidak akan pernah terjadi"
"Aakh, kenapa aku memikirkan hal itu"gumam davin dan masih terdengar oleh rimos.
"Apa ada masalah bos"tanya rimos.
"Tidak ada"jawab davin.
"Rimos"panggil davin.
"Iya bos"jawab rimos.
"Apa aku bisa bertanya sesuatu"tanya davin.
"Tentu saja bos"jawab rimos.
"Bagaimana pendapat mu tentang lia"tanya davin dan menatap ke arah rimos.
"Kenapa kau bertanya seperti itu"jawab rimos dan balik bertanya pada davin.
"Aku hanya ingin tahu tentang pendapat mu itu saja"jawab davin.
"Kalau menurut saya sendiri nona lia sangat baik dan tulhs dalam menyayangi seseorang."ucap rimos.
"Apa lagi saat bos mengalami demam, nona lia begitu sangat khawatir dan itu bjsa di lihat dari sikap dan mata nya yang tidak bisa berbohong"lanjut rimos dan hanya di angguk-angguki oleh davin.
Davin kembali mengingat perkataan nya bersama lia di kamar setelah mendengar pendapat rimos tentang lia.
"Apa tuan suatu hari nanti akan dapat mencintai saya atau..."
"Jangan pernah mengharapkan saya untuk dapat mencintai mu dan jangan pernah berani untuk memikirkan hal itu karna itu tidak akan pernah terjadi"
"Apa lagi saat bos mengalami demam, nona lia begitu sangat khawatir dan itu bjsa di lihat dari sikap dan mata nya yang tidak bisa berbohong".
__ADS_1
"Kenapa perkataan itu terngiang-ngiang dan apa aku terlalu kasar bicara seperti itu pada nya. batin davin dan menggaruk kepala nya menggunakan jari telunjuk nya.