
"Eh tante, tante ngapain ke sini emang tante nggak kerja"tanya lia kaget dengan kedatangan erna yang tiba-tiba.
"Silahkan duduk tan"
"Hem, iya"
"Gimana mau kerja tante aja udah di pecat sama suami kamu dan tante kesini mau minta uang sama kamu."jawab erna santai.
(gak tau malu ya si tante-tante iniππ)
"Ya kan tante bisa cari kerja di tempat lain kan"usul lia.
"Males"jawab erna singkat.
"Tapi kalau tante males cari kerja nanti tante mau makan pake uang dari mana"
"Kan ada kamu, sekarang uang kamu pasti banyak kan di berikan sama suami kamu si davin itu."
"Tante gimana si kan tante tau sendiri tuan davin nikahin lia itu karna apa"
"Iya juga ya, eh tapi kamu usahain dooong minta uang sama suami kamu ya"bujuk erna.
"Sebenarnya aku punya uang yang di berikan sama tuan davin tadi tapi kalau aku kasih ke tante erna dan tuan davin nanyain uang itu gimana"batin lia bimbang.
"Gimana kamu bisa kan usahain minta uangnya sama davin."
Setelah berpikir agak lama akhirnya lia mengiyakan permintaan tanyenya.
"Heehm, ya udah deh nanti lia usahain"
"Nah gitu dong, ya udah nanti kalau udah ada uangnya kamu transferin aja ke rekening tante ya."
"Tante pergi dulu"
Erna pergi dari rumah davin dan di angguki oleh lia. Jujur saja lia saat ini makin bingung karna tantenya gak kerja dan tanpa basa-basi datang kerumah lalu minta uang seenaknya.
"Haaduuhh, gimana coba sekarang tuan davin udah ngelarang aku buat kerja dan tante erna juga minta uang ke aku karna dia juga udah gak kerja"ucap lia sambil memegangi kepala dengan kedua tangan nya.
Setelah lia beberapa lama berpikir untuk mencari solusi atas masalahnya akhirnya lia mendaptkan sebuah ide.
Lia mengeluarkan hp-nya dan mengetik sesuatu di hp nya.
"Akhirnya ketemu, aku bisa buka usaha ketring kecil-kecilan di rumah."ucap lia dengan senyum bahagia.
__ADS_1
(Maaf ya untuk kalimat ketring aku jujur gak tahu gimana cara nulis nya bener apa gak aku juga gak tauπππ jadi maluπ€).
"Kayak nya aku bakal pake sedikit uang yang tuan davin berikan ke aku tadi , iya"
Setelah lia menyusun rencana untuk memulai usahanya lia beranjak dari sofa dan masuk ke kamar untuk mengambil uang dan mencatat semua bahan-bahan yang di perlukan.
Setelah lia mencatat semua keperluan untuk usahanya, lia mulai sibuk untuk mempromosikan usaha ketring melalui teman-teman nya saat SMA dan teman kerja nya saat lia masih bekerja di cafe.
Yah karna lia dulu adalah anak yang banyak di senangi oleh orang-orang jadi banyak juga yang mau berteman dengann lia bahkan dulu dan sekarang juga masih sama.
*****
Di perusahaan milik davin kedua lelaki itu sedang asik mengobrol dan tak lain mereka adalah davin dan rimos yang tengah berbincang-bincang di ruangan davin.
Saat mereka tengah asik berbincang tiba-tiba sekretaris davin mengetuk pintu dan masuk ke ruangan davin.
"Permisi pak"ucap sekretaris itu yang ternyata adalah seorang perempuan.
"Iya ada apa"jawab davin dengan wajah yang datar.
"Maaf pak besok ada salah satu dari klien kita untuk mengajak meeting di perusahaannya dan beliau meminta dengan sangat agar bapak dapat menghadiri meeting penting itu pak"tutur sekretaris itu dan sekali-kali memberikan senyuman manja pada rimos.
Sekretaris itu adalah aulia, wanita cantik tinggi sekitar 165 cm mempunyai kulit yang putih dan juga rambut yang panjang.
Karna menurut rimos lee aulia adalah wanita yang tidak berkomitmen, matre dan dia juga sering kali rimos melihatnya jalan dengan om-om.
Karna itulah rimos sangat tidak menyukai sekretaris davin.
"Siapa"tanya davin.
"Dia adalah pak montara charles cark pemilik perusahaan tekstil ternama dinegara prancis"jawab aulia.
"Jadi maksudmu kau harus pergi ke prancis untuk menghadiri meeting itu"tanya davin.
"Tentu saja tidak pak, karna beliau juga memiliki perusahaan di indonesia jadi bapak di minta untuk datang ke perusahaan nya yang ada di indonesia."jawab aulia dan memandangi rimos yang sibuk dengan jam tangannya.
Sedangkan davin sudah nampak kesal dengan sekretarisnya itu karna hanya mulutnya saja yang berbicara pada davin sedangkan pandangan nya terus tertuju pada rimos.
Sebenarnya davin bisa saja memberhentikan aulia sejak lama tapi karna aulia mempunyai otak yang cepat tanggap jadi davin tidak bisa menyia-nyiakan karyawan seperti itu.
"Baiklah kau beritahu padanya bahwa aku akan datang untuk meeting di perusahaan nya"ucap davin sedangkan aulia masih setia memandangi wajah tampan rimos.
"Apa kau tidak mendengarkan ku"ucap davin yang sudah kesal bahkan davin seperti sudah siap untuk memberi pukulan yang keras pada wanita itu.
__ADS_1
Rimos yang menyadari bahwa sekretaris davin terus memandanginya tanpa memperhatikan dan mendengarkan ucapan davin menatapnya dengan tajam.
"Apa kau tidak mendengar perkataan pak davin"ucap rimos dan masih memberi pelototan tajam pada aulia.
Aulia yang mendengar ucapan rimos pun merasa takut dan tertunduk malu karna davin sudah menggepal tangan nya yang besar itu yang seperti sudah siap untuk memberinya pelajaran.
"Ma-maaf pak"ucap aulia dengan gugup.
"Apa kau sudah bosan bekerja dengan ku sampai kau tidak mendengar kan ucapan ku tadi, apa kau mendengar apa yang aku perintahkan pada mu tadi."ucap davin dingin.
"Maaf pak tapi saya tidak mendengarnya, maafkan saya"ucap aulia dengan nada yang bergetar.
"Aku menyuruhmu untuk memberitahu pak montara itu bahwa aku akan datang ke perusahaan nya untuk meeting."ucap davin kesal.
"Ba-baik pak akan saya beritahu segera, kalau begitu saya permisi"
Setelah aulia kaluar dari ruangan davin,
rimos mencoba menenangkan atasannya itu karna davin terlihat sangat marah.
"Sudah sebaiknya kau pecat saja dia, di luaran sana masih banyak yang lebih baik dari dia untuk menjadi sekretaris mu."ucap rimos dengan tenang.
"Bagaimana bisa aku memecatnya, meskipun di luar sana banyak yang lebih baik dari dia dalam bekerja tapi tidak mungkin bisa secepat dia untuk dapat memahami semua skil-skil perkejaannya."
"Tenti saja bisa jika perlu kau pecat saja dia dan aku akan menjadi sekretaris sekaligus asistenmu"ucap rimos yang memeberi penawaran pada davin.
"Kau pasti tahu bagaimana aku bahkan bisa di bilang bahwa aku yang selalu menghandle pekerjaanmu"ucap rimos dan sedikit dengan nada yang membanggakan diri.
"Iccst, SOMBONG!!"
Rimos yang mendengar ucapan davin mengerucutkan bibirnya.
"Aku akan memikirkan nya terlebih dahulu"ucap davin dan beranjak dari duduk nya lalu melangkah berjalan keluar ruangan nya.
ππππππππππππππππ
Udah dulu ya nanti aku sambung lagi ceritanya dan semoga kalian semua yang sudah mampir menyukai cerita yang aku buat.
Jangan lupa like, komen, dan vote
Dan hadiahnya πΉπΉπΉπ€π€π€
..............TERIMA KASIH............
__ADS_1