MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 60


__ADS_3

"Mas davin itu keterlaluan, lia kan cuma ngomong bentar sama dokter hendra dan itu juga ada mas di sana tapi kenapa mas davin marah dan diamin lia"ucap lia yang membelakangi davin dengan duduk di tepi ranjang.


"Aku tidak marah"sahit davin.


"Ngga marah tapi cemburu"ucap lia kembali.


"Wajar saja jika aku cemburu karna aku suami mu jika aku orang lain tidak mungkin aku cemburu"ucap davin seperti tidak mau kalah.


"Lagi pula kenapa kamu tidak mengatakan pada ku kalau kamu punya sahabat dan dia seorang laki-laki, apa jangan-jangan kamu selama ini sudah sering bertemu dengan nya"ucap davin namun lia hanya diam tidak mendengarkan ucapan davin.


"Kenapa kamu diam"tanya davin dan menoleh ke belakang untuk melihat lia.


"Ternyata dia sudah tidur, berarti dia tidak mendengarkan ku dari tadi"gumam davin sambil menggeleng-gelengkan kepala nya dan beranjak dari ranjang lalu mengambil handuk untuk membersihkan diri nya.


***


Di tempat cafe cofy shop tampak legisya sedang berbicara serius dengan orang suruhan nya.


"Jadi dia adalah tante nya dan sekarang dia pergi ke luar negeri karna sudah menikah begitu"tanya legisya pada pria di depan nya.


"Iya bos, dan aku juga mendapatkan informasi bahwa dia menikahkan keponakan nya karna untuk menyelamatkan nya diri nya dari amukan davin dan sekaligus sebagai ganti karna dia sudah melakukan korupsi di perusahaan tempat ia bekerja"ucap pria suruhan legisya.


"Hehh, itu berita yang sangat bagus ini bayaran mu"ucap legisya dengan tersenyum puas dan penuh rencana busuk.


"Ok terima kasih kalau bos ada pekerjaan lagi untuk saya tinggal hubungi saya"ucap pria itu dan pergi meninggalkan legisya.


"Jadi istri yang kau katakan sangat kau cintai sebenarnya hanya lah alasan mu saja untuk menghindar dari ku davin, tapi tidak lagi untuk sekarang karna aku sudah tahu kebenaran nya dan dengan begitu akan lebih mudah untuk ku menyikirkan nya karna dia hanya penghalang untuk kita kembali bersama"ucap legisya sambil memutar-mutar gelas berisi cofy susu dengan senyum jahat di wajah nya.


"I'm coming davin..."gumam legisya.


🍁🍁🍁


Hatmri sudah menjelang malam semua yang berada di kediaman davin sudah duduk di meja makan dan menyantap makanan mereka, namun kelihatan nya davin masih mendiamkan lia hingga membuat lisa bingung.


"Kak davin...!"panggil lisa namun davin hanya berdehem saja.


"Kak davin kenapa dari tadi seperti mendiamkan kak lia apa ada masalah"tanya lisa dengan serius.


"Bukan urusan mu kamu masih kecil jadi tidak usah ikut campur masalah rumah tangga kakak"jawab davin.

__ADS_1


"Jelas lisa ikut campur karna lisa adik nya kakak dan lisa juga bukan anak kecil lagi kalau lisa anak kecil ngga mungkin lisa sekarang sudah berumur dan kuliah juga"ucap lisa tegas.


"Tetap saja kamu tidak boleh ikut campur, urus saja urusan mu dengan orang yang di samping mu itu"ucap davin sambil melirik rimos.


"Kak davin.."


"Sudah-sudah lisa kamu habiskan makanan mu dan jangan bicara dengan orang yang tidak mau kalah dari mu karna akn sulit untuk membuat nya mengerti"ucap lia yang menyela lisa dengan mengeluarkan kata-kata yang menyindir davin.


Hingga suasana di meja makan itu hening karna davin pun seperti tidak peduli dengan ucapan lia barusan sedangkan lisa mencibik kan bibir nya pada davin dan rimos hanya menggeleng-geleng kepala melihat davin,lia, dan lisa saling mengatai.


"Aku ke dapur sebentar"ucap lia dan beranjak dari duduk nya lalu lergi ke dapur.


"Eh non lia"ucap salah satu pelayan yang sedang sibuk di dapur namun lia dengan ramah menanggapi nya dengan senyuman manis di wajah nya.


"Non lia butuh sesuatu"tanya pelayan wanita itu.


"Ahh tidak, saya hanya ingin mengambil pisang"jawab lia dan melihat-lihat ke sekeliling dapur.


"Bi aminah mana"tanya lia pada pelayan wanita itu.


"Oh dia sedang sakit non, jadi dia hanya tidak ke dapur dan sedang tidur di kamr nya"jawab pelayan itu.


"Sakit, sakit apa kenapa ngga ada yang kasih tahu saya kalu bi aminah sakit"tanya lia tapi ia tidak mendengar kan alasan pelayan itu dan langsung bergegas menghampiri aminah ke kamar.


Dengan tergesa-gesa dan khawatir lia masuk ke kamar aminah tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung melihat kondisi aminah.


"Subhanallah, bi bibi sakit"tanya lia kaget saat ia menempelkan tangan nya ke kening aminah dan di rasakan nya panas.


"Eee non lia, bibi ngga papa non cuma demam aja"jawab aminah dan berusaha untuk bangun dari tidur nya tapi lia meminta nya untuk tetap berbaring.


"Bibi udah minum obat"tanya lia khawatir.


"Sudah non, non lia ada apa ke sini"tanya aminah.


"Tudak ada apa-apa bi tadi lia sempat nanya ke salah satu pelayan di dapur dan kata nya bibi sedang sakit maka nya lia langsung ke sini"jawab lia yang tampak cemas melihat kondisi aminah.


"Bibi mau antar ke dikter, biar lia minta tolong sama mas davin"ucap lia dengan penuh harap aminah akan mau dengan ajakan lia meskipun sebenar nya lia sudah tahu jawaban aminah adalah tidak.


"Ngga usah non nanti juga sembuh sendiri"ucap aminah.

__ADS_1


"Ya udah kalau bibi ngga mau ke dokter biar dokter nya ke sini aja ya, bentar lia telpon dokter nya dulu"ucap lia.


Lia langsing menelpon dokter di rumah sakit dan meminta nya untuk segera datang ke rumah kediaman davin jonn kyu.


"Bibi istirahat aja ya jangan kerja dulu tadi lia udah telpin dokter nya dan bentar lagi dia datang, lia tinggal bentar ya bi"ucap lia.


"Makasih non"ucap aminah dan di angguki oleh lia.


Lia oeegi keluar kamar aminah dan menemui davin dan untuk memberi tahu nya tentang kesehatan aminah.


"Mas davin kemana?"tanya lia dan mencari-cari keberadaan davin hingga akhir nya lia ke kamar dan mendapati davin ada di dalam kamar yang sedang duduk memainkan hp nya.


"Mas davin"panggil lia.


"Apa"jawab davin dengan ketus.


"Bi aminah sakit dan lia tadi udah liat kondisi nya dan lia juga udah panggil dokter buat datang ke sini"ucap lia dan memdekati davin yang duduk di sofa.


"Sakit apa?"tanya davin kaget dan langsung meletakkan hp nya di atas meja.


"Tidak tahu"jawab lia.


"Kamu tadi sudah panggil dokter, siapa dokter nya"tanya davin.


Mendengar pertanyaan davin seketika davin terkejut karna davin menanyakan dikter itu sedangkan lia menelpon dokter hendra yang tak lain adalah sahabat nya.


"Dokter hendra"jawab lia takut.


"Bagus dokter hendra, seperti tidak ada dokter yang lain saja sehingga kamu panggil dokter itu ke mari"ucap davin dengan nada tidak senang mendengar nama dokter itu.


"Jangan begitu mas, aku tadi kahwatir jadi aku tidak ounya pilihan selain dokter hendra sendiri"ucap lia yang menundukkan kepala nya.


"Tolong jangan marah mas"mohon lia tapi davin hanya berdengus dan membuang nafas kasar.


"Ayo kita temui bibi"ajak davin dan di angguki oleh davin.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Penghilang gabut dengan menulis novel se-engga nya bisa lah ya ngilangin gabut ku dan semiga kegabutan kalian juga bisa ilang sedikit dengan mampir dan membaca novel ku, hihiiiii...

__ADS_1


Ooh ya kalau ada temen-temen yang mau menjalin tali silaturahmi pertemanan bisa follow ya ig ku🤣🤣.


Ig : @santipuspita71


__ADS_2