MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 68


__ADS_3

"Lihat lah mereka pagi-pagi sudah berenang berdua pula"ucap lia dari atas balkon.


"Kamu cemburu?"tanya davin.


"Hem, tidak untuk apa aku cemburu aku bahkan merasa sangat bahagia melibat mereka."jawab lia.


"Eemm baik lah"ucap davin pendek.


"Kamu kenapa mas seperti tudak bersemangat"tanya lia.


"Tidak tidak papa aku hanya sedikit lelah saja"jawab davin dan masuk ke kamar nya.


"Mas davin kenapa apa dia sakit"gumam lia dan langsung menyusul davin ke kamar.


Saat lia melihat davin sudah berbaring di atas ranjang lia langsung menghampiri nya dan memeriksa nya.


"Hei ada apa"tanya davin sambil menaikkan kedua alis nya.


"Tentu saja memeriksa mu"jawab lia.


"Tapi aku sudah bilang bukan aku tidak apapa, aku hanya sedikit lelah"ucap davin.


"Hem baik lah, kalau begitu katakan apa mas davin ada masalah karna lia tahu mas davin tidak pernah seperti ini sebelum nya"pinta lia.


"Apa yang bisa aku katakan kamu sendiri tidak mau mengatakan apa pun pada ku kamu selalu menyembunyikan sesuatu pada ku"ucap davin yang sontak membuat lia terdiam.


"Kenapa diam?"tanya davin.


"Apa maksud ucapan mu mas lia ngga ngerti"tanya lia sedikit takut.

__ADS_1


Davin langsung berdiri dan pergi menuju ke lemari pakaian lia dan membuka lemari itu lalu tampak davin seperti sedang mencari-cari sesuatu.


"Mas davin apa yang kamu cari di sana mas"tanya lia yang sudah semakin takut bahkan tubuh lia kini sudah bergemetar.


"Ini..."ucap davin dambil mengangkat sebuah amplop kertas dari RS.


"Mas davin i..i..itu"ucap lia terbata bahkan rasa nya lia sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri di hadapan davin.


"Iya ini adalah surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa kamu sedang sakit lia"jawab davin.


"D..dari mana mas davin mengetahui itu dan siapa yang memberitahu mu mas"tanya lia kembali.


"Hehh tidak perlu bertanya dari mana aku tahu soal ini dan ini aku juga tidak tahu dari siapa-siapa"jawab davin.


"Aku mengetahui hal ini saat kamu pergi keluar rumah tadi pagi"ucap davin dan menjelaskan semua nya pada lia.


*Flashbck off*


"Lia kemana,apa dia sudah bangun"ucap davin.


"Hah, mungkin saja dia kan sangat rajin pasti dia sedang mandi sekarang"gumam nya sambil tersenyum renyah.


Mata davin langsung tertuju pada kamar mandi yang dan sedikit membuka telinga nya namun yang ingin di dengar nya tidak bersuara.


"Coba aku cek sebentar"ucap davin dan beranjak dari tidur nya.


Ceklek...


"Tidak di kunci"gumam davin dan sedikit demi sedikit ia membuka pintu kamar mandi.

__ADS_1


Setelah davin melihat lebih dalam ternyata orang yang ia kira ada di kamar mandi tidak berada di dalam nya.


"Hufh, mungkin dia sudah di bawah menyiapkan makanan untuk ku"ucap davin.


Dengan senang nya davin menuju ke lemari pakaian nya untuk mengambil handuk, namun karna davin tidak dapat mememukan handuk nya ia memutuskan untuk meminjam milik lia.


Setelah davin mencari-cari keberadaan handuk itu akhir nya davin menemukan nya namun mata davin tertuju pada sebuah kertas putih yang berada di bawah pakaian lia.


"Apa ini amplop dari rumah sakit"ucap davin dan membuka amplop itu.


Setelah davin membuka nya bahkan membaca nya betapa kaget nya ia setelah mengetahui isi dari surat itu.


*Flashbck on*


"Apa kamu tahu lia bahkan aku sampai harus berpura-pura dan berbohong pada lisa tadi pagi karna aku sengaja untuk menunggu mu jujur pada ku dan menceritakan semua nya pada ku"ucap davin.


"Tapi tidak kamu seperti nya sengaja ingin menutupi ini dari ku"ucap nya lagi.


Sedangkan lia hanya menangis tersendu-sendu setelah mendengar pengakuan dari davin.


"Lia katakan pada ku kenapa kamu menyembunyikan hal ini, apa kamu tidak berpikir bahwa ini bukan lah hal yang kecil ini menyangkut diri mu hidup mu sendiri, jika kamu tidak mau memikirkan perasaan ku atau bagaimana aku nanti nya jika harus tanpa mu setidak nya pikir kan tentang diri mu"ucap nya.


"Kamu tidak bisa berjuang sendiri melawan penyakit mu"ucap davin.


Lia yang mendengar ucapan davin sejak tadi bahkan ia hanya bisa menangis tanpa berkata satu kata pun langsung menenggelamkam wajah nya ke dalam pelukan davin.


Hikss...hikss..hiks...


Hiks...hiks...

__ADS_1


"Maaf kan aku mas aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu tapi aku tidak mau mas terbebani saat tahu tentang penyakit ku apa lagi usia ku sudah...."ucap lia namun davin langsung menutup mulut nya dengan jari telunjuk nya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2