
Tapi karna kepolosan lia dia pun percaya begitu saja dengan perkataan davin dan mau tidak mau lia harus tidur di lantai tanpa
selimut.
(si davin kejam banget sih, gak suka akuπππ€π€).
Davin tertidur pulas di atas kasur king size nya tanpa memperdulikan lia yang menggigil karna kedinginan.
*****
Ke esokan harinya...
Lalisa sudah siap untuk kembali ke new york karna dia hanya minta cuti beberapa hari saja jadi tidak bisa lama-lama di indonesia.
Sebelum pergi lisa sarapan bersama dengan davin dan juga lia, bahkan rimos lee juga ikut makan bersama mereka karna adanya urusan kantor jadi rimos pergi pagi sekali untuk menemui davin.
"Lisa, apa semua nya sudah kamu siapkan tidak ada yang ketinggalan kan"tanya davin lembut.
"Iya udah semua kok gak ada yang ketinggalan."jawab lisa sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Ya udah nanti selesai makan kakak akan mengantar kamu ke bandara"ucap davin.
"hem, sama kak lia juga kan"tanya lisa dan membuat davin langsung menoleh ke arah lia dan memasang wajah tak bersahabat.
"Gak usah biar lia di rumah aja, lagian nanti kakak harus langsung pergi ke kantor karna hari ini ada meeting penting."jawab davin dengan dingin.
"Iya lisa, biar kak lia di rumah aja"sahut lia dengan nada yang sedikit gugup.
Lisa yang memerhatikan logat bicara davin sedikit dingin dan juga lia yang gugup melirik mereka berdua.
Sedangkan rimos lee hanya menyimak pembicaraan mereka bertiga.
"Kan nanti kak davin bisa antar kak lia pulang bentar trus bisa langsung pergi ke kantor, lagian kan ada oppa rimos lee yang bisa menghandle semuanya."ucap lisa dan memandang rimos lee dengan senyuman manja.
"Tetap saja tidak bisa, karna ini meeting yang sangat penting tapi kalau dia mau nanti pulang sendiri naik taxi."ucap davin melirik tajam lia.
"Iih, kak davin kok gitu si sama istri"bentak lisa kesal karna sedari tadi davin kekeh tidak ingin mengajak lia untuk mengantarnya pulang.
"Hufh, ok fine lia boleh ikut"ucap davin kesal dan dia juga tidak mau melihat adiknya cemberut seperti di gigit semut.
Melihat adikknya yang sudah marah davin pun akhirnya mengalah dan terpaksa mengajak lia untuk mengantar lisa.
"Rimos kau urus urusan kantor sebelum aku berada disana."ucap davin memberi titah kepada rimos.
"Baik bos"jawab rimos singkat dan kembali melanjutkan makan.
"Ooiya kak davin lisa boleh tanya sesuatu"ucap lisa memasang wajah serius.
"Mau tanya apa"jawab davin.
"Kak davin kapan mau ajak kak lia honeymoon."
Uhuk...uhuk...uhuk....davin yang sedang minum tersendak sedangkan lia tersedak makanan akibat pertanyaan lisa.
__ADS_1
"Why? Kok kak davin sama kak lia malah tersendak sih setelah lisa nanya kayak gitu aneh banget"
Davin dan lia hanya diam setelah tersendak bersamaan.
Jangan di tanya rimos lee saat ini menahan tawa yang ingin pecah karna pertanyaan dari lisa barusan yang di tujukan kepada atasannya.
Tapi rimos hanya pura pura cuek dan tenang bahaya jika bosnya tau kalau rimos sedang menahan tawa.
Karna tidak mau terjebak dalam pertanyaan lisa davin meminta adik nya itu untuk cepat menghabiskan makanannya.
ππππ
Davin sudah duduk di kursi kemudi lisa yang kekeh meminta lia untuk duduk di kursi sebelah davin mau tak mau lia menurut dan lisa akan duduk di kursi belakang tapi baru saja dia ingin membukakan pintu lisa melihat rimos yang akan masuk kemobilnya.
"Kak lia sama kak davin tunggu lisa bentar ya, lisa mau pamit dulu sama oppa lee"ucap lisa dan langsung berlari menghampiri rimos.
"OPPAA LEE..."
Rimos yang hendak mau masuk ke mobil menoleh karna lisa memanggilnya.
"Ada apa kenapa kau masih disini"
"Hehe, lisa kan belum pamitan sama oppa"ucap lisa dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Lisa boleh minta peluk gak"
(iih lisa kok gak tau malu banget sihπ€π€)
"Kau ini"ucap rimos sambil membelai rambut lisa dan memberinya pelukan perpisahan.
"Udah pelukannya, nanti ketinggalan pesawat"ucap davin sewot sambil memasukkan tangan nya ke saku celana.
Lisa yang mendengar ucapan davin mengerucutkan bibirnya ke atas.
"Ayo lisa cepetan"ucap davin berjalan kembali untuk masuk ke mobil dan di ikuti oleh lia.
"Ya udah sana jangan buat kakak kamu nunggu lama-lama"ucap rimos pada lisa.
Setelah rimos meminta lisa pergi masuk ke mobil davin, lisa pun menurut pada rimos.
"Hem iya oppa ku sayang"ucap lisa dan memberikan ciuman singkat di pipi kanan rimos.
Rimos yang tiba-tiba saja mendapatkan ciuman dipipi kanan nya terdiam mematung bahkan detak jantung yang tadi nya normal malah terpacu lebih cepat.
"Apa ini kenapa seperti ini, haaah gadis itu berani sekali dia, awas saja jika dia kembali lagi nanti aku akan membalasnya. "batin rimos.
Sementara lisa sudah pergi dari hadapan rimos dan melambaikan tangannya.
(Oo my good lisa kok berani banget siihπ€π€, awas lo nanti kalau pulang lagi ke indonesia hati-hatiπ€£π€£).
"Ayo kak jalan"
"Lisa apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan tadi terhadap asistenku."
__ADS_1
"Apa"jawab lisa santai.
"Hufh, tidak apa-apa"
Davin yang merasa kesal pada lisa akhirnya melajukan mobilnya dan tidak bicara sepatah kata pun.
Lia yang tanpa sengaja melihat sikap lisa pada rimos bahkan berani menci*m pipi rimos hanya menahan tawa karna menurutnya sikap lisa itu terlalu blak-blakan.
Saat di perjalanan tidak ada yang bicara diantara mereka hanya ada keheningan tapi lisa yang sedari tadi memerhatikan kedua pasutri yang baru menikah itu pun melontarkan pertanyaan yang sama saat sarapan tadi.
"Kak davin sama kak lia tadi kok bisa tersendak bersamaan sih, kayak kaget gitu lisa ngomongin soal honeymoon."tanya lisa memecahkan keheningan di dalam mobil itu.
"Udah kamu gak usah nanya soal yang tadi"
"Kenapa"
"Karna kakak belum kepikiran aja sekarang masih banyak kerjaan"ucap davin.
"Soal kerjaan kantor kan bisa di serahin dulu sama oppa lee selama kak davin honeymoon sama kak lia."
"Iya nanti kalau ada waktu"
Lisa yang mendengar jawaban kakak nya merasa kesal karna kakak nya seperti tidak peduli dengan pernikahannya sendiri, tapi dibuang jauh jauh oleh lisa dia tidak mau berpikiran negative tentang pernikahan kakak nya yang baru saja di mulai kemarin.
Tanpa terasa mobil mewah davin sudah tiba di bandara, davin langsung turun dan diikuti oleh lia dan lisa, tak lupa davin menurunkan koper milik lisa dari bagasi.
Saat ini mereka sudah berada di ruang tunggu dan lisa yang terus saja bicara membuat davin dan lia terpojok karna ucapan lisa yang tak jauh beda dengan pertanyaan tadi.
"Apa kau akan selalu berbicara seperti itu, tidak kah kau memeluk kakak mu ini"ucap davin dengan nada suara dan sikap yang lembut sambil membelai rambut adikknya.
"Iya deh aku peluk tapi, tapi kak davin jangan lupa ajak kak lia hone..."belum sempat lisa menyelesaikan ucapan nya davin langsung menghentikannya.
"Iya, puas.
Udah sana nanti kamu ketinggalan pesawat dan ingat jangan lupa kabarin kakak kalau udah sampai disana"ucap davin.
"Iya"
"Oh ya kak lia aku pulang ya kalau kak davin ada ngapain kakak aduin aja ke lisa biar lisa marahin kak davin"ucap lisa pada lia sembari memeluk lia.
"Hemh, mana berani dia melakukan itu"batin davin dan tersenyum smirk.
"Ya udah kalau gitu lisa pergi dulu ya kakak-kakak ku yang cantik dan tampan."lisa mencium pipi lia dan davin secara bergantian setelah itu ia melambaikan tangannya kepada davin dan lia.
Setelah lisa hilang dari pandangan davin dan lia, tanpa bicara davin langsung berbalik dan berjalan menuju parkiran mobilnya, lia yang melihat davin pergi menuju parkiran menyusul dan mengikuti nya dari belakang.
Sesampainya di parkiran mobil dan sudah berada di depan mobil lia langsung membuka pintu mobil dan duduk di sebelah kursi kemudi dan tanpa bicara davin langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
ππππππππππππππππ
Udah dulu ya nanti aku sambung lagi ceritanya dan semoga kalian semua yang sudah mampir menyukai cerita yang aku buat.
Jangan lupa like, komen, dan vote
__ADS_1
Dan hadiahnya πΉπΉπΉπ€π€π€
..............TERIMA KASIH............