
"Tolong jangan marah mas"mohon lia tapi davin hanya berdengus dan membuang nafas kasar.
"Ayo kita temui bibi"ajak davin dan di angguki oleh davin.
Baru saja davin dan lia turun dan hendak menuju ke kamar aminah sudah ada yang membunyikan bel di mansion davin denan cepat dan sigap salah satu pelayan di mansion itu langsung membuka kan pintu nya.
"Permisi mbak saya dokter hendra tadi pemilik rumah ini meminta saya untuk datang karna ada salah satu keluarga nya yang sakit."ucap dokter hendra.
"Oh iya silakan masuk dok"ucap pelayan itu sembari memberi jalan ke pada dokter hendra.
"Kamu temui dia aku duluan ke kamar bibi"ucap davin dengan suara berat.
"Iya mas"sahut lia dan menghampiri dokter hendra.
Sedangkan davin dengan wajah marah dan kesal langsung pergi menuju ke kamar aminah.
"Eh dokter udah sampai, ayo dok ikut saya"ucap lia dan di angguki oleh dokter hendra.
__ADS_1
"Silahkan masuk dok"ucap lia yang sudah berada di depan pintu kamar aminah.
Lia dan dokter hendra masuk dan dokter nya langsung menghampiri aminah dan memeriksa nya sedangkan lia memdekat kepada davin yang dengan acuh berdiri tegap dan santai.
"Bagaimana keadaan bibi dok"tanya lia setelah domter hendra selesai memeriksa aminah.
"Tidak papa, dia hanya demam biasa dan jangan biarkan dia terlalu lelah bekerja karna di usia nya yang sekarang seharus nya banyak istirahat"jawab dokter hendra.
"Ini resep obat nya beeikan pada nya 3 kali sehari sesudah makan"ucap dokter hendra sembari memberikan resep obat nya pada lia namun davin dengan gerakan nya yang cepat langsung mengambil nya sebelum lia.
"Baik terima kasih dok"ucap lia dengan senyum ramah nya.
Setelah dokter hendra pergi keluar kamar aminah lia hendak ingin mengantar nya namun ia melihat davin dengan wajah yang memerah hingga lia tidak bisa untuk mengantar dokter itu.
"Bi, bibi istirahat lah"ucap davin dan di angguki oleh aminah lalu pergi dari kamar aminah sedangkan lia masih berdiri melihat davin pergi tanpa menghiraukan nya.
"Ehm, bi lia ke kamar ya bibi istirahat nanti biar lia yang kasih bibi obat kalau bibi udah makan ya"ucap lia lembut karna memang aminah harus istirahat.
__ADS_1
***
Saat ini lia sudah berada di dalam kamar bersama davin, tapi lia malah di buat bingung karna davin sudah marah dan merajuk lama.
"Mas davin sampai kapan mau marah sama lia"tanya lia polos tapi davin hanya diam dan membuang nafas panjang.
"Ciitt, mas davin keterlaluan lia minta mas davin jangan marah lama-lama ke lia nanti lia marah juga lo dan mungkin lebih lama dari mas davin"ucap lia kesal namun favin hanya melihat lia sekilah dengan tatapan tajam dan kembali membuang muka pada lia.
"Hufh, baik lah terserah mas davin saja"ucap lia dan membuang nafas kasar.
Saat lia baru saja memeramkan mata nya tiba-tiba kepala lia sakit dan seperti berputar-putar hingga lia mengubah posisi nya menjadi duduk dengan memgangi kepala nya yang sakit.
Sebelum nya lia ingin meminta bantuan davin tapi karna di lihat nya davin sudah pulas tertidur akhir nya lia berusaha menahan dan berjalan sempoyongan untuk mengambil obat nya.
ππππππππππππππππ
Ok jadi gimana cerita nya kira2 nyambung gk ya soal nya aku juga lagi gabut banget, tapi harapan aku kalian gk pernah bosan buat baca cerita novel ku.
__ADS_1
Makasih banyak buat kalian yang udah mampir di cerita ku semoga kalian suka dan terhibur dan maaf juga ya karna aku nulis novel nya gk ada roman2 nya soal nya jujur aja aku gk berani karna ini kan bulan suci jadi takut gimana gituπππ€£π€£.