
"Mereka berdua ngapain di kamar dari tadi ngga keluar-keluar,
Sebaik nya aku ke dapur"ucap lia merasa bosan dan hendak beranjak dari duduk nya menuju ke dapur untuk menemui aminah.
Tap....tap...tap...
Lia berjalan ke dapur dan semua pelayan yang berada di dapur memberikan salam dan menundukkan kepala nya.
"Kalian kenapa kepala nya sakit"tanya lia dan pelayan-pelayan itu menggelengkan kepala nya.
"Aku sudah katakan aku tidak suka kalian memperlakukan ku seperti itu apa lagi di antara kalian ada yang lebih tua dari ku dan seharus nya sesama manusi itu saling menghormati dan menghargai tapi tidak dengan menundukkan kepala"ucap lia lembut tapi sesekali ia menekankan kata-kata nya dan hanya di angguki oleh pelayan-pelayan itu sedangkan aminah yang juga berada di dapur tersenyum tulus dan senang mendengar ucapan lia.
Lia yang membuang nafas kasar karna ia hanya mendapati gelengan dan anggukan dari pelayan-pelayan yang berada di dapur.
"Eeem bi lia boleh ngomong sebentar"ucap lia pada aminah.
"Bisa non"ucap aminah.
Lia berjalan keluar dapur menuju ke taman belakang dan di ikuti oleh aminah.
"Ada apa non"tanya aminah saat mereka sudah berada di taman belakng.
"Ee gimana ya bi, lia jadi bingung ngomong nya"ucap lia sambil menggaruk twngkuk leher nya yang tak gat.
"Ngga papa non ngomong aja, bibi dengarin"ucap aminah.
"Jadi begini bi, untuk masalah ketring.."ucap lia namun lia menghentikan ucapan nya karna merasa tidak enak hati pada aminah.
"Kenapa non"tanya aminah.
"Lia seperti nya mau usaha ketring itu untuk sementara waktu kita liburkan dulu ya bi, soal nya lia takut mas davin tahu apa lagi kalau mas davin akan sering di rumah"jawab lia.
"Terserah non lia, tapi kalau bibi boleh kasih saran mending non lia jujur sama tuan davin supaya non lia bisa tahu apa tuan davin setuju apa ngga, kalau tuan davon setuju kan non lia bisa leluasa buat usaha ketring itu tapi kalau tuan davin ngga kasih izin jangan di paksa non"ucap aminah dan memberi saran pada lia.
"Tapi lia takut bi kalau ujung-ujung nya mas davin ngga kasih izin"ucap lia putus asa.
"Di coba dulu non usaha tidak akan menghianati hasil"ucap aminah.
__ADS_1
Lia yang mendengar ucapan aminah memeluk aminah dengan erat dan banyak mengucapkan terima kasih.
"Makasih bi... Terima kasih banyak bibi selalu ada buat lia sejal lia datang kerumah ini walaupun bibi bukan siapa-siapa lia bibi perhatian sekali ke lia."ucap lia.
"Sama-sama non, ya sudah non bibi balik lagi ke dapur ya"ucap aminah dan melonggarkan pelukan nya.
Lia mengangguki ucapan aminah dan pergi dari taman belakang setelah aminah pergi ke dapur.
"Mungkin mas davin sudah keluar dari kamar tuan rimos"ucap lia yang berjalan dan mencari-cari keberadaan davin.
"Kok ngga ada apa masih di kamar tuan rimos atau ada di kamar, coba aku cek ke kamar dulu"ucap lia dan berjalan ke atas.
Ceklek...
Lia membuka pintu dan ternyata davin sudah ada di kamar dengan santai nya duduk di sofa.
"Mas davin"panggil lia dengan manja dan duduk di sebelah nya.
"Mas kenapa?"tanya lia karna davin tak menggubris nya dan hanya diam saja.
"Mas davin kenapa, apa ada masalah"tanya lia kembali dan kali ini davin melihat nya dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Kenapa kamu bohong sama aku dan kamu merahasiakan hal besar pada ku"ucap davin ketos.
Deg...
Lia terdiam mematung mendengar ucapan davin.
"Rahasia apa mas davin tahu soal, tidak itu tidak mungkin bagaimana mas davin bisa tahu soal penyakit ku"pikir lia dalam hati nya dan menggigit bibir bawah nya.
"Kenapa kamu sembunyikan soal kamu yang membuka usaha ketring dan itu tanpa sepengetahuan ku dan tanpa seizin ku"tanya davin.
Seketika lia merasa lega karna rahasia yang davin bicarakan adalah masalah ketring nya.
"Lia"panggil davin dan sontak lia merasa kaget.
"Hmm, iya kenapa mas"jawab lia.
__ADS_1
"Jawab aku kenapa kamu merahasiakan nya"tanya davin kembali.
"Soal itu, lia minta maaf mas lia sebenar nya memang berencana mau kasih tahu mas davin tapi ternyata mas davin udah tahu"jawab lia dengan tenang.
"Mas davin tahu dari mana soal ini"tanya lia penasaran.
"Yah, aku tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan mu bersama bibi aminah"jawab davin.
"Lia minta maaf mas, lia rahasiakan ini karna lia ada alasan nya"ucap lia sembari menggenggam tangan davin.
"Mas davin waktu itu kan ngga kasih izin lia buat kerja dan kebutalan waktu itu lia lagi butuh uang maka nya lia mutusin buat buka usaha ketring itu"ucap lia penuh harap davin mau memerima alasan nya tersebut.
"Tapi kamu bisa minta uang pada ku bukan"ucap davin.
Ucapan davin membuat lia merasa kecewa.
"Mas davin apa ngga ingat waktu itu di hari kita pulang mengantar lisa ke bandara mas davin bilang kalau mas davin akan menanggung semua kebutuhan lia bukan menafkahi lia sebagai istri tapi apa mas davin berpikir dulu sebelum mas davin mengeluarkan kata-kata itu"ucap lia dengan lantang.
"Dan saat itu lia benar-benar ngga bisa terima mas davin mengatakan hal itu tapi apa daya lia, mas davin selalu marah-marah ke lia bahkan mas davin benci pada lia"ucap lia yang sudah siap untuk menjatuhkan air mata nya sedangkan davin hanya terdiam memdengar perkataan lia dan mengingat kembali perkataan nya saat itu.
"Ini uang untuk ongkos mu pulang dan ia mulai sekarang kau tidak perlu lagi bekerja karna aku akan menanggung semua biaya kehidupan mu"
Davin mengingat apa yang telah di katakan nya pada saat itu dan itu membuat davin merasa bersalah dan menyesali perkataan itu sedangkan lia sudah menangis dengam diam.
Davin membawa lia ke pelukan nya sembari menenangkan lia dan meminta maaf pada nya.
"Maaf sayang, aku minta maaf saat itu aku benar-benar merasa kesal tolong maaf kan aku"ucap davin dan menciumi pucuk kepala lia.
"Aku benar-benar minta maaf, aku menyesal telah mengatakan hal itu pada mu"ucap davin dengan mata yang berkata-kata.
"Hm, tidak papa mas aku juga minta maaf"ucap lia yang juga meminta maaf pada davin.
"Cup"
Mendadak davin mencium kening lia dan beralih memcium bibir lia, lia yang mendapat serangan secara tiba-tiba tidak bisa mengelak dan memilih untuk membalas nya sedangkan davin merasa senang dengan respon lia dan semakin memperdalam dan menyesapi ciuman nya.
ππππππππππππππππ
__ADS_1
Hihihihi...maaf cerita nya ngga bisa lebihπππ€π€π€