MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 12


__ADS_3

Sesampainya di parkiran mobil dan sudah berada di depan mobil lia langsung membuka pintu mobil dan duduk di sebelah kursi kemudi dan tanpa bicara davin langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Saat sepertengah perjalanan davin memberhentikan mobil ke pinggir dan tanpa basa-basi davin menyuruh lia untuk turun dari mobil.


"Cepat kau turun dari mobil ku"titah davin dingin.


"Tapi tuan kita belum sampai di rumah kenapa anda menyuruh saya turun"tanya lia bingung di ikuti dengan rasa takut.


"Aku tidak bisa mengantarmu pulang sampai ke rumah karna aku ada meeting penting di kantor, jadi kau pulang sendiri"


"Tapi tuan saya tidak punya uang untuk ongkos"ucap lia menundukkan kepalanya.


Tanpa berpikir lama davin mengeluarkan dompet nya dan mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu.


"Ini uang untuk ongkos mu pulang dan ia mulai sekarang kau tidak perlu lagi bekerja karna aku akan menanggung semua biaya kehidupan mu"


Deg...


Dada lia serasa sesak mendengar ucapan davin.


"Menanggung, bukankah aku adalah tanggung jawabnya aku adalah istrinya dan sudah sepantasnya dia menafkahiku tapi dia bilang akan menanggung biaya kehidupanku benar-benar tidak punya hati."batin lia.


"Tidak tuan kau tidak perlu menanggung semua biaya hidup ku aku akan tetap bekerja di tempat aku bekerja"ucap lia dan mengambil uang dari tangan davin.


Davin yang mendengar ucapan lia menyeringai kesal dengan apa yang lia katakan padanya.


"Baiklah jika kau ingin tetap bekerja dan membantah perintah ku maka kau akan mendapatkan hukuman dariku"


"Jadi kau bisa memilih ingin menurut padaku atau ingin tetap bekerja tapi kau akan mendapatkan hukuman dariku."ancam davin.


Mendengar hal itu lia hanya diam, bingung apa yang harus lia katakan tapi jika lia membantah maka davin tidak segan-segan akan menghukumnya tapi lia juga tidak bisa berhentik dari pekerjaannya karna lia ingin mandiri.


"Kenapa diam cepat turun, jangan sengaja kau membuat ku terlambat untuk ke kantor ku karna sudah cukup tante mu membuat perusahaan ku rugi besar dan jangan kau menambahinya juga."ucap davin


"Maaf tuan tapi saya minta tolong buat izin kan saya kerja, saya janji saya akan menjadi istri yang baik untuk tuan dan saya akan melakukan apapun perintah tuan"


"Tidak, jika aku bilang tidak maka jawaban nya akan tetap sama dan tidak bisa di ganggu gugat, sekarang kau cepat turun dari mobil"


Mau tak mau lia harus turun dari mobil davin dengan rasa kecewa mau kesal juga tidak mungkin karna lia takut davin akan memarahinya bahkan mungkin lebih dari itu.

__ADS_1


Setelah turun dari mobil davin dan davin melajukan mobilnya tanpa memperdulikan lia bahkan lia yang ingin mencium punggung tangan suaminya tidak di perdulikan oleh davin.


Lia memutuskan pulang menggunakan ojek karna lia tidak terbiasa menaiki taksi,


Apalagi dengan naik ojek akan lebih cepat sampainya.


Setelah lia menemukan pengkolan ojek lia langsung meminta salah satu abang ojek itu untuk mengantarnya pulang dan memberi tahu alamat tujuan nya.


*****


Davin yang sudah sampai di kantor dan langsung masuk ke ruang meeting tanpa memperdulikan para karyawan yang menyapanya.


Terlihat di ruang meeting hanya ada rimos lee dan davin langsung menghampirinya.


"Apa meeting nya sudah selesai"ucap davin.


"Iya bos, klien kita tertarik dengan rancangan proyek kita dan dia juga memutuskan untuk bekerja sama dengan kita bahkan akan segera menstranfer dp nya."


"Bagus kalau begitu kau utus beberapa karyawan untuk mengerjakan proyeknya"titah davin dan mengembangkan senyum senangnya.


"Baik bos"


"Bos, apa lisa sudah memberikan kabar"


"Belum,kenapa?"ucap davin cuek.


"Aahh, tidak aku hanya bertanya"rimos yang melihat davin dengan wajah seperti itu menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


"Apa kau menyukai adikku"tanya davin memasang wajah serius.


"Tidak tahu, untuk sekarang mungkin tidak tapi jika adik mu itu selalu bersikap seperti tadi saat dia menc*um ku mungkin aku akan benar-benar menyukainya"jawab rimos santai sedangkan davin seperti elang yang sudah siap menerkam mangsanya.


Rimos yang melihat wajah davin yang siap untuk menerkam nya hanya berdengus kasar.


"Aku sungguh dengan perkataanku, tidak perlu menatap ku seperti itu"


"Huuhf,aku tidak akan melarangmu untuk mendekati adikku bahkan jika kau menyukainya karna aku lihat lisa sudah lama menyimpan rasa untuk mu."


"Tapi aku sangat tidak suka jika kau hanya mempermainkan nya kau tahu kan apa yang akan aku lakukan jika kau berani melakukan hal itu pada lisa."ucap davin serius.

__ADS_1


"Itu tidak akan terjadi bahkan jika sekarang aku menyukai lisa aku tidak mau bertindak gegabah apalagi adik mu itu baru memulai kuliahnya di new york."ucap rimos dengan nada serius.


Mendengar perkataan rimos lee davin mengembangkan senyuman pada rimos.


"Baiklah aku percaya padamu"ucap davin sambil menepuk pelan pundak rimos.


*****


Lia yang sudah sampai di rumah davin dan langsung masuk ke mansion rumah davin memutuskan untuk masuk ke kamar davin.


Setelah beberapa menit karna lia yang tidak melakukan aktivitas apa pun lia merasa bosan dan memutuskan untuk turun berpikir ada yang bisa ia kerjakan di dapur.


"Eh non lia ngapain ke dapur"tanya pelayan paruh baya.


"Lia mau bantu-bantu bik, apa ada kerjaan yang belum selesai"jawab lia dengan penuh kesantunan pada pelayan itu karna dia lebih tua dari lia.


"Aduh non, jangan kalau tuan sampai tau nanti dia pasti marah besar."


"Gak papa bik lia jamin kalau tuan davin gak bakal tau"ucap lia mengembangkan senyum.


"Tapi non saya takut kalau tuan sampai tahu, eh mendingan non lia duduk aja ya"


Mendengar penolakan dari pelayan paruh baya itu lia langsung memasang raut wajah kecewa karna dia tidak di perbolehkan kerja oleh davin dan saat lia ingin membantu perkejaan di dapur tidak diperbolehkan.


Saat ini lia hanya termenung di sofa dan berpikir apa yang dapat ia lakukan di rumah tanpa ada teman yang menemaninya sunyi itulah yang ada di dalam ruangan itu.


Saat lia sedang sibuk berpikir apa yang dapat ia lakukan tiba-tiba seseorang yang yang memanggil namanya dan suara itu begitu tidak asing untuk lia.


"Eh lia kamu itu gimana sih tante panggil-panggil dari tadi gak nyaut-nyaut"ucap erna dengan tidak merasa bersalah langsung nyelonong masuk.


"Eh tante, tante ngapain ke sini emang tante nggak kerja"tanya lia kaget dwngan kedatangan erna yang tiba-tiba.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Udah dulu ya nanti aku sambung lagi ceritanya dan semoga kalian semua yang sudah mampir menyukai cerita yang aku buat.


Jangan lupa like, komen, dan vote


Dan hadiahnya 🌹🌹🌹🤭🤭🤭

__ADS_1


..............TERIMA KASIH............


__ADS_2