
"Dan aku harap kau tidak meninggalkan ku dalam situasi dan kondisi apa pun yang akan terjadi kedepan nya"lirih lia yang sudah beralih menggenggam erat kedua tangan davin.
"Apa maksud mu, apa yang kau tahu dari masa lalu ku"tanya davin penasaran sambil menatap wajah lia.
"Ya tentu saja aku tahu, apa tuan ingat saat tuan berada ruang kerja dan memandangi sebuah foto, di saat itu aku mendengar semua perkataan mu dan di sana pula aku menyadari nya."jawab lia yang takut davin akan marah pada nya.
"Maaf"ucap lia yang menundukkan kepala nya.
"Kenapa minta maaf"ucap davin dan mengelus rambut lia.
"Aku tidak akan meninggalkan mu dan mulai sekarang dan seterus nya aku akan selalu berada di samping mu"ucap davin dan memberikan kecupan hangat di kening lia.
"Terima kasih tuan dan aku akan memegang ucapan mu"ucap lia dan memeluk davin.
"Meskipun begitu apa kau akan memaafkan ku yang telah berbohong pada mu"batin lia dan menelusukan wajah nya ke dalam dekapan davin.
"Tuan davin"panggil lia yang masih berpelukan dengan davin.
__ADS_1
"Hem"jawab davin yang hanya berdehem.
"Tidak jadi"ucap lia yang tampak ragu.
"Ada apa katakan saja jangan di pendam"ucap davin dan mengusap punggung lia.
"Ee, apa aku bisa bertemu dengan tante ku sudah lama aku tidak bertemu dengan nya bahkan aku tidak mendapat kabar apa pu tentang tante erna"ucap lia yang memberanikan diri untuk mengatakan nya dan melepaskan pelukan nya.
"Untuk apa kau ingin menemui nya dia saja tidak peduli pada mu mungkin saja dia sedang bersenang-senang"ucap davin yang seperti nya tidak setuju dwngan keinginan istri nya.
"Tapi tuan___"elak lia dan davin menempatkan jari telunjuk nya ke bibir lia.
"Hufh, baik lah kau boleh pergi menemui wanita itu tapi dengan syarat kau akan di kawal oleh beberapa anak buah ku nanti aku akan menghubungi rimos agar dia mengirim kan beberapa orang ke sini untuk mengawal mu"davin yang menghembuskan nafas kasar dan terpaksa memberikan lia izin.
Lia yang tadi nya lesu dan kecewa dengan semangat lia antusias bersiap-siap untuk menemui tante nya walaupun harus di kawal, tapi itu tidak masalah bagi nya asalkan dia bisa bertemu dengan erna yaitu tante nya.
"Baik lah kau istirahat aku akan ke ruangan ku"ucap davin dan di angguki oleh lia.
__ADS_1
"Tuan"panggil lia dan menghampiri davin yang sudah berjarak 3 langkah dari nya.
Cup..
Lia mendaratkan ciuman di pipi kiri davin dan membuat davin terdiam paku di tempat.
"Selamat bekerja"ucap lia dengan senyum manis nya.
"Hem, terima kasih"ucap davin dan mengecup kening lia.
Setelah davin pergi dari hadapan lia, tiba-tiba kepala lia kembali sakit dan kali ini benar-benar nyeri yang di rasakan nya dengan cepat dan sambil memegangi kepala nya lia meraih obat di dalam laci lemari nya.
Lia yang telah mengeluarkan obat berbentuk pil itu langsung menelan dan meminum nya, sejenak lia berpikir setelah selesai meminum pil itu.
"Obat ini mungkin bisa menghilangkan rasa sakit tapi tidak bisa menyembuhkan penyakit ku"lirih lia yang mulai menangis.
Lia yang saat ini tengah duduk di tepi ranjang kembali beranjak dan meraih sebuah amplop dari lemari nya, perlahan lia membukan nya dengan penuh kesedihan.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁