MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 40


__ADS_3

"Hufh, kenapa bibir mu itu apa kau baru saja tersengat tawon"ucap davin meledek namun rimos memutar bola mata nya malas.


"Tidak papa"ucap rimos.


Flasback on


"Hefh, untung saja saat aku dan bibi pulang tuan davin masih di kantor nya jika tidak maka akan berbeda situasi nya"ucap lia.


Lia kembali menyimpan surat itu dan merebahkan badan nya untuk istirahat.


Di ruang kerja davin sedang menatap fokus layar laptop nya dan sontak ia kaget mendengar deringan handphone nya.


"Ngagetin aja"cetus davin sambil meraih hp nya dan di lihat nya nama kontak yang menelpon nya adalah adik nya.


"πŸ“žHalo"ucap davin malas.


"πŸ“žIih, halo kak davin kok kayak ngga niat sih angkat telpon dari adik sendiri."celoteh lisa sambil teriak-teriak di seberang telepon.


"πŸ“žHabis nya kamu nelpon tidak bilang-bilang ke kakak"ucap davin.


"πŸ“žAelah, masa mau nelpon harus kasih kabar dulu"ucap lisa.


"πŸ“žCepat bilang kakak ngantuk mau tidur"ucap davin sambil menguap.


"πŸ“žIih, kak davin jahat banget adik nya baru telpon udah mau tidur aja"ucap lia kesal.


"πŸ“žYaya"ucap davin pasrah.

__ADS_1


"πŸ“žJadi gini lisa cuma mau tanya, kak lia udah kasih tau kakak kan sial lisa yang bakal pulang beberapa hari lagi"tanya lisa.


"πŸ“žUdah"jawab davin singkat.


"πŸ“žOk, lisa mau ngingatin kak davin jangan larang-larang kak lia buat jemput lisa di bandara"ucap lisa.


"πŸ“žNanti kakak pikiran, kakak mau tidur ngantuk"ucap davin dengan suara berat.


"πŸ“žHufh, dasar kakak tidak berperasaan


Ya udah sana tidur"ucap lisa.


Davin yang sudah benar-benar merasa mengantuk langsung memutuskan sambungan nya dan beranjak dari duduk nya menuju ke kamar.


Saat davin sudah sampai di kamar nya ia melihat lia yang sudah tertidur pulas,


"Selamat tidur sayang"cup, davin mengecup kening lia dan tidur berhadapan dengan lia.


****


Keesokan pagi nya...


Cahaya matahari yang menyusup di sela-sela gorden kamar, nampak pasutri itu masih tidur dengan pulas.


Saat lia mulai merasakan cahaya-cahaya menerpa wajah nya lia mengucek-ngucek mata nya dan merasakan ada sesuatu yang aneh di perut nya.


"Tangan"gumam lia dan melihat ke belakang seketika lia ingin berteriak tapi langsung menutup rapat-rapat mulut nya karna melihat davin seperti masih lelap tertidur.

__ADS_1


Lia membalikkan badan nya menghadap davin dan memandangi wajah tampan suami nya.


"Mas davin"ucap lia sambil mengusap lembut wajah davin.


"Hehem, aku rasa itu cocok untuk mu"ucap lia yang tersenyum manis.


Lia memeluk suami nya dan mengeratkan pelukan nya entah davin merasakan nya tapi ia juga mengeratkan pelukan nya terhadap lia hingga kini lia sangat dengan davin.


Tapi itu menjadi sebuah kebahagian untuk lia karna bisa berdekatan dengan suami nya.


"Aku harap moment ini tidak pernah aku lupakan mas"gumam lia dengan wajah sedih dan mata yang berkaca-kaca tapi langsung lia memejamkan mata nya saat davin mengeliat.


"Hehm"davin tersenyum snang saat melihat wajah lia di pagi hari ini.


"Sayang, bangun"ucap davin lembut.


"Hem"lia berdehem seolah ia baru saja bangun padahal diri nya sudah terbangun sebelum davin.


"Sudah pagi, ayo bangun"ucap davin yang mengelus-elus pipi lia.


"Tidak, aku masi ngantuk sebentar lagi"ucap lia dan mengeratkan pelukan nya lagi.


"Tapi ini sudah pagi, aku harus berangkat ke kantor dan kamu juga hari ini mau bertemu dengan tante mu bukan"ucap davin.


"Sebentar saja"ucap lia dan kembali memejamkan mata nya.


"Oky, apa boleh buat"ucap davin mengalah dan lia menyungging kan senyumam nya mendengar ucapan davin.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2