
Namun ternyata legisya yang tadi nya kesal meredam nya setelah dia dengan sengaja mendengar pembicaraan wanita-wanita itu dan berniat untuk menemui istri dari davin yaitu adelia.
"Adelia, nama istri dari davin
aku harus mencari tahu siapa adelia itu"gumam legisya dengan senyum licik nya.
Legisya pun pergi dari restoran itu dan berniat untuk mencari tahu tentang adelia.
Di tempat lain lia sudah berada di mansion rumah davin dengan wajah nya yang tampak sedih dan kecewa.
"Non"panggil aminah.
"Iya"jawab lia singkat dengan wajah lesu nya.
"Non kok pulang-pulang lesu begitu, kenapa non?"tanya aminah penasaran.
"Ngga papa bi, lia cuma sedikit lesu"jawab lia dan menyengir.
"Lia ke kamar dulu ya bi mau istirahat"ucap lia sambil memijat-mijat kening nya.
"Non lia, apa sakit nya kumat lagi"tanya aminah dengan prihatin.
"Tadi sempat sakit bi tapi sakit nya itu benar-benar sakit nggak seperti biasa nya"jawab lia dengan senyum.
"Non lia banyak-banyak istirahat ya kalau untuk masalah ketring nanti biar bibi yang handle semua"ucap aminah.
"Jangan bi, lia ngga mau merepotkan lagi pula kan usaha ketring itu niat nya lia mu menjalankan dengan tenaga saya sendiri tapi bukan nya lia nggak percaya sama bibi karna yang seharus nya banyak istirahat itu kan bibi bukan lia"ucap lia menolak dengan lembut karna memang lia tidak ingin terlalu merepotkan.
__ADS_1
"Non lia sama sekali tidak pernah membuat bibi merasa repot malah bibi sangat senang karna bisa membantu non lia"ucap aminah.
"Non lia tenang aja banyak-banyak istirahat karna dokter juga udah bilang kan kalau non lia harus banyak-banyak istirahat.
(Kira-kira si lia sakit apa ya).
Flashback off...
2 hari kemudian...
Setelah beberapa hari lia yang memeriksakan diri ke dokter hasil lab nya sudah keluar dan bisa di ambil, namun karna lia tidak bisa mengambil nya jadi aminah yang mengambil hasil pemeriksaan itu.
Setelah aminah pergi dan sudah pulang ke kediaman davin dengan membawa keranjang sayur dan juga dengan hasil pemeriksaan itu tentu nya.
"Bi gimana"tanya lia dengan bisik-bisik karna davin sekarang sedang berada di rumah.
"Ini non"ucap aminah sambil memberikan sebuah amplop yang berisi hasil pemeriksaan nya tentu nya.
"Makasih bi"ucap lia.
Lia membuka amplop itu dengan tangan nya yang bergemetar dan perlahan-lahan membuka lipatan-lipatan dari surat itu.
Lia membaca surat itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan dan sudah berlinang air mata.
"Non lia kenapa, apa yang tertulis di kertas itu"tanya aminah.
"Bb-bi"ucap lia dengan bibir nya yang bergemetar.
__ADS_1
Karna lia tidak sanggup untuk mengatakan nya lia memberikan surat itu pada aminah dan aminah membaca isi surat itu yang menyatakan bahwa adelia mengidap penyakit kanker otak stadium akhir.
"Non lia yang sabar non"ucap aminah sambil menenangkan lia dalam pelukan nya.
"Ini semua adalah cobaan yang harus non lia hadapi, dan non lia pasti akan sembuh dengan berobat nanti nya"ucap aminah yang juga ikut menangis.
Flashback on...
(Ok jadi kita udah tau ya, tapi aku ikutan sedihhh😭😭).
"Bi pokok nya bibi harus rahasiakan soal ini ya, jangan sampai mas davin dan lisa tahu tentang hal ini bi karna lia ngga mau membuat mas davin dan lisa sedih nanti nya"pinta lia dengan air mata nya.
"Tapi non apa tidak sebaik nya non lia jujur saja ke tuan davin karna non lia pasti akan sembuh jika melakukan operasi dan tuan davin pasti akan marah jika non lia merahasiakan ini "ucap aminah.
"Itu sebab nya lia minta bibi buat rahasiakan ini jangan sampai ada yang tahu, dan masalah untuk pengobatan lia mungkin akan konsumsi obat penenang karna tidak mungkin lia bisa melakukan operasi sedangkan usia lia mungkin tidak akan lama lagi"ucap lia dengan senyuman yang ia paksa kan.
"Tapi ini sangat berbahaya non dan non lia jangan berputus asa seperti ini non lia harus yakin untuk sembuh"ucap aminah yang berusaha membangkitkan semangat lia.
"Lia ke kamar ya bi mau istirahat"ucap lia yang mengalihkan pembicaraan dan hanya di angguki oleh aminah.
"Bibi bisa merahasiakan nya non tapi bibi tidak bisa janji"gumam aminah menatap lia sedih.
Aminah pun kembali melanjutkan pekerjaan nya di dapur sedangkan lia sudah masuk ke kamar dan langsung merebahkan badan nya dengan kasar.
"Kenapa ini semua terjadi pada ku"gumam lia sambil menatap ke atas.
Lia menutupi wajah nya menggunakan bantal dan membuang nafas panjang.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁