
Setelah lisa memaksa orang yang berada di dalam mobil itu yang tidak lain adalah legisya akhir nya legisya turun sambil memakai kaca mata hitam dan dengan sombong nya dia turun dari mobil nya.
"Akhir nya keluar juga"ucap lisa.
"Bagaimana ini jika lisa melihat nya maka..."ucap rimos dalam hati nya.
Legisya menghampiri lisa dan rimos sambil perlahan-lahan ia melepaskan kaca mata hitam nya.
"Kau..."ucap lisa sedikit berteriak kaget.
"Hai lisa apa kabar"ucap legisya dengan memasang senyum ramah.
"Baik"jawab lisa ketus.
"Tidak menyangka ya kita bertemu setelah sekian lama"tutur legisya sambil merentangkan tangan kanan nya namun lisa tidak menjabat nya bahkan membuang muka.
"Lisa, aku bicara pada mu"ucap legisya.
"Hehh, tidak perlu kau berkata seperti itu pada ku dan kau juga hati-hati dalam menyetir karna kau hampir menabrak mobil ku"ucap lisa tegas. Dan karna tidak ingin berlama-lama lagi lisa meminta rimos untuk pulang.
"Oppa lee ayo kita pulang, kak davin dan kaka lia pasti sedang menunggu kita saat"ucap lisa dan di angguki oleh rimos.
__ADS_1
Lisa langsung masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan legisya dan mencibik legisya.
"Ck, Wanita yang tidak tahu malu setelah apa yang telah dia lakukan dia masih berani menampak kan batang hidung nya"gerutu lisa namun rimos berusaha untuk membuat lisa tenang.
"Sudah lah kita pulang sekarang"ucap rimos dan di angguki oleh lisa.
"Dia sangat kesal rupa nya, hufh aku kira dia sudah melupakan kejadian itu tapi ternyata dia sama seperti kakak nya tapi aku akan membuat nya percaya pada ku agar aku bisa kembali pada davin karna hanya lisa yang bisa membuka jalan untuk ku"ucap legisya panjang lebar dan tersenyum jahat lalu masuk ke dalam mobil nya.
***
Di kediaman davin....
Rimos dan lisa sudah sampai dan lisa yang benar-benar khawatir dengan keadaan lisa langsung menghampiri nya.
"Kakak tidak papa, apa ada yang luka"tanya lisa.
"Hei, kenapa kamu bertanya seperti itu aku tidak papa"jawab lia tersenyum renyah karna memdengar lisa yang juga membuat lia hangat karna lisa begitu menghawatir kan nya.
"Sudah duduk dulu"ucap davin dan lisa dan juga lia duduk sedangkan rimos sudah duduk lebih dulu.
"Oke, jadi aku bakal cerita"ucap lia sembari menarik nafas. Namun saat lia hendak berkata tiba-tiba aminah datang dengan membawa minuman hangat.
__ADS_1
"Loh bi, bibi ngapain kerja kan bibi lagi sakit harus nya bibi istirahat"ucap lia.
"Tidak papa non bibi sudah enakan, lagi pula bibi merasa tidak enak dengan yang lain mereka bekerja sedangkan bibi malah tidur dan istirahat di kamar, lagi pula bibi juga merasa suntuk kalau terus-terusan di kamar"jawab aminah.
"Tidak papa bi kalau bibi masih merasa kurang sehat seharus nya bibi istirahata saja jangan terlalu di paksakan lagi pula saya melihat bibi masih terlihat lemas"timbal davin dengan lembut.
"Terima kasih atas perhatian nya tuan tapi bibi tidak papa, kalau begitu bibi ke dapur dulu.... Permisi"ucap aminah namun lia berpesan agar tidak terlalu lelah dan memaksakan diri untuk bekerja dan di angguki oleh aminah.
"So sweet banget ya kompak"ledek lisa.
"Hei diam lah, seharus nya kamu bersyukur mempunyai kakak dan kakak ipar seperti mereka meledek mereka"tegur rimos.
"Aku tidak meledek aku mengatakan yang sebenar nya kalau kak lia dan kak davin itu SO SWEET bahkan sangat perhatian dengan pelayan yang ada di mansion ini"ucap lisa dengan mengeraskan suara saat mengatakan kata roman nya untuk menyindir rimos sendiri.
"Apa kamu memyindir ku"ucap rimos yang menyadari hal itu.
"Tidak tapi jika kamu merasa tersindir itu lebih baik lagi"ucap lisa.
Rimos dan lisa yang terus berdebat sendiri membuat empat pasang mata saling memandang dan menggeleng-geleng kan kepala.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Sampai sini dulu.......
........Terima Kasih.........