MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 36


__ADS_3

"Baik bos"ucap rimos yang hanya bisa nurut karna jika tidak davin akan kembali marah.


Rimos yang mengerti apa yang tengah di rasakan oleh atasan nya itu tidak mau terlalu banyak bertanya dan membiarkan bos nya pulang.


Davin memutuskan untuk pulang karna ingin menenangkan diri nya dan terlebih juga ia mengingat meninggalkan lia yang sedang tertidur.


Saat telah sampai di parkiran mobil, davin langsung mengarah ke mobil nya dan masuk ke dalam mobil, sedangkan di dalam mobil yang berhenti di jalan raya tampak seorang wanita sedang mengawasi davin yanng masuk ke dalam mobil nya.


"Aku harus memastikan apa dia benar telah menikah atau dia hanya berkata bohong untuk menghindari ku"ucap legisya yang tengah duduk di kursi mobil belakang.


"Pak ikuti mobil yang baru saja keluar dari area parkir itu"titah legisya pada pak supir ketika melihat mobil davin yang telah keluar dari area parkir dan melaju ke jalan raya.


Pak supir pun melajukan mobil dan mengikuti mobil davin.


"Pak jangan terlalu dekat dengan mobil nya aku tidak mau jika dia mengetahui bahwa dia sedang di ikuti."ucap legisya memperingatkan pak supir dan di angguki oleh supir nya.


Setelah beberapa menit di perjalanan mobil davin sampai di depan mansion rumah davin begitu juga dengan mobil yang di naiki legisya yang sudah berhasil mengikuti davin dan berhenti di depan rumah tetangga yang berdekatan rumah nya dengan davin.


Davin yang tidak menyadari bahwa sedari perjalanan nya menuju pulang di ikuti oleh legisya dan langsung masuk ke dalam mansion rumah nya dengan wajah yang berseri-seri.


Davin yang sudah memasuki mansion dan berjalan menuju ke kamar nya di lihat oleh para pelayan nya bahkan seperti menjadi pusat perhatian seisi rumah karna melihat wajah davin yang selalu datar kini berubah menjadi wajah yang berseri.


"Bi aminah apa lia ada di kamar?"tanya davin pada aminah dan menghentikan langkah nya.


"Iya tuan non lia ada di kamar"jawab aminah yang tersenyum lebar oada nya tapi sedikit menundukkan kepala nya.


"Terima kasih"ucap davin kembali melangkahkan kaki nya dan membuat aminah mendongakkan kepala nya karna merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Benarkah, tuan davin mengucapkan hal itu"gumam aminah yang tersenyum bahagia.


Davin yang tiba-tiba merasa gugup untuk masuk ke kamar karna diri nya juga masih mengingat kejadian di kantor dengan susah payah davin menelan saliva nya dan membuka pintu kamar.

__ADS_1


Ceklek....


Davin membuka pintu dan menyelipkan kepala nya untuk melihat-lihat keberadaan lia, namun alangkah terkejut nya davin daat mendapati lia yang tiba-tiba berdiri di hadapan nya.


"Tuan kau dari mana?"tanya lia.


"Aku habis dari kantor karna sedikit ada masalah dan rimos juga tidak bisa menghandle nya."jawab davin yang berusaha bersikap tenang dan masuk ke kamar nya.


"Aneh sekali kenapa aku sangat gugup sekarang ini"gumam davin dan bisa terdengar oleh lia.


"Gugup kenapa tuan?"tanya lia yang mengerutkan kening nya.


"Hem, tidak aku tidak gugup"elak davin dan mencari-cari alasan untuk dapat menghindar.


"Aku mandi dulu"ucap davin dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Ada apa dengan nya"gumam lia.


Lia yang tidak terlalu memperhatikan gelagat davin menuju ke lemari dan membuka laci dan mengambil sebuah amplop dari RS.


Lia berjalan ke lemari pakaian nya dan meletakkan amplop itu di bawah pakaian nya yang terlipat rapi.


20 menit berlalu davin keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dan dengan lilitan handuk.


Sedangkan lia sibuk merapikan tempat tidur yang belum sempat ia rapikan.


"Lia"panggil davin.


"Iya"lia menjawab dan membalikan badan nya ke arah davin.


"Aaaaaakkhhh"lia berteriak karna kaget melihat davin yang hanya menggunakan lilitan handuk dan bertelanjang dada dan itu tidak kalah membuat davin terkejut pula karna lia berteriak tiba-tiba.

__ADS_1


"Hei, kau kenapa berteriak apa ada yang salah"tanya davin panik dan menghampiri lia yang menutup kedua mata nya menggunakan jari-jari tangan nya.


"Tentu saja tuan, kenapa kau belum memakai pakaian mu"jawab lia dan davin yang mendengar lia mengatakan hal itu bisa mengerti dan tersenyum licik.


"Ouw, iya tadi sebenar nya aku ingin minta ambilkan pakaian pada mu tapi kau berteriak setelah melihat ku"ucap davin.


"Sekarang cepat buka mata mu dan jangan tutupi"titah davin dan melepaskan jari-jari lia yang menutup kedua mata nya.


Cup..


Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir ranum lia.


"Sekarang aku menjadi milik mu dan kau pun begitu, sekarang dan selama nya"ucap davin dan memeluk lia tapi tidak dengan lia yang terdiam mematung.


"Kenapa kau diam?"tanya davin yang masih memeluk lia.


"Tidak papa, tapi tuan apa boleh aku bertanya sesuatu"jawab lia.


"Hm"jawab davin dengan berdehem saja.


"Apa kau sedang tidak pura-pura pada ku karna sikap mu dan perlakuan mu ini membuat ku bingung tiba-tiba kau bersikap manis pada ku"tanya lia dan melepaskan pelukan dari davin.


"Aku harap ini bukan mimpi"ucap lia.


"Seperti nya aku sudah mengatakan ini pada mu kenapa kau bertanya lagi"jawab davin.


"Karna aku hanya ingin memastikan saja, aku takut nanti kau kembali bersikap acuh pada ku"ucap lia.


"Tapi mulai sekarang tidak akan pernah dan tidak akan terjadi lagi seperti itu jadi kau tenang saja"davin kembali memeluk lia dan mengecupi pucuk kepala lia dengan lembut.


"Baiklah aku berganti pakian dulu"ucap davin.

__ADS_1


"Eeh, akan aku ambilkan"ucap lia dan di angguki oleh davin.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2