
"Kenapa?apa tidak boleh rasulullah saja sering melakukan ini beliau selalu minum dibekas gekas istrinya"jawab lia dengan senyum melihat suaminya terdiam
"Tapi itukan seorang suami yang melakukan nya"
"Kenapa?apa seorang istri tidak boleh melakukannya?"tanya lia dan kini davin benar-benar terdiam paku.
"Heuh, kamu memang benar aku selama ini tidak mengetahui apa-apa meskipun aku orang islam"ucap davin dengan sedih dan menundukkan kepalanya
"Tidak papa aku juga sebenarnya masih belajar"ucap lia dengan senyum kecil.
"Sebaiknya kita tidur,kita istirahat sebentar"lanjut lia sebelum akhirnya ia mencium pipi suaminya.
Lagi dan lagi davin dibuat terdiam dengan wajah nya yang merona karna perlakuan istrinya akhir-akhir sudah berani menciumnya lebih dulu.
***
Di Indonesia
Sekarang ini lisa tengah sibuk belajar dan memahami materi-materi kuliah karna dirinya harus menyelesaikan skripsi nya beberapa bulan lagi
Namun di sela-sela itu lisa juga merasa galau karna selalu memikirkan pujaan hatinya bahkan ia juga tambah tidak konsentrasi mengingat davin dan lia yang tidak kunjung memberi kabar lisa juga sempat berpikir untuk menghubungi kakanya namun ia berubah pikiran takutnya jika davin sangat sibuk di sana apalagi davin harus fokus dengan lia yang berjuang melawan penyakit nya.
"Kenapa seperti ini aku tidak bisa konsentrasi sekarang"gerutu lisa sambil memegangi kepalanya
"Saat lisa tengah mengerutu terdengar seseorang membuka pintunya namun lisa yang sudah tahu siapa dia memilih untuk tidak menoleh ke arah pintu dan pura-pura fokus memperhatikan laptop nya.
"Kamu belum makan sejak kemarin, sebaiknya kamu makan sekarang"
"Aku sudah membawakannya untukmu"
Lisa tidak menjawab.
"Lisa, apa kamu mendengarkan aku"
Lisa tidak bergeming.
Rimos yang sedari tadi berusaha mengajak lisa bicara sekarang beralih menghampiri lisa dan langsung menutup laptop nya.
"Apa kamu marah padaku?"tanya rimos namun lisa tetap tidak bersuara
Lalu lisa beranjak pergi meninggalkan rimos saat hendak melangkah lagi tangan lisa seketika ditarik oleh rimos hingga akhirnya lisa berada dalam rangkulan rimos.
Lisa yang berusaha melepaskan diri dari rimos tidak berhasil karna tenaga rimos lebih besar darinya.
__ADS_1
"Apa mau mu? "tanya lisa geram dan menahan agar air matanya tidak jatuh.
"Lisa kenapa kamu seperti apa karena kemarin?"tanya rimos sambil menatap lekat mata lisa.
"Ternyata aku tidak salah kamu memang manja seperti anak kecil, tidak mau mendengar orang bicara tidak mau mendengar jawaban orang terlebih dahulu kamu langsung pergi seperti anak kecil saja"lontaran rimos yang seketika membuat lisa tidak mampu menahan air matanya lagi.
Lisa menangis sesunggukan di pelukan rimos sambil melantur dan mengungkapkan perasaannya kembali pada rimos.
"Kenapa kamu tidak mendengarkan aku kemarin kamu malah langsung pergi saat aku ingin mengatakan apa yang ada dihatiku"ucap rimos sambil menyeka air mata lisa.
***
Rimos kini telah membawa lisa duduk di sofa
Dengan lisa yang masih sesunggukan.
"Diamlah..jangan menangis lagi sekarang kamu makan dulu aku akan menyuapimu"bujuk rimos dan di angguki oleh lisa.
Setelah menghabiskan makanan nya lisa terdiam menundukkan kepalanya sesekali lisa melirik ke arah rimos yang juga tidak bersuara.
"Apa kamu yang tidak akan mengatakan sesuatu?"tanya lisa yang memberanikan dirinya untuk memulai percakapan mereka
Terdengar rimos membuang nafas panjang, rimos mendekatkan wajahnya ke wajah lisa dan menatap lekat mata lisa
"Lain kali jika orang belum menjawab apa yang kamu tanyakan jangan main pergi dan marah lalu masuk ke kamar"ucap rimos yang seketika membuat lisa kembali menundukkan kepalanya
"Sepertinya dia memang tidak mencintaiku"gumam lisa namun masih dapat didengar oleh rimos saat rimos sudah beberapa langkah meninggalkan nya dengan membawa nampan.
"Aku mencintaimu LISA"ucap rimos dalam hatinya
"Tapi aku tidak bisa mengatakan ini sekarang,walaupun sebenarnya aku ingin mengungkapkan perasaan ku sekarang"lanjut rimos dalam hatinya lagi lalu melangkah pergi meninggalkan kamar lisa
"Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan"gumam lisa dalam hatinya yang terasa sesak.
***
Diruang Tengah
Terlihat rimos sedang sibuk berbicara ditelpon
"Baiklah aku akan segera kesana"ucap rimos dan langsung menutup telpon nya.
Rimos yang sudah melangkahkan kakinya seketika berhenti karna terdengar suara lisa memanggil nya.
__ADS_1
"Kamu mau pergi kemana? "tanya lisa
"Ada masalah diperusahaan dan aku harus kesana sekarang"jawab rimos tanpa melihat ke arah lisa dan langsung pergi.
"Bahkan melihat ku saja sekarang tidak lagi"gumam lisa dalam hatinya.
"Hah, biarkan saja itu urusan nya aku tidak akan peduli lagi masalah nya"ucap lisa dan langsung menyeka air matanya yang sudah keluar.
Karna lisa yang suntuk berada di rumah apalagi jika mengingat davin dan lia yang tidak ada di rumah ditambah lagi sekarang rimos juga pergi karna urusan penting, lisa memutuskan untuk keluar sebentar sambil mencari angin malam.
Dijalanan lisa berjalan-jalan sendiri tanpa membawa apapun,berjalan luntang-lantung sambil mengingat percakapan nya dengan rimos mengenai perasaan nya dengan sudah menangis.
Seketika lisa berteriak histeris karena sebuah mobil yang hampir menabrak dirinya.
"Aaaaaakhh..."
Sontak saja orang yang menyetir mobil itu langsung mengerem mobilnya
"Hei, apa kau mau mati? "teriak seorang pria yang keluar dari mobil itu.
Namun lisa hanya terdiam terpaku sambil gemetaran karna syok.
Sedangkan pria yang tadi meneriaki lisa langsung masuk kembali kemobilnya dan melajukan mobilnya tanpa memperdulikan lisa yang masih terdiam mematung namun lisa sudah terisak.
"Hiks.. Hiks.. Aku menyesal karna berharap terlalu dalam dihatiku,aku terlalu besar berharap padanya" gerutu lisa dengan memukul-mukul dadanya.
"Kenapa denganya?"tanya pria yang tadi meneriaki lisa sambil melihat kaca spion nya.
"Hah, biarkan saja, mungkin dia sedang putus cinta"ucap pria itu dan kembali melajukan mobilnya diatas kecepatan.
****
Skip time
Rimos yang sudah kembali tampak kebingungan karena tidak melihat lisa diseluruh sudut rumah bahkan dirinya sudah bertanya kepada semua pelayan yang ada disana namun mereka juga tidak tahu.
Rimos yang panik dan khawatir sudah mencari lisa di jalan dengan mengendarai mobilnya.
"Lisa kamu dimana? "tanya rimos sambil mengeratkan pegangan tangannya di setir kemudi.
(Hai-hai teman-teman maaf aku baru lanjut lagi bab nya sebenarnya jujur aja aku nggak yakin mau ngelanjutin karna udah lama juga aku nggak up, karna waktu selesai ujian terakhir sekolah aku kira bakal bisa fokus buat ceritanya tapi nggak taunya aku juga malah sibuk banget.
Jujur aku nggak yakin buat ceritanya takut nanti nggak ada yang ngelirik tapi do'a in aja semoga aku sekarang bisa menyempatkan waktu buat lanjut ceritanya)
__ADS_1
(Oh ya aku juga mau promosi nih sekalian aku alhamdulillah juga sekarang mau nerbitkan karya baru aku, semoga kalian pembaca setia nggak kecewa dan tetap mau ngedukung aku.
MAKASIH)