
Aminah hanya menanggukkan kepala nya dan melanjutkan tugas nya sedangkan lia sudah mulai mengemas satu persatu makanan ke dalam kotak nasi.
"Selesai"gumam lia setelah semua sudah siap untuk di antar.
"Bi, lia minta tolong antar ini semua ke depan ya soal nya udah di tungguin sama driver nya."ucap lia dan aminah langsung membawa semua pesanan untuk di antar ke depan.
Dan benar saja driver nya memang sudah ada dan menunggu di sana.
"Mas nya yang driver yang akan mengantar makanan nya ya"tanya aminah.
"Iya buk, saya sendiri"jawab driver itu ramah.
"Oo iya ini"ucap aminah dan memberikan paper bag berisi kotak makanan itu pada driver nya.
"Makasih ya mas"ucap aminah.
"Iya sama-sama bu"balas driver itu dan menaiki motor nya, sedangkan aminah juga masuk ke mansion davin setelah driver itu pergi.
"Udah bi"tanya lia yang menunggu aminah di ruang tengah.
"Udah non"jawab aminah.
"Alhamdulillah, semoga semua nya lancar"syukur lia dan tersenyum bahagia.
"Aamiin.."ucap aminah yang mengaminkan.
"Ya kalau gitu bibi ke dapur ya non"ucap aminah dan di angguki oleh lia.
Saat lia juga akan melangkahkan kaki nya tiba-tiba kepala lia terasa pusing, sakit dan berputar.
"Astaghfirullah, ya allah kok kepala ku pusing, sakit juga"lirih lia yang merasa kesakitan dan duduk di sofa sembari memegangi kepala ny yang terasa pusing dan sakit.
"Apa karna aku kelelahan sampai pusing"gumam lia yang masih memegangi kepala nya.
Setelah beberapa menit kepala lia kembali normal dan hendak masuk ke kamar untuk mengistirahatkan badan nya.
Saat lia sudah berada di kamar dan hendak tidur di sofa, lia mendapat telepon dari davin..
"πHalo"
"πHalo"ucap lia dan davin secara bersamaan.
"πKenapa tuan menelpon saya"tanya lia tanpa basa-basi.
"πTidak aku hanya ingin memastikan apa kau berada di rumah atau tidak"jawab davin di sebarang telepon.
__ADS_1
"πHufh, tenang saja tuan saya berada di rumah"ucap lia dengan membuang nafas kasar.
"πHm, bagus
Lalu apa yang kau lakukan sekarang aku harap kau tidak macam-macam di rumah ku"tanya davin mengintograsi.
"Dasar pria aneh, kemarin-kemarin bersikap lembut sekarang sangat menyebalkan"batin lia.
"πHei, apa kau tuli sehingga tidak menjawab ku"tanya davin.
"πTidak ada, aku tidak melakukan apa pun"jawab lia dengan nada malas.
"πSudah tuan saya tutup telepon nya, saya mau istirahat"ucap lia dan langsung mematikan handphone nya tanpa menggubris davin di seberang telpon.
"Apa aku akan di intograsi seperti setiap hari"gumam lia kesal.
Karna sudah merasa berat kepala nya lia langsung membaringkan badan nya di atas sofa dan tidur untuk mengistirahatkan badan nya.
Tapi seketika lia akan memejamkan mata nya kepala nya kembali pusing dan terasa sakit.
"Eeekkhh, aauu sakit sekali biasa nya tidak pernah seperti ini kenapa sekarang kepala ku terasa sangat sakit, apa aku banyak pikiran ya"ucap lia yang kesakitan.
"Tapi tidak aku tidak sedang banyak pikiran bahkan, bahkan jika pun kelelahan seharus nya tidak seperti ini"pikir nya.
Setelah lia meminum obat nya lia langsung memaksakan diri nya untuk tidur meskipun kepala nya masih terasa pusing paling tidak saat lia terbangung kepala nya sudah tidak pusing lagi.
ππππ
Hari sudah menjelang sore namun lia belum juga bangun bahkan driver yang mengantarkan makanan sudah memberikan uang kepada aminah karna lia yang masih tidur dan aminah tidak ingin membangunkan lia jadi dia yang mengambil uang nya.
Dan akan memberikan nya jika lia sudah bangun.
Tap...tap...tap...
Suara sepatu memasuki ruang tangah dan para pelayan menyambut nya dengan kepala tertunduk.
"Bi, di mana lia"tanya davin pada aminah.
"Non lia ada di kamar tuan"jawab aminah.
Davin yang sudah mendapatkan jawaban nya langsung menaiki tangga dan menuju ke kamar nya.
Ceklek.....
Tanpa mengetuk pintu davin langsung membuka pintu nya (Ya karna itu kamar nya sendiri).
__ADS_1
Dan kedua pasang mata nya langsung tertuju pada lia yang tidur di sofa.
"Dia tidur, apa dia sepanjang hari hanya tidur kata nya mau istirahat tapi malah.. Menyebalkan"gerutu davin dan Mengahmpiri lia yang masih tertidur.
"Heh, bangun"ucap davin.
"BANGUUUNN...."teriak davin tepat di dkat telinga lia.
Lia yang terkejut karna teriakan davin sontak diri nya terjatuh dari sofa karna posisi nya saat tidur menghadap ke arah depan hingga saat kaki nya ingin menginjak badan nya juga ikut terhuyung.
Dan itu membuat davin tersenyum lebar ingin tertawa tapi gengsi jadi davin hanya memasang senyum licik nya karna berhasil membangunkan lia.
"Aauu"lirih lia.
"Akhir nya kau bangun juga"ucap davin dan mengulurkan tangan nya untuk membantu lia berdiri dan lia menerima nya.
"Haaaakh, apa tuan tidak ada rasa kasian sedikit pun terhadap saya kenapa tuan berteriak seperti itu hanya untuk membangunkan ku."ucap lia dengan lesu.
"Aku tidak tuli sehingga aku harus di bangunkan seperti yang tuan lakukan tadi"wajah lia yang lesu tapi nada suara nya seperti sedang marah.
"Itu bukan salah ku aku tadi sudah membangunkan mu dengan lembut tapi kau memaksa ku untuk berteriak"ucap davin tanpa merasa bersalah dan kedua tangan yang berada di dalam saku celan nya.
Tanpa menghiraukan davin, lia langsung masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan diri nya beruntung kepala nya yang pusing sudah tidak di rasakan oleh lia.
"Apa dia marah"ucap davin.
"Tapi dari wajah nya tidak menunjukkan walaupun dari nada suara nya seperti sedang marah"pikir nya dalam hati.
"Haakh, sudahlah itu bukan urusan ku"gumam davin.
Lia yang sudah berada di dalam kamar mandi dan saat ia melepas ikatan rambut nya.
"Subhanallah, kenapa banyak rambut yang rontok tidak seperti biasa nya"lia kaget melihat banyak rambit yang rontok dan memwgangi rambut nya.
"Ini kenapa ya, apa mungkin karna tadi kepala ku sakit jadi rambut nya rontok seperti ini"gumam lia dengan perasaan yang takut tapi berusaha untuk tenang.
Lia mencoba mengalihakan pikiran nya dan langsung menghidupkan shower nya untuk membasahi badan nya.
Setelah beberapa menit lia di kamar mandi, lia keluar dengan wajah glowing nya dan handuk di kepala nya dengan pakaian dress nya yang selutut dan davin yang melihat penampilan lia sehabis mandi jujur saja jika dalam hati nya ia terpana melihat penampilan lia sehabis mandi apa lagi wajah nya yang cerah dan glowing.
Tapi davin tidak menunjukkan ekspresi di wajah nya dia pura-pura tidak melihat dan fokua menatap langit-langit di atas.
Hihihi maaf ya kalau cerita sedikit ngaurππππ
ππππππππππππππππ
__ADS_1