MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 31


__ADS_3

Lia meraih Hp nya dan mengangkat telepon nya.


"πŸ“žHalo"ucap lia.


"πŸ“žHalo, kak lia"ucap lisa di seberang telepon.


"πŸ“žIya, kenapa lis"tanya lia yang berusaha menahan senduhan dan menghapus air mata nya.


"πŸ“žEngga kak, lisa cuma mau ngabarin kalau lisa akan pukang minggu depan lisa ngga kasih tahu kak davin karna takut kak davin lagi sibuk"jawab lisa.


"πŸ“žOoiya kak lia bisa kan nanti jemput lisa di bandara, sekalian kita jalan-jalan berdua hehehehh"ucap lisa.


"πŸ“žEem, insya allah ya lisa kalau tuan davin memberi izin"ucap lia.


"πŸ“žUdah nanti lisa bakal telepon kak davin buat omongin ini"ucap lisa.


"πŸ“žYa udah kak lisa cuma mau ngasih tahu aja, kalau gitu lisa tutup telepon nya iya kak lia baik-baik ya sama kak davin"pesan lisa dan memutuskan sambungan telepon nya.


"Heem, mana mungkin aku mengatakan hal itu aku saja telah membuat nya marah dan mungkin sekarang tuan davin sefang meledak-ledak"ucap lia sambil membuang nafas kasar.


"haahh, tapi dia marah atau tidak itu sudah menjadi kebiasaan nya, mau aku atau dia yang salah dia mungkin akan tetap marah"ucap lia.


Dan melangkah kan kaki keluar kamar, lia memutuskan untuk pergi keluar rumah sebentar untuk menwnangkan diri nya.


Karna jujur saja setelah apa yang terjadi antara diri nya dan davin, lia butuh sedikit ketenangan dan udara sejuk.


*****


Lia yang kini sudah berada di taman yang memang tidak jauh jarak nya dari rumah davin.


"Hahhh, sejuk sekali jarang-jarang aku bisa menghirup udara segar karna kan selama ini tuan davin melarang ku keluar bahkan aku seperti tahanan saja"ucap lia sambil merasakan sepoy-sepoy di taman.

__ADS_1


"Dan mungkin tuan davin akan marah pada ku ketika dia tahu aku keluar rumah"pikir lia dalam hati nya.


Setelah lama-lama lia berjalan-jalan mengelilingi taman tanpa lia sadari bahwa diri nya kini sudah sedikit jauh dari rumah davin.


"Sudah sore bahkan aku seperti nya agak jauh sekarang dari rumah"gumam lia.


"Hufh, karna terlalu asik memandangi pemandangan di luar aku sampai lupa"ucap lia.


Lia berbalik belakang dan berjalan menuju ke rumah davin, tapi saat lia sudah beberapa lama berjalan kaki diri nya justru tidak sampai-sampai ke rumah davin.


"Aku tadi lewat mana ya, aku lupa tadi melewati arah yang mana"ucap lia sambil menggaruk kepala nya karna bingung.


"Huuh, sebaik nya aku lewat sini saja"ucap lia dan berjalan menuju ke jalan raya tapi langkah nya kembali terhenti karna kepala lia yang kembali kumat


"Astaghfirullah, ya Allah, kepala ku kenapa harus sakit sekarang sih"gumam lia sambil memegang erat kepala nya yang kembali terasa sakit.


Karna tidak memungkin kan lia untuk berjalan lia memutuskan untuk duduk di kursi taman dan istirahat sebentar untuk menghilangkan rasa sakit kepala nya.


🍁🍁🍁🍁


"Tuan davin, kau"ucap lia sambil menunjuk davin yang berdiri di hadapan nya.


Davin menghampiri lia dengan tenang bahkan lia tidak melihat kemarahan di mata maupun di wajah nya.


"Tuan kau"ucap lia tapi davin hanya diam tak menggubris nya dan malah meraih tangan lia dan membawa nya pergi dari taman itu.


"Tuan"panggil lia dan davin hanya diam.


"Apa dia marah, tapi dia seperti nya tidak marah kelihatan sekali di wajah dan mata nya yang tampak diam"batin lia yang sekarang memilih diam.


Sekarang davin dan lia sudah sampai di mobil dan davin membukakan pintu untuk lia dan lia tanpa bertanya dan membantah menurut setelah davin memberi kode mata ke lia.

__ADS_1


"Apa kau marah?"tanya lia pada davin yang mereka sudah berada di dalam mobil.


Tapi davin hanya diam dan itu membuat lia bingung karna diam nya davin.


"Seperti nya kau sedang marah, baiklah aku tidak akan bicara kali ini"ucap lia.


"Lagi pula kali ini adalah salah ku karna tidak izin terlebih dulu pada mu"ucap lia.


"Tidak kau tidak salah, aku yang salah di sini"jawab davin yang kini mengeluarkan suara nya yang datar.


"Sebaik nya kau diam saja jangan banyak bicara"ucap davin yang hanya memfokuskan pandangan nya ke depan.


"Hem, ada apa dengan nya biasa nya dia langsung marah apa lagi aku telah melanggar aturan yang dia buat untuk ku tapi apa ini apa yang terjadi dengan nya"batin lia yang mengerut kan kening nya.


"Tapi mungkin saja dia marah dalam diam"pikir nya.


Setelah beberapa menit di perjalanan mobil mewah davin sampai di mansion rumah davin dan davin langsung keluar di ikuti juga dengan lia.


Lia berjalan mengikuti langkah davin tapi tidak memperhatikan jalan hingga kaki nya tersandung saat akan naik tangga dan hampir jatuh ke depan, refleks lia memeluk davin dari belakang dan membuat davin terpaku mematung.


Tapi davin tidak bereaksi sedikit pun hanya diam dan menunggu lia melepaskan pelukan nya tidak lama kemudian setelah lia menyadari bahwa diri nya memeluk davin langsung melepaskan pelukan nya dan davin juga yang langsung meninggalkan lia.


"Kenapa sekarang dia berubah menjadi pendiam bahkan sikap nya kali ini dingin pada ku"ucap lia yang memegangi dada nya karna terasa sesak.


"Kenapa sakit sekali rasa nya melihat dia bersikap dingin pada ku, padahal saat dia bersikap kasar tidak seperti ini hanya saja telinga ku yang sakit mendengar dia membentak dan meneriaki ku.


"Apa dia bersikap seperti itu karna aku yang telah melawan nya"pikir lia sambil memandangi anak tangga di atas nya.


Lia tidak memutuskan untuk menyusul davin ke atas melainkan pergi ke dapur.


"Bi, bibi sedang apa"tanya lia yang sudah berada di dapur dan melihat keberadaan aminah.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2