
"Enggak kamu nggak salah dengar, kakak memang akan menikah besok sebenarnya kakak tidak akan memberitahu kamu tapi kamu yang diberitahu saja langsung berteriak dan kaget seperti itu."Jawab davin yang akan menduga bahwa adiknya ini akan terkejut namun yang parahnya lagi lisa akan berteriak sekencang mungkin.
"Ya jelas dong lisa kaget mendengar nya dan itu salah kakak sendiri kenapa baru ngasih tahu sekarang, kalau di kasih tau jauh-jauh hari lisa pasti bakalan pulang ke-indonesia."Ucap gerutu lisa pada davin.
"Iya- iya maaf lagian juga pernikahan ini dadakan makanya baru ngasih tau sekarang."Sambung davin mengiyakan semua perkataan lisa.
Mendengar teriakan lisa saja sudah membuat telinga davin sakit apalagi kalau lisa sampai marah padanya.
Ya davin akan mengalah bahkan akan melakukan semua dan juga menuruti permintaan adik kesayangannya,
Karna davin tidak mau membuat kecewa adik semata wayangnya itu.
"Hufh, ya udah kalau gitu lisa siap-siap dulu ya buat pulang ke indonesia."Ucap lisa kesal tapi di dalam hati nya juga merasa sangat senang karna akhirnya kakak bisa mendapatkan pasangan-nya setelah beberapa tahun setia menyendiri.
"Udah nggak usah, kamu nggak usah pulang kamu harus fokus sama kuliah kamu. apalagi kamu bentar lagi mau ujian kan."Ucap davin menyarankan agar lisa tidak pulang ke indonesia.
"Enggak usah gimana, aku harus hadir dong di acara pernikahan kakakku dan juga aku mau bertemu sama kakak iparku,
Eh maksudnya calon kakak ipar, heheh"Ucap lisa cengengesan di seberang telfon dan juga sangat bahagia.
"Tapi sa, kalau kamu pulang hanya untuk menghadiri pernikahan ku gimana sama kuliah kamu, kamu itu bentar lagi mau ujian"ucap davin melarang lisa pulang.
"Masalah kuliah gampang kak nanti lisa tinggal minta cuti aja, dan ia lisa bukan HANYA menghadiri pernikahan kak davin tapi juga bertemu dengan calon istri kakak itu."Jawab lisa tetap memaksa davin.
"Ok if you insist you can go home, what can you do. And remember you be careful,yeah"Ucap davin pada lisa yang kekeh mau pulang.
"ok my handsome brother, hiihiihiiii.Jawab lisa dan segera memutuskan sambungan telfon pada davin.
Tut..tut..tut..
Davin mengerucutkan bibirnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya karna kesal lisa memutuskan panggilannya setelah ia mengizinkan nya pulang.
Lisa bukanlah seorang adik yang egois,
Baginya kebahagiaan kakak nya adalah kebahagiaan nya juga.
Dia juga tidak mau terus-menerus bergantung pada kakaknya dan dia juga menyadari bahwa suatu saat kakaknya akan pergi hidup bahagia bersama orang yang kakaknya cintai begitu juga dengan dirinya sendiri.
*****
Kini lisa telah berada di dalam pesawat bahkan ia juga sudah meminta cuti kuliah beberapa hari dan untungnya saja dosennya memberikan waktu cuti untuknya.
Setelah beberapa jam berada dipesawat lisa sudah sampai di Bandara SoekarnoβHatta dan langsung menghubungi kakaknya untuk menjemputnya.
"Halo, kak lisa udah di bandara nih. Jemput lisa sekarang ya"Ucap lisa tak sabaran.
"Hah, kok udah dibandara aja"Tanya davin.
__ADS_1
Davin yang sekarang sudah rebahan di kamar kaget karna adiknya usah ada di indonesia.
"Ya bisalah, lisa naik pesawat penerbangan tercepat ke indonesja soalnya. Makanya cepet sampe, udah kakak nggak usah banyak tanya lisa sekarang nungguin nih."Jawab lisa kesal karna menurutnya davin banyak tanya.
padahal baru nanya dan itu karna davin terkejut sudah mendapati kabar bahwa adiknya sudah sampai aja di indonesia.
(Kayaknya lalisa udah kebelet kali ya mangkanya nggak sabaranπππ)
"Iya udah kamu tunggu aja di bandara, kakak bakalan jemput kamu sekarang"Ucap davin sambil beranjak dari kasurnya.
Davin sebenarnya bisa saja meminta adiknya itu naik taxi tapi karna sudah sangat larut davin harus turun tangan sendiri untuk menjemput adiknya.
ππππ
Dirumah erna, adelia yang terbangun dari tidurnya karna mendengar ada yang memanggilnya. Siapa lagi kalau bukan tantenya yaitu erna.
"Lia...Lia...LIA BANGUN BUKAIN PINTUNYA."Teriak erna di depan pintu kamar adelia dan mengetuk keras pintu kamarnya.
"Ya, ada apa tante"Jawab adelia sambil mngucek-ngucek matanya yang masih mengantuk.
"Heh, lia kamu itu gimana sih besok itu hari pernikahan kamu seharusnya kamu perawatan dong liat tuh mata kamu bengkak dan hitam kayak mata panda"Bentak erna pada adelia.
Mendengar perkataan erna membuat adelia langsung murung dan membayangkan bagaiman jadinya jika ia sudah sah menjadi istri pria kejam itu.
"Apa kamu tidak dengar tante bilang apa cepat kamu rawat muka kamu itu jangan sampai besok kamu membuat masalah karna wajah dan matamu itu,CEPAAT" erna kembali membentak adelia bahkan mendorong adelia ke kamar mandi yang ada kamar lia tanpa rasa bersalah.
Adelia pun langsung masuk ke kamar mandi dengan air mata yang sudah berjatuhan tak terbendung.
Setelah apa yang terjadi padanya rasanya lia ingin sekali mengakhiri hidup nya sendiri tidak tahan akan siksaan dari davin nanti saat lia sudah jadi istrinya di tambah tantenya yang sama sekali tidak peduli padanya bahkan menjadikan nya sebagai pelunas hutang.
(Sabar ya adelia kamu tidak sendirian kok
Ada tuhan yang akan menjaga mu selalu bahkan aku juga bakalan nolongin kamuππππ)
Tapi hal itu tidak di lakukan oleh adelia,
Adelia mengingat pesan mending almarhumah ibunya bahwa jangan pernah menyakiti diri sendiri karna itu akan membawa penyesalan yang tiada akhir tetapi jika orang lain menyakiti dirimu maka tuhan yang akan membalasnya dengan kesakitan yang tiada akhir pula.
Sebenarnya ibu adelia tahu jika erna sangat tidak menyukai adelia, tapi karna tidak ada pilihan ibu adelia meminta erna untuk menjaganya sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
****
Setelah beberapa lama di perjalanan akhirnya davin sampai di bandar dimana lisa menunggu, bahkan lisa sudah berkacak pinggang.
"Iihh, lama banget sih kaki lisa sampe kesemutan nungguin kak davin"Ucap lisa kesal karna sedari tadi ia hanya berdiri menunggu davin.
"Sorry, tadi kakak lama karna macet"Jawab davin sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.
__ADS_1
Namun tak dihiraukan oleh lisa dan langsung masuk kedalam mobil.
"Ciih, gini amat punya adek kalau lagi ngambek"Desis davin menggelengkan kepala dan membawa koper lksa ke dalam bagasi.
"Udah dong jangan cemberut gitu, gak enak liatnya kayak kodok mau loncat"Ucap davin tersenyum mengejek.
Tapi malah ditatap tajam oleh lisa.
"Hufh, ya deh maaf."ucap davin tulus minta maaf pada lisa yang seperti sudah marah kepadanya.
"Nggak, kak davin harus bayar mahal karna kak davin udah buat dua kesalahan sekaligus."Ucap lisa sambil melihat kesal davin.
"Apa, kamu boleh minta apa aja sebagai ganti karna kakak lama sampenya tadi"Tanya davin santai
"bener, apa aja boleh"jawab lisa sambil mengangkat kedua alisnya,Dan di angguki oleh davin.
"Lisa mau ketemu calon istri kakak itu"permintaan lisa membuat davin tekejut dan langsung mengerem seketika. Tak kalh terkejutnya lisa karna medadak davin mengerem tanpa aba-aba.
Bagaiman tidak mendengar lisa menyebutkan calon istrinya tentu membuat davin mengingat adelia dan marah tapi di tahan oleh davin karna tidak mau lisa tau tentang keadaan yang membuat dia harus menikahi adelia.
"Kak davin kenapa sib kok malah ngerem mendadak"Tanya lisa kesal.
"Iya itu kesalahan kamu sendiri kenapa malah minta bertemu dengan calon istriku."Jawab davin dengan nada agak sedikit kesal tapi.
"Yee, orang cuma mau tahu aja, orangnya gimana, namanya siapa. Kak davin gak perlu mendadak ngerem gitu kalo jidak lisa kejedot gimana"Ucap lisa geram pada sikap kakaknya.
"Udah kamu nggak perlu ketemu sama dia malam ini, toh besok juga bakal bertemu juga"ucap davin berusaha menenangkan dirinya.
"Lagian juga pasti sekarang dia udah tidur karna udah larut malam banget. Mendingan kita pulang sekarang kamu juga harus istirahat."Ucap davin memberi pengertian pada lisa agar tidak ngotot bertemu dengan adelia.
"Ok, kalau gitu kita pulang tapi lisa mau tau siapa nama calon istri kakak itu."Lisa akhirnya menurut tapi ia ingin tahu siapa wankta yang akan menikah dengan kakak nya, setidaknya tau dia tau namanya meskipun belum tahu orangnya.
"Namanya adelia"Jawab davin singkat.
"Adelia doang gak ada kepanjangannya"Tanya lisa.
"Iya itu udah nama panjang nya adelia nama panggilannya adalah lia."Jawab davin kesal tapi dengan menekan kata-kata nya.
"uh, adelia di panggil lia nama yang bagus pasti orangnya juga cantik"Ucap lisa namun davin hanya diam.
Mendengar bahkan mwnyebut namanya saja sudah membuat tangan davin gatal ingin memberi pelajaran kepada wanita itu.
πππππππππππππππ
Ada yang pada penasaran gak sih sama kelanjutan ceritanya.
Untuk temen-temen semua yang udah mampir makasih banyak dan jangan lupa tinggalin jejaknya ya.
__ADS_1
LIKE, KOMEN, DAN VOTE DAN JANGAN LUPA HADIAHNYAπΉπΉπΉπΉπ π π