
Tapi davin tidak menunjukkan ekspresi di wajah nya dia pura-pura tidak melihat dan fokus menatap langit-langit di atas nya.
Setelah beberapa menit dan lia sudah mengeringkan rambut nya, davin dan lia makan malam bersama meskipun suasana nya hening tanpa ada yang mengeluarkan suara.
Namun seketika entah apa yang terjadi kepala lia kembali terasa pusing dan sakit hingga lia menghempaskan sendok makan nya dan memegangi kepala nya.
Davin yang melihat lia tiba-tiba memegangi kepala nya sedang kesakitan menghentikan makan nya.
"Apa kau baik-baik saja, kenapa kau memgangi kepala mu?"tanya davin dan memgerutkan kening nya.
"Ah, tidak tuan sebenar nya sejak tadi pagi kepala ku sakit"lirih lia dan masih memegangi kepala nya.
"Apa sudah minum obat?"tanya davin sedikit panik melihat wajah lia yang sedikit pucat.
"Hmm"jawab lia singkat.
"eem, baiklah kalau begitu kau istirahat saja aku akan membantu mu ke kamar"ucap davin dan beranjak menghampiri lia, tapi saat davin akan menuntun lia ke kamar lia menolak nya.
"Tidak perlu tuan, saya bjsa sendiri"tolak lia dan mendapat pelototan tajam dari davin dan itu membuat lia takut hingga akhir nya lia menurut.
"Ayo jangan membantah, karna jika kau membantah maka aku tidak akan membantu mu dan bersikap baik pada mu"ucap davin dan membawa lia masuk ke kamar.
Kini lia sudah berada di kamar bersama davin dan davin begitu telaten menuntun lia yang masih memegangi kepala nya.
"Terima kasih"ucap lia.
"Tidak perlu berterima kasih"ucap davin.
"Kali ini kau tidur saja di sini biar aku nanti tidur di sofa"ucap davin dan mendudukkan lia ke atas kasur nya.
"Kenapa tuan tidur di sofa kenapa tidak tidur di sini saja?"tanya lia yang mendongak kan kepala nya.
"Tidak usah banyak tanya cepat kau tidur"jawab davin dan mengambil bantal dan juga selimut.
__ADS_1
Lia hanya menganggukkan kepala nya dan membaringkan badan nya, sedangkan davin sudah duduk di sofa dan merebahkan badan nya dengan menutup kedua mata nya menggunakan tangan nya.
"Kenapa tidak tidur di sini saja, padahal malam itu tidur di sini"batin lia yang menatap davin yang seperti sudah tidur di sofa.
"Tapi jika di pikir-pikir dia sudah tidak bersikap dan jarang sekali berkata kasar pada ku, ya meskipun terkadang masih bicara dengan wajah bahkan nada datar nya"pikir nya.
"Tapi kira-kira kenapa ya, apa yang telah merubah nya"
"Tapi itu lebih baik setidak nya aku sudah melihat sisi baik nya bukan hanya sisi buruk nya saja"batin lia dan menyunggingkan senyuman nya.
"Berhenti menatap ku dan cepat tidur"ucap davin yang mengejutkan lia hingga lia sontak berbalik dan menahan sakit dan pusing di kepala nya.
Davin melihat lia kaget dan langsung berbalik memasang senyum di wajah nya.
"Aku kira sudah tidur"gumam lia dan memukuli jidat nya.
"Aaaakkkh"bising lia pada diri nya sendiri karna memukuli jidat nya sedangkan kepala nya sedang pusing.
****
Davin sudah lebih dulu bangun bahkan sudah mandi di bandingkan lia, karna lia masih terpulas tidur.
"Apa dia masih sakit kepala"gumam davin dan mendekati lia yang masih tertidur.
Davin memegangi kening lia untuk memastikan apa kah panas atau tidak.
"Tidak panas tapi kenapa dia belum bangun."ucap davin.
"Lia bangun sudah siang, lia..lia bangun"ucap davin yang membangunkan lia dengan lembut.
Lia yang merasa di bangunkan mengeliat seperti anak kecil dan itu membuat davin tersenyum manis melihat lia yang mengeliat.
"Hoaamm... Apa sudah siang"ucap lia sambil mengucek-ucek mata nya persis seperti anak kecil.
__ADS_1
"Hmm, cepat bangun aku sudah mau pergi ke kantor"ucap davin.
Lia bangkit dari tidur nya dan menduduk kan bokong nya.
"Hati-hati"ucap lia dan davin langsung menoleh melihat nya.
"Kenapa tuan melihat saya seperti itu apa ada yang salah"tanya lia.
"Apa yang kau katakan barusan, kenapa kau mengucapkan hati-hati pada ku"jawab davin dan balik bertanya pada lia.
"Hm, memang nya ada yang salah dengan apa yang saya ucap kan"jawab lia.
"Lagi pula saya berkata begitu adalah hal yang wajar karna tuan suami saya dan itu adalah kata-kata yang sering di ucapkan ileh setiap istri bukan jika suami nya hendak berangkat kerja"ucap lia.
"Benar juga"batin davin dan langusng meninggalkan lia keluar.
"Tuan davin"lia menghentikan langkah davin yang akan keluar kamar.
"Apa"jawab davin singkat.
"Apa tuan akan selalu bersikap seperti kepada istri sendiri"ucap lia yang entah apa yang lia pikirkan hingga dia berani berkata seperti itu.
"Apa maksud mu"tanya davin.
"Apa tuan suatu hari nanti akan dapat mencintai saya atau..."jawab lia dan belum selesai lia ingin bertanya davin sudah memotong nya.
"Jangan pernah mengharapkan saya untuk dapat mencintai mu dan jangan pernah berani untuk memikirkan hal itu karna itu tidak akan pernah terjadi"jawab davin dengan wajah datar dan melangkahkan kaki nya tanpa menoleh sedetik pun.
Lia yang melihat sikap davin acuh tak acuh merasa lesu dan tak bertenaga karna ucapan davin yang menelusuk di dalam hati nya.
"Tapi aku akan membuat mu mencintai ku"batin lia yang memegangi dada nya karna merasa sesak.
"Kau akan merasakan cinta jika kau membuka hatimu tuan davin"gumam lia.
__ADS_1
"Dan aku yang akan membuka hati itu"lanjut lia di dalam hati nya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁