
"BERANINYA KAU MEMUKULNYA"rimos berteriak dan kembali memukuli salah satu anak buah roberts hingga dia pingsan lisa yang melihat itu kaget dan meminta rimos untuk menghentikan nya.
"HENTIKAN!!"teriak lisa yang langsung membuat rimos menghentikan pukulan nya.
"Kenapa kamu begitu marah padanya?lagi pula bukan dia menampar ku tapi bos nya"jelas lisa
Mendengar penjelasan lisa rimos langsung menggeram dan mengepal tangan nya.
"Aku akan memberikan mu pelajaran tuan roberts sanjay"gumam rimos dalam hatinya dengan kesal.
"Tidak apa-apa,sebaiknya kita cepat pergi dari sini"ucap rimos dan langsung menggenggam tangan lisa di ikuti oleh anak buah rimos.
Saat ini rimos dan lisa sudah berada di dalam mobil kedua nya tampak diam tidak ada yang berbicara lisa yang selalu memalingkan wajahnya selalu menghadap ke luar jendela mobil sedangkan rimos sesekali melirik lisa karena lisa yang selalu menolak untuk diobati oleh rimos dirinya hanya mendengus dan ingin segera membalas perbuatan roberts terhadap lisa.
****
Di USA
"Mas kenapa?"tanya lia yang melihat davin tampak tidak tenang.
"Aku memikirkan lisa,entah apa dia baik-baik saja disana"jawab davin.
"Mas disana kan ada rimos yang menjaganya aku yakin jika rimos akan selalu menjaga lisa"ucap lia berusaha menenangkan davin.
"Huh, kamu benar"
"Mas kira-kira kapan kita pulang?"tanya la
"Sampai kamu sembuh jika kamu sudah sembuh kita akan pulang ke indonesia, lagi pula dokter sudah mengatakan bahwa kamu akan sembuh jika rutin melakukan kemo"jelas davin sambil mengelus pipi lia dan mencium keningnya
"Tapi kapan aku sudah tidak sabar pulang? "tanya lia kembali dan memeluk davin dengar erat.
__ADS_1
"Sabar saja, sebentar lagi kamu pasti akan sembuh"davin kembali meyakinkan lia namun lia sudah terlelap dipelukan davin.
"Hmm, sudah tidur rupanya"gumam davin dan membaringkan lia dengan benar tak lupa davin meninggalkan kecupan dikening lia.
***
Dua minggu kemudian..
Lia yang sudah dinyatakan sembuh dari penyakit nya kini benar-benar bisa lega dan bersyukur atas semua keajaiban dan juga anugerah dari tuhan karena bisa sembuh padahal penyakit yang di derita lia sudah stadium akhir.
Begitu juga dengan davin yang sangat bahagia bahkan tak hentinya mengucapkan terima kasih dan rasa syukur nya.
"Sayang, jadi apa kita bisa pulang besok ke indonesia"tanya lia dengan antusias
"Tentu"
"Aku sudah tidak sabar apalagi aku sangat merindukan suasana dan pemandangan indah di Indonesia"ucap lia sambil tersenyum-senyum.
......
Lisa kini sudah menjalani hari-hari nya dengan biasa namun ada yang tampak berbeda darinya karna dia sedikit tegas bahkan sering marah-marah pada pelayanan dirumah kakak nya.
Bahkan tak hanya itu lisa juga sangat dingin kepada pelayan-pelayan dirumah davin, begitu juga dengan rimos yang sudah beberapa hari tidak bicara pada lisa bukan rimos yang tidak ingin berbicara pada lisa namun sebaliknya.
"Lisa, apa mau aku antar? "tanya rimos memberi tawaran pada lisa namun kali ini bukan tidak digubris melainkan dengan tegas lisa menolak
"Tidak perlu"ketus lisa dan berlalu begitu saja
Rimos sendiri tidak mengerti kenapa lisa bisa berubah padahal saat itu dirinya sudah berusaha memberikan penjelasan tapi nampaknya lisa bersih keras untuk tidak mendengarkan rimos.
"Ada apa dengan nya,sangat angkuh dan datar sekali bicara padaku? "tanya rimos dengan wajah yang gusar.
__ADS_1
Di kampus lisa..
Lisa sudah memasuki koridar dimana kelas nya berada dan tidak kalah jauh berbeda sikap lisa juga sangat membuat orang-orang dikampus ngeri berpapasan dengan lisa karna lisa menunjukkan wajah yang datar dan dingin bahkan pandangan nya yang tajam.
Lisa yang tanpa sengaja mendengar beberapa mahasiswi membicarakan nya sontak membuat mahasiswi itu terkejut mendengar suara lisa yang lantang.
"Hei, kalian apa kalian pikir aku tidak mendengar apa yang kalian katakan,jangan pernah mengataiku apa lagi mengumpat ku dibelakang ku"ucapan lisa benar-benar nyaring hingga membuat beberapa mahasiswi itu ketakutan dan terbirit-birit pergi.
"Menyebalkan sekali"gerutu lisa dan kembali melangkahkan kaki nya menuju ke kelasnya.
Saat lisa sudah memasuki kelas dan duduk dikursi nya seorang mahasiswa datang menghampiri lisa dengan senyum ramah nya.
"Hai, lisa apa kabar?"tanya nya.
"Baik"ketus lisa tanpa memperhatikan orang yang berbicara dengan nya.
"Sepertinya ada yang berbeda,belakangan ini kamu.."belum sempat menyelesaikan ucapan nya lisa sudah menatap nya dengan tajam.
"APA? "tanya lisa dengan datar namun tatapan nya yang tajam membuat mahasiswa itu berdelik takut.
"Aah, tidak tidak apa-apa"ucapnya dengan cengir dan pergi dari hadapan lisa dan menghampiri teman-temannya di belakang.
"Fauzan, bagaimana apa berhasil?"tanya salah satu teman Fauzan.
"Tidak"jawabnya singkat
Fauzan adalah mahasiswa yang tampan, pintar, dan berprestasi yang sudah menyukai lisa sejak lisa pindah ke kampusnya namun lisa sama sekali tidak pernah menggubris nya.
Bahkan beberapa hari kemarin sikap lisa sangat membuat banyak orang kebingungan karna sikap nya yang tiba-tiba saja berubah dan tidak mau senyum padahal saat pertama kali lisa masuk ke kampus itu lisa selalu melempar senyuman setiap dirinya berpapasan dengan nya namun kali ini tidak lagi.
"Sabar, mungkin dia nanti akan menyukai mu juga nanti tapi harus dengan perjuangan dan pengorbanan juga pastinya"ucap salah satu teman fauzan lagi sedangkan fauzan hanya mengangguk dan memperhatikan lisa dari belakang.
__ADS_1
(Semoga kalian suka sama ceritanya dan terima kasih untuk yang sudah mampir dilapak ku ya.
Oh ya aku udah absen beberapa hari nggak up karna di tempat aku lagi gangguan jaringan udah beberapa hari dan sekarang baru stabil lagi jaringannya jadi hari ini aku bakal up lumayan banyak ada beberapa bab tapi waktu terbitnya mungkin sedikit berjarak)