MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA

MAFIA KEJAM BLASTERAN KOREA
BAB 39


__ADS_3

Lia yang saat ini tengah duduk di tepi ranjang kembali beranjak dan meraih sebuah amplop dari lemari nya, perlahan lia membukan nya dengan penuh kesedihan.


Membaca isi dari surat keterangan dari pihak rumah sakit, lia mengingat-ingat perkataan seorang dokter yang ia temui tanpa sepengetahuan davin.


Flashback off


Saat itu davin tengah sibuk mengurus masalah di kantor nya bersama asisiten nya yaitu rimos lee, dan kesempatan itu lah yang di lambil dan di luangkan oleh lia untuk keluar rumah dan memeriksakan diri nya.


Mengingat ia belakang sering merasakan pusing dan sakit di kepala nya dan juga ia kerap lupa dengan hal-hal yang kecil ia lakukan. Jadi lia memanfaatkan waktu itu untuk memeriksakan diri nya meskipun sempat di larang oleh aminah tapi karna lia yang ngotot aminah tidak bisa membantah hingga akhir nya mengizinkan lia pergi.


"Non lia tunggu"panggil aminah menghentukan langkah lia yang hendak keluar rumah.


"Ada apa bi"tanya lia.


"Non lia bibi temanin aja ya takut nya nanti non kenapa-kenapa sendirian"jawab aminah yang menawarkan diri untuk menemani lia.


"Ya udah bibi boleh ikut"ucap lia yang juga tidak mau terlalu mengambil resiko.


Setelah mereka keluar dari mansion rumah davin, lia dan aminah berjalan ke jalan raya dan mencari taxi tidak membutuhkan waktu lama sebuah mobil taxi hendak lewat dan aminah melambaikan tangan nya.


"Ayo non masuk"ucap aminah setelah taxi itu berhenti tepat di depan mereka.


"Mau ke mana buk mbak?"tanya supir taxi itu pada aminah dan lia.


"Ke rumah sakit medika"jawab lia dan supir itu pun melajukan mobil nya.


"Non lia yakin mau periksa ke dokter"tanya aminah dan hanya di angguki oleh lia.


Setelah lama di perjalanan akhir nya lia dan aminah telah sampai di ruma sakit medika jakarta.


Sebelum masuk lia mengambil nafas panjang dan menetralkan jantung nya yang berdegub kencang karna takut.


"Ayo bi"ajak lia dan aminah tersenyum setuju.


"Permisi sus, saya mau bertemu sama dokter hendra, dokter hendra nya ada"tanya lia pada seorang suster yang berada di administrasi.


" Iya dokter hendra ada di ruangan nya"jawab suster itu.


"Terima kasih"ucap lia dan menuju ke ruangan dokter nya dan aminah mengikuti nya.

__ADS_1


Karna memang sebelum nya lia sudah membuat janji pada dokter yang bernama hendra yang juga merupakan teman nya semasa sekolah.


Tok...tok...tok...


Adelia mengetuk pintu...


"Masuk.."sahut nya.


Dan lia bersama aminah masuk ke dalam ruangan dokter hendra.


"Eh adel"ucap dokter hendra dan mengalihkan pandangan nya pada lia yang di panggil nya adel.


"Heem, hai"ucap lia tersenyum lebar.


"Ok jadi kamu sudah siap"tanya dokter nya.


"Iya"jawab lia berusaha meyakinkan diri nya.


"Ya udah kamu silahkan berbaring ya"ucap dokter hendra dan tanpa berpikir panjang lia langsung membaringkan diri nya dan aminah menemani nya.


Dokter hendra langsung memeriksa adelia setelah adelia berbaring dan dengan teliti dokter itu memeriksa dan menanyai kendala-kendala yang lia rasakan belakangan ini dan benar saja semua yang apa lia katakan membuat dokter itu menganggukan kepala nya mengerti.


"Seperti nya saya harus memeriksa nya secara lab, karna ini tidak bisa di katakan hanya dengan pemeriksaan biasa saja"jawab dokter hendra.


Dokter hendra yang telah duduk di kursi nya dan lia juga telah berdiri dan di minta duduk oleh dokter nya.


"Baiklah aku akan melakukan pemeriksaan secara lab baru nanti nya bisa di pastikan"ucap dokter hendra.


"Maaf dok sebelum nya kenapa harus melakukan pemeriksaan secara lab ya apa tidak bisa di katakan saja apa yang dokter ketahui"tanya lia yang di buat penasaran oleh dokter itu.


"Tidak bisa del, aku tidak bisa mengatakan ini karna masalah nya jika aku mengatakan hasil dari pemeriksaan ku pada mu tadi dan ternyata hasil itu nanti tidak sama dengan hasil lab nya maka itu akan memakan resiko besar."jawab dokter itu dan menjelaskan nya kepada lia.


"Baik dok, kalau begitu japan saya bisa melakukan pemeriksaan itu"tanya lia dengan wajah yang sedikit sedih.


"Hari ini bisa karna pemeriksaan nya tidak membutuhkan waktu lama hanya saja hasil nya nanti mungkin membutuhkan waktu satu atau tiga hari"jawab dokter hendra.


"Ya sudah kalau begitu bisa di lakukan sekarang"tanya lia.


"Iya, ayo"ucap dokter hendra dan di ikuti oleh lia dan aminah.

__ADS_1


15 menit kemudian....


Lia sudah selesai melakukan pemeriksaan melalu lab dan tinggal menunggu hasil nya.


"Eeh, kira-kira berapa lama hasil nya keluar dok"tanya lia penasaran.


"Nanti saya akan memberitahu jika hasil lab nya sudah keluar"jawab dokter hendra.


"Ya sudah kalau begitu kami pamit dok, permisi"ucap lia dan di angguki oleh dokter nya.


"Permisi dokter"ucap aminah.


Saat ini lia dan aminah sudah berada di luar area rumah sakit dan kembali mencari taxi untuk pulang karna jujur saja aminah yang sedari tadi tengah ketakutan mengingat davin yanng belakangan suka pulang mendadak.


"Non lia kita harus cepat-cepat pulang, jangan sampai tuan davin pulang lebih dulu dari kita"ucap aminah.


"Iya bi, nah itu ada taxi"ucap lia dan melihat sebuah mobil taxi.


Setelah melambaikan tangan nya dan taxi itu pun berhenti lia dan aminah langsung masuk dan meminta supir taxi itu untuk jalan.


🍁🍁🍁🍁


Di tempat lain, davin tampak sedang sibuk di ruang kerja nya di kantor dan di dampingi oleh asisten nya.


"Rimos, apa kau sudah mengurus semua nya"tanya davin sambil mengaruk-garuk kepala nya menggunakan jari telunjuk nya.


"Urusan yang mana bos"tanya rimos polos davin yang mendengar pertanyaan rimos sontak langsung menoleh ke arah rimos.


"Apa, kau kenapa balik bertanya pada ku aku bertanya pada mu dan kau malah balik bertanya"jawab davin.


"Bos apa kesalahan ku kau bertanya apa aku sudah mengurus semua nya, semua itu yang mana bos?"tanya rimos yang tak mau kalah.


"Hefh, asisten apa kau ini jika masalah berdebat dengan ku kau seperti tidak mau kalah dari atasan mu"ucap davin.


"Bersyukur lah, karna kau mendapatkan bos seperti ku jika tidak mungkin orang lain sudah memecat mu"celoteh davin dengan nada yang sombong.


Rimos yang mendengar celotehan davin mencebikkan bibir nya.


"Hufh, kenapa bibir mu itu apa kau baru saja tersengat tawon"ucap davin meledek namun rimos memutar bola mata nya malas.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2