
"Sudah lah aku akan pergi ke kantor dan kau jangan lupa langsung pulang jika sudah bertemu dengan tante mu itu"titah davin dan beranjak dari duduk nya.
Davin yang sudah berjalan di ruang tengah tiba-tiba terhenti karna lia memeluk nya dari belakang.
"Mas kalau marah jangan di pendam, bilang ke lia apa salah lia sampai mas cemberut seperti itu"ucap lia dengan suara rendah nan lembut.
Davin langsung melepas kan tangan lia yang memeluk nya dan berbalik menghadal lia sembari memegangi pipi istri nya itu.
"Aku tidak marah tapi aku merasa kecewa"ucap davin.
"Kecewa kenapa?"tanya lia.
"Kecewa karna kau tidak memperhatikan ku sejak tadi bahkan sekarang kau sibuk di dapur tanpa memperhatikan ku yang sudah lama menunggumu sejak tadi"davin merajuk dan berharap lia membujuk nya tapi kenyataan nya lia malah membalikkan keadaan nya.
"Tapi itu salah mu mas kamu tidak mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar mandi padahal kamu tahu kalau aku belum___ucap lia.
"Belum apa"tanya davin.
"Tidak ada"jawab lia dengan ketus.
__ADS_1
"Ah tidak aku sudah membuat nya marah padahal kan seharus nya aku yang marah"gumam davin sambil menggaruk belakang kepala nya tapi masih bisa terdengar oleh lia.
"Seperti nya ini bisa aku jadikan sebuah rencana yang besar untuk mengerjai nya hahahh"pikir lia dan hati nya dan tertawa renyah.
"Sudah lah aku mau siap-siap untuk bertemu dengan tante ku kamu pergi sana ke kantor"ucap lia.
"Baiklah"davin hanya pasrah dan menurut karna tidak tahu harus melakukan apa saat ini.
"Hm, tumben biasa nya tidak mau di perintah tapi kenapa sekarang menurut,
Aakh biar kan saja"batin lia.
"Aku pergi dulu jaga diri mu"davin pamit dan tidak lupa memberikan kecupan singkat di kening lia sedang lia tidak menolak nya karna diri nya sendiri tidak bisa menolak.
"hm, hati-hati"ucap lia dan davin pergi meninggalkan lia dengan wajah nya yang kecewa karna diri nya merasa sudah membuat lia berbalik marah pada nya.
Para pelayan yang melihat adegan itu merasa iri tapi tidak dengan aminah yang merasa senang dan bahagian melihat davin dan lia kini rukun.
"Non lia kenapa seperti itu pada tuan davin"tanya aminah ketika lia sudah duduk di kursi meja makan.
__ADS_1
"Lia cuma pura-pura kok bi, lia mau memberikan sebuah kejutan pada mas davin"ucap lia dengan senang.
"Tapi tadi tuan davin___ucap aminah dandi potong oleh lia.
"Udah bibi tenang aja nanti mas davin bakal nunjukin senyum lebar dan manis nya tapi nanti malam"ucap lia.
"Ya udah bi lia berangkat dulu ya"ucap lia.
"Iya non lia hati-hati ya"ucap aminah dan di angguki oleh aminah.
"Eh, non lia tapi non lia kan belum sarapan"ucap aminah yang kelupaan lia yang belum makan apa pun sedari tadi.
"Nanti lia makan di rumah tante lia bi"ucap lia.
Lia melangkahkan kaki nya ke luar mansion rumah davin dan benar saja beberapa anak buah rimos lee sudah menunggu lia, sebenar nya lia sedikit takut apa lagi anak buah atau bisa di bilang bodyguard nya itu bertubuh tinggi, besar dan menyeramkan bagi lia.
"Silahkan masuk nyonya"titah salah satu bodyguard itu.
Lia menurut tetapi sedikit takut.
__ADS_1
Setelah lia masuk para bodyguard itu juga masuk ada yang satu mobil dengan lia dan ada juga yang mengiring dari belakang.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁