
Aminah dan para pelayan yang mengintip lia di dapur kaget melihat apa yang lia lakukan, namun lia yang di perhatikan oleh aminah dan juga pelayan-pelayan yang lainnya masih tetap fokus dan sibuk memotong sayuran.
Karna lia yang sekarang sangat bahagia, lia tak memikirkan akan masalahnya bahkan lia seakan lupa dengan davin yang mungkin akan marah padanya jika tahu lia melakukan pekerjaan yang seharusnya di kerjakan oleh para pelayan yang bertugas di dapur.
Setelah beberapa menit lia di dapur bahkan semua masakan yang ia masak telah matang kini lia menyiapkan nya di atas meja.
Masih dengan wajah yang ceria dan penuh kebahagiaan lia sampai tak menyadari jika aminah dan pelayan-pelayan yang sedari tadi memperhatikan nya.
"Maaf non tapi sebaiknya non jangan melakukan pekerjaan yang seharusnya kami kerjakan karna kalau tuan davin sampai tahu beliau pasti akan marah"ucap aminah merasa tak enak karna lia sudah memasak bahkan menyajikan makanan nya di atas meja makan.
"Eeh bibi, gak papa bik sekali-sekali lagian lia udah biasa masak waktu di rumah tante erna"jawab lia yang sempat kaget mendengar aminah berbicara padanya.
Aminah yang mendengar hal itu hanya tersenyum melihat lia yang begitu bahagia apa lagi lia yang sedari tadi tak pernah melepaskan senyumannya.
"Selesai"ucap lia saat semua makanan nya sudah berada di meja hanya menunggu davin saja.
"Ya udah bik lia ke kamar dulu ya"ucap lia pada aminah dan di angguki olehnya.
Lia yang sibuk di dapur untuk memasak bahkan menyiapkan makanan di atas meja telah selesai, kini lia pergi ke kamar untuk membersihkan diri karna tidak mungkin lia akan menyambut kepulangan davin dari kantor dengan bau dapur.
Setelah beberapa menit lia berada di kamar mandi, lia keluar dengan wajah yang sangat cerah apalagi lia masih tetap tersenyum.
****
Hari sudah menjelang maghrib dan saat adzan berkumandang lia memutuskan untuk sholat maghrib sendiri di rumah baru beberapa rakaat lia melakukan sholat tiba-tiba suara pintu kamar terbuka dan ternyata yang membuka pintu kamar itu adalah davin.
Davin yang melihat lia sedang sholat tak memperdulikan lia yang tengah khusyuk melakukan sholatnya dan meletakkan tasnya keranjang dan langsung mengambil handuk dari lemari lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai sholat lia yang melihat tas davun di atas ranjang langsung mengambilnya dan menggantungkan tas itu, baru saja lia mau keluar kamar tiba-tiba..
Ceklek.....
Davin membuka pintu dan keluar dari kamar mandi menggunakan handuk lia yang tanpa sengaja melihat davin yang bertelanjang dada langsung membalikkan badan nya membelakangangi davin.
"Hei, apa yang kau lakukan di sana apa kau ingin menjadi patung cepat keluar aku ingin berganti pakaian"titah davin dan lia langsung pergi keluar dari kamar mandi tanpa menjawab perkataan davin.
"Dasar wanita aneh"gerutu davin.
Setelah davin berganti pakaian dan hendak keluar kamar, baru saja davin ingin membuka pintu tiba-tiba....
Ceklek....
Jeeglek....
__ADS_1
"Aaaaaakh.....BRENGSEEK..."teriak davin sambil memegangi jidatnya yang sakit.
Jidat davin kejedot pintu karna ternyata lia yang tanpa sengaja membuka pintu kamar hampir bersamaan dengan davin yang hendak keluar.
Lia yang mendengar teriakan davin seketika wajahnya menjadi pucat.
"Ma-maaf tuan saya tidak sengaja"ucap lia dengan gugup dan hendak memeriksa jidat davin.
"Aaakhh, kau apa kau tidak bisa mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar ku, ooh aap jangan-jangan kau sengaja melakukannya"cetus davin yang masih memegangi jidatnya yang sakit.
"Maaf tuan saya benar-benar tidak sengaja"lirih lia.
"Eebh, biar saya lihat jidatnya dan saya akan obati"ucap lia dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak perlu, kau pergi dari hadapan ku sekarang jika kau ada di hadapan ku maka aku akan ketimpan sial, kau adalah wanita pembawa sial."ucap davin dengan ketus.
Davin yang mengatakan hal itu membuat lia kembali tak bisa membendung air matanya karna perkataan davin yang begitu tajam menusuk ke dalam hati lia.
"Apa kau tidak mendengar perkataan ku cepat kau keluar dari kamar ku jika tidak aku bisa khilaf dan akan membunuhmu"ucapan davin membuat lia bergemetar dan tanpa pikir panjang lia langsung pergi meninggalan davin takut jika davin benar-bennar akan membunuhnya.
Lia yang sedari tadi menahan teriakan tangisnya di hadapan davin kini pecah di luar mansion rumah davin.
Hiiks....hiiks...hiks.....
"Ayah ibu lia mau ikut kalian aja kalau lia harus menderita seperti ini lia tidak sanggup menahannya, tante erna tidak peduli sama sekali pada lia dan sekarang lia menikah dengan orang yang kejam"lia melantur tanpa berpikir apa yang dia katakan.
(sabar lia semua akan indah pada waktunya nantiππ).
"Non lia"aminah yang tiba-tiba datang menghampiri lia dan lia yang langsung menghentikan tangisannya dan menghapus air matanya karna mendengar ada yang memanggilnya.
"Eh bik, bibi aminah ngapain disini"tanya lia yang berusaha menyembunyikan kesedihan nya.
"Justru bibi yang harusnya nanya, non lia ngapain di luar"jawab aminah.
"Lia cuma ee cari angin bik"ucap lia bohong.
"Ya udah non lia sekarang masuk ya tuan davin sudah menunggu di mmeja makan"ucap aminah.
"Iya bik nanti, lia masih mau disni sebentar"ucap lia sambil memandangi langit yang penuh dengan bintang-bintang.
"Ya udah non lia jangan lama-lama di luar nanti masuk angin, bibi duluan masuk ya"ucapan Aminah pada lia membuat lia merasa hangat saat mendengarnya dan lia yang membalas ucapan aminah dengan senyum manisnya.
"Kasian non lia, dia harus menderita karna ulah tante nya."batin aminah dan pergi meninggalkan lia.
__ADS_1
Setelah aminah pergi lia juga menyusul masuk takut juga kalau dia sakit karna masuk angin.
Setelah lia masuk ke dalam memang benar davin sudah duduk di kursi meja makan dengan wajahnya yang datar namun tidak menampakkan kekesalan atau kemarahan saat lia duduk di depan nya.
"Cepat kau habiskan makanannya setelah itu kau masuk ke kamar."titah davin dengan datar dan di angguki oleh lia.
Sekarang keduanya menyantap makanan mereka. Davin yang sangat menikmati makanan nya bahkan davin melahap makanan yang ada di piring nya itu seperti orang kelaparan.
Sedangkan lia yang melihat itu merasa bingung dan juga takut, ingin bertanya nanti davin nya malah marah tapi jika tidak bertanya lia merasa sangat takut melihat davin begitu lahapnya menyantap makanan itu.
"Tu-tuan"ucap lia dengan terbata-bata.
"Ada apa, apa kau sudah kenyang"jawab davin yang masih mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
"Tidak, i-itu tu-tuan kenapa makan nya lahap sekali, eem aa-apa tuan..."ucap lia yang sudah benar-benar takut apalagi davin langsung menatap tajam hingga lia tidak melanjutkan kata-katanya.
"Maaf saya cuma mau bertanya"ucap lia yang sudah menunduk kan kepalanya.
"Jangan membuat ku marah, cepat kau habiskan makanan mu jika tidak aku yang akan memakan nya."ucap davin dengan wajah yang datar.
"Ba-baik tuan saya akan menghabiskan makanan nya **-tapi tolong jangan makan saya"ucap lia yang terbata-bata setelah mendengar davin ingin memakannya.
"Apa kau tuli siapa yang ingin memakan mu, aku bilang cepat kau habiskan makanan mu jika tidak aku yang akan memakannya dan menghabiskannya"ucap davin yang hampir kelepasan tertawa dengan apa yang lia katakan tapi masih bisa di tahan oleh davin.
"A-apa...."lia kembali menundukkan kepalanya karna malu lia sudah salah mendengar ucapan davin tadi.
(Dikira akan memakan lia jika lia tidak memakan dan menghabkskan makanan nya ternyata bukanππ).
"Sudah kau cepat habiskan makanan mu dan langsung ke kamar"ucap davin dan beranjak dari kursinya lalu pergi meninggalkan lia yang masih duduk di meja makan.
Davin yang sudah berada di ruang kerja nya tersenyum-senyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Dasar aneh wanita yang aneh"ucap davin yang masih senyum-senyum sendiri mengingat ucapan lia.
ππππππππππππππππ
Udah dulu ya nanti aku sambung lagi ceritanya dan semoga kalian semua yang sudah mampir menyukai cerita yang aku buat.
Jangan lupa like, komen, dan vote
Dan hadiahnya πΉπΉπΉπ€π€π€
..............TERIMA KASIH............
__ADS_1