Magician Knight

Magician Knight
PlayBoy


__ADS_3

Author pov


"Ya, bagaimana ya? Sayangnya, kau orang yang terlalu baik kalau jadi playboy sepertiku." Ujar Shamus dengan efek lebay.


"Aku mohon, ajari aku, Shamus!" Pinta Shaquil.


"Tapi, setelah kau melakukannya. Kemungkinan berhenti akan sangat sulit, karena tentu saja rasanya yang sangat menyenangkan." Ucap Caldwel yang mulai angkat bicara.


Shaquil pun terdiam dan sepertinya ia memikirkan kembali niatnya untuk melakukan hal itu. Jika ia mundur sekarang, maka kesempatan balas dendamnya akan hilang begutu saja. Tapi jika ia tetap maju.


"Aku tahu resikonya, tapi aku sudah membulatkan keinginanku sejak awal!" Ujar Shaquil dengan serius.


Shamus menampilkan smirk nya, "Jangan tarik kata- kata mu itu ya, Shaquil." Ujarnya masih menampakkan senyum smirknya itu.


"Tidak akan." Ucap Shaquil dengan yakin.


Semuanya pun mengangguk, tidak ada penolakan dari Rea maupun Rosean. Setelah itu, Shamus mengajari Shaquil semua cara menjadi seorang playboy.


Cara menjadi PlayBoy ala Shamus+google.


Pertama, peka dengan perasaan wanita yang selalu berubah- ubah. Misalnya jika dia sedih kamu harus ada di sampingnya dan memberinya dukungan.


Ke dua, Tunjukkan daya tarikmu. Tunjukkan jika kau itu memiliki daya tarik yang baik, mulai dari cara berpakaian, kepintaran atau yang lainnya.


Ke tiga, sesekali jadilah misterius. Salah satu hal yang tidak bisa di tahan oleh wanita adalah rasa ingin tahu. Saat mereka menyelidiki tentangmu, tanpa sadar mereka dapat jatuh cinta padamu.


Ke empat, percaya diri. Percaya dirilah saat melakukan sesuatu, jangan jadi pribadi yang penakut karena mungkin perempuan nggak akan menyukainya.


Ke lima, jangan sombong. Perempuan itu nggak suka kalau kamu sombong, jadi sesekali merendah dan terlihat ramah agar mereka nyaman.


Ke enam, jangan khawatir sama wajah. Kalau kamu khawatir sama wajahmu, maka kamu bukan orang yang percaya diri dan perempuan nggak akan menyukai hal itu.


Ke tujuh, sesekali gombal. Gombal adalah sesuatu yang di sukai perempuan dan salah satu cara jitu untuk meluluhkan hati mereka.


Ke delapan, jangan terburu- buru. Saat melakukan sebuah hubungan, jangan terlalu agresif karena kemungkinan itu akan membuat tidak nyaman.


Ke sembilan, berilah ia kejutan. Sesekali berilah ia kejutan yang tidak pernah ia bayangkan, karena itu akan terasa sangat manis untuknya.

__ADS_1


Ke sepuluh, playboy boleh, tapi harus tetap pasa prinsip dan kata hatimu.


Itulah cara jadi PlayBoy ala Shamus+google.


Shaquil pun melakukan apa yang di beritahukan oleh Shamus. Sekarang, ia bisa di bilang sudah setara dengan level ke playboy an Shamus.


Shaquil bahkan dapat membuat Leanna sakit hati dengan perbuatannya. Sengaja nggak di perlihatkan karena nggak tahu caranya:v.


Sejak saat itu, Shaquil di juluki vience, itu adalah nama yang berarti penakluk. Di maksudkan untuk memberikan deskripsi kehebatan Shaquil dalm menaklukkan hati para perempuan di sekolahnya.


Setidaknya nilai ulangan Shaquil tidak terganggu dan dia masih berada di urutan pertama se kota Reala. Jika di bandingkan dengan kota lainnya sepertinya masih menang Reala.


Suatu hari di pagi yang cerah saat berada di dalam kelas. Gadis- gadis itu masih setia melihat wajah serius Shaquil yang terlihat cool saat bertarung.


Itu di saat pelajaran sekolah Knight, tentu saja pelajaran sekolah kestria pasti kebanyakan di luar ruangan. Setetes demi setetes keringat membasahi wajah tampan Shaquil.


Membuat para gadis tambah berteriak senang karena di sejuhkan pemandangan yang menyegarkan itu. Rea hanya diam dan sesekali mendengus sebal.


Rea pov


Gara- gara hal itu, semakin banyak gadis yang mengelilinginya, dan membuatku semakin kesal. Di tambah kepintaran, kekuatan dan tampangnya itu, siapa coba yang tidak akan tersihir?


Tapi, wajah Shaquil yang di basahi keringat itu terlihat sangat, keren. Ah, sialan, apa yang aku pikirkan sekarang?!


"Rea, ada apa? Apa kau tidak sehat?" Seseorang mendekatiku dengan wajah yang masih di basahi keringat.


"Iya, aku tidak apa- apa. Lalu bagaimana denganmu, Shaquil?" Tanyaku seraya berjalan mengambil handuk.


"Yah, aku juga baik- baik saja."


Aku menyodorkan sebuah handuk untuknya dan dengan senyum ramah ia mengambilnya. Benar- benar kurang ajar, kenapa dia harus tersenyum manis seperti itu sih?! Tidak tahu apa gara- gara senyum itu jantungku hampir meledak?


Aku pun memiringkan wajah menatap gadis- gadis menyebalkan itu. "Apa kau tidak terganggu dengan keberadaan hantu menyebalkan itu?" Tanyaku menunjuk yang ada di belakang Shaquil.


"Lumayan, bagaimana kalau kita melakukan sedikit sandiwara agar mereka pergi?"


Pertanyaannya membuatku berpikiran buruk, tapi aku hanya menyangkalnya karena itu tidak mungkin terjadi.

__ADS_1


Aku pun mengangguk, dan itu malah mendatangkan malapetaka sekaligus sesuatu yang sangat ingin aku dengar dari mulutnya.


"Hei, kenapa kalian masih melihatku seperti itu? Tidak tahu apa karena ulah kalian pacarku merasa tidak nyaman?" Ujar Shaquil dengan suara cukup lantang.


Untung saat ia mengatakannya tidak ada guru alias sedang pergi. Aku rasa dia sudah merencanakannya! Tapi, kenapa aku merasa senang?


Author pov


Rea pun mendongak ke arah Shaquil dengan wajah terkejut. Bahkan sampai ada yang pingsan karena fakta mengejutkan yang keluar dari mulut Shaquil.


Shaquil merangkul pundak Rea dengan erat menujukkan kemesraan di antara mereka. Rea tentu saja masih membeku dan kaku saat hal itu terjadi.


"Kau, apa yang kau-"


Sebelum menyelesaikan perkataannya, Shaquil terlebih dulu mengeratkan pelukan mereka dan mendekatkan mulutnya ke telinga Rea. Sontak pipi Rea menjadi sangat panas karena perbuatan Shaquil.


"Aku mohon, jika kita tidak melakukan drama ini, maka mereka akan terus- menerus mengikutiku." Bisik Shaquil di telinga Rea.


Rea pun tersadar, ini hanya sebuah permainan yang di lakukan oleh seorang playboy. Mereka kembali ke posisi awal, dan lagi- lagi Rea di buat terkejut oleh Shaquil.


"Sayang, apa sekarang kau masih kesal padaku? Aku mohon jangan benci aku ya?"


Cup, Shaquil mencium pipi Rea dengan mesranya. Setelah itu Shaquil menampakkan wajah tampan yang bersinarnya dengan tidak tahu malu.


"Benar- benar menyebalkan! Dasar b*j*ng*n ganteng kurang ajar!" Batin Rea mengumpat.


"Oh, jadi kalian sudah pacaran ya? Benar- benar jahat tidak memberitahuku!"


Suara yang familiar, siapa lagi kalau bukan Shamus. Shamus menampilkan senyum mengejeknya kepada Shaquil dan Rea.


Gadis- gadis itu masih di sana lo, mereka malah seperti orang yang nonton drama teater saja. Ada seseorang yang dari jauh mengamati mereka, dia menjatuhkan buku- bukunya saking terkejutnya.


Dia adalah Rosean, wajah Rosean seperti ingin menangis. Ia pun dengan cepat berlari pergi dari sana dengan air mata yang terus mengalir deras. Sesampainya di kamar, Lynelle terus berusaha menenangkan Rosean yang sangat patah hati saat itu.


"Hiks, kenapa? Kenapa harus Rea?" Batin Rosean terus- menerus menangis.


BERSAMBUNG~

__ADS_1


__ADS_2