Magician Knight

Magician Knight
Teroris


__ADS_3

Shaquil membeku di tempatnya, menatap bangunan yang kini mulai terbakar. Buliran air mata pun terjatuh melewati pipinya, hatinya amat tersayat. Ia tidak mempercayainya, ia gagal melindungi orang yang ia sayangi.


Zhung, beberapa menit setelahnya, dua orang gadis bersurai ungu melakukan teleportasi tepat di belakang mereka berempat yang sedang menatap hampa itu.


"Teman- teman!" Ujar wanita bersurai ungu itu.


Ia berlari ke arah keempat orang di depannya. Shaquil langsung menoleh ke belakang, ia mengenali suara lembut itu. Air mata pun mengalir lebih deras dari sebelumnya.


"Hiks, Ryu Ice!"


Shaquil segera berlari ke arah wanita bersurai ungu itu. Ia langsung memeluk Ryu Ice yang sedang di gendong wanita itu. Buliran air mata semakin membasahi pipinya, tenang, itu adalah air mata kebahagiaan, kok.


"Hiks, Rosean, terima kasih banyak." Ujar Shaquil yang nampak begitu hampa.


"Sama- sama, lagi pula itu adalah kewajibanku." Jawab Rosean.


"Hei Rosean, Lyenelle, bagaimana kalian bisa selamat dari bencana itu?" Tanya Rea.


"Oh, begini..."


Flash Back di mulai. Di kamar Rosean, tepat 20 menit sebelum ledakan terjadi. Rosean, Lynelle dan Ryu Ice sedang bermain bersama di atas kasur.


"Hm, awat(Gawat)." Ujar Ryu Ice.


Ryu Ice pun mulai nampak kebingungan dan itu juga membuat Lynelle dan Rosean juga ikut kebingungan. Ryu Ice terus celingukan tidak jelas dengan wajah was- was dan ketakutan.


"Ryu Ice, ada apa? Kenapa kau gelisah begitu?" Tanya Lynelle yang masih setia memeluk boneka kesayangannya.


"Ita aus egi(Kita harus pergi)!" Ujar Ryu Ice.


"Pergi? Kenapa kita harus pergi?" Tanya Rosean.


"Ita alam aaya(Kita dalam bahaya)!"


"Bahaya? Bahaya apa?" Tanya Rosean semakin kebingungan.


Ryu Ice malah tambah panik dan membuat dua gadis di depannya pun ikutan panik tidak jelas. Ryu Ice kemudian menunjuk keluar jendela.


"Iat elua(Lihat keluar)!"


Dengan patuhnya, Rosean menuruti perkataan Ryu Ice dan melihat keluar jendela. Betapa terkejutnya ia, ada sebuah bola api besar yang akan menuju tempat mereka sekarang.

__ADS_1


"Astaga, ini gawat!" Teriak Rosean mulai panik.


Ia kemudian berlari ke arah sebuah laci besar dan nampak seperti mencari sesuatu. Set, ia kemudian mengeluarkan sebuah tongkat serasi dengan tingginya.


Tongkat itu berwarna ungu dengan bentuk bagian atas seperti mengapit sebuah bintang. Bintang itu berwarna biru cerah dengan warna merah muda di tengahnya.


Rosean pun menggendong Ryu Ice dan kemudian menarik Lynelle ke dekatnya. Zhung, Rosean membuat lingkaran sihir yang cukup besar. Lingkaran sihir itu membawa mereka ke tempat mereka berada saat ini. Flash back end.


"Jadi seperti itu ceritanya." Jelas Rosean.


"Hei Rosean, dari mana kau mendapatkan tongkat sihir itu?" Tanya Shamus.


"Oh, ini? Ini aku dapatkan dari kakek ku sebagai hadiah ulang tahun." Jawab Rosean.


"Oh, begitu." Ucap Shamus.


"Sekarang itu tidak penting lagi, Lynelle, gendong Ryu Ice dan tunggu kami di sini." Suruh Shaquil.


Lynelle menunjukkan sorot mata menolak, Shaquil pun menghela napas berat. Ia mengerti apa maksud tatapan Lynelle itu.


"Kenapa aku harus tetap di sini?" Tanya Lynelle.


"Uh, baiklah, aku akan di sini menjaga Ryu Ice. Cepatlah kembali."


"Baiklah, terima kasih, ya, Lynelle."


Shaquil mengusap kepala Lynelle dengan senyum simpul sebelum meninggalkan Ryu Ice di tangan Lynelle. Lyenelle hanya diam dan segera pergi ke tempat yang aman.


Di sisi Shaquil, mereka berlima sekarang berada di depan gerbang dengan membawa senjata yang mereka buat dari kekuatan mereka. Karena kesatria tidak bisa membuat senjata, jadi dia harus meminjam alat yang di buat oleh penyihir.


Shaquil dapat menggunakan busur, pedang, tombak dan yang lainnya. Tapi kali ini, Shaquil memilih menggunakan pedang. Shamus menggunakan tombak dan Rea menggunakan Busur. Caldwel menggunakan pedang sama seperti Shaquil. Jika Rosean menggunakan tongkat sihir tentunya.


Set, pintu gerbang terbuka, zrash, para pemberontak itu pun di bunuh oleh ke lima orang itu dengan satu kali hempasan. Bagaikan memukuk angin, mereka semua seketika tumbang satu per satu dengan sangat mudah.


Sesuai perkataan mereka, mereka menyekap sekiranya 3 orang. Berjaga- jaga kalau misalnya salah satu dari mereka memilih bunuh diri atau tiada di tempat itu.


Untungnya ada satu dari mereka yang menyampaikan sesuatu yang menarik. Hal itu membuat ke lima orang(Shaquil, Rosean, Caldwel, Shamus, Rea)yang mengintrograsi pemberontak itu terkejut bukan main


"Kami menyerang tempat ini, sebagai perwujutan perang karena tuan kami akan menaklukan dunia. Dan negara kalian adalah negara pertama yang akan kami hancurkan!" Begitu ujarnya.


Bagaimana tidak terkejut coba, perwujutan perang seperti itu dan juga di saat yang sangat tidak tepat.

__ADS_1


Para guru tidak ikut melawan mereka karena mereka tersekap di suatu tempat. Mereka di bawa lari oleh para pemberontak sebelum insiden ini terjadi.


Shaquil dan yang lainnya pun keluar dari tempat introgasi dengan wajah panik dan gelisah. 10 menit berlalu dan mereka masih diam tidak percaya.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Caldwel.


"Tentu saja, kita harus bersiap untuk perang." Ujar Shaquil yakin.


Sontak keempat orang lainnya terkejut dengan perkataan Shaquil. Semuanya menggeleng kuat, mereka semua menolak karena mereka itu masih kecil dan kurang pengalaman. Lebih tepatnya, mereka hanya remaja berusia 15 tahun saja!


"Shaquil, pikirkan kembali tentang hal itu. Perang? Itu bukan solusi terbaik mu, kan?" Tanya Caldwel.


"Hei payah, mereka kan sudah menantang kita untuk berperang! Tentu saja kita harus melawan mereka!" Teriak Shamus.


"Alu setuju dengan Shamus, kita tidak boleh kalah apa lagi lari seperti pengecut begitu!" Ujar Rea.


"Perang bukanlah sebuah permainan, kalau kita benar- benar ingin berperang. Maka kita harus menyiapkannya dan meminta bantuan para senior." Sahut Rosean.


"Tapi kalo para senior semuanya sudah di bawa oleh para pemberontak itu duluan bagaimana?" Tanya Caldwel.


Semuanya pun hanya bisa menghela napas berat, mereka tidak percaya di usia 15 tahun ini. Tanggung jawab mereka akan sebesar ini, bagaikan sudab berumur 45 tahun saja.


Tiba- tiba sebuah ide pun muncul di kepala Shaquil. Ia tahu idenya ini mungkin tidak akan berhasil, tapi apa salahnya mencoba, kan?


"Aku tahu, Rosean! Kau bisa tidak berteleportasi ke tempat yang jauh?" Tanya Shaquil.


"Teleportasi ke tempat yang jauh? Em, akan aku usahakan, memangnya kau ingin aku melakukan apa?" Tanya Rosean.


"Ada satu hal yang dapat kau lakukan, dan itu mungkin akan cukup menguras tenaga mu." Ucap Shaquil.


Beberapa jam kemudian, banyak suara berisik yang terdengar. Suara apa lagi kalau bukan suara persiapan perang, banyak orang yang berada di aula. Mereka berpakaian seragam pelindung lengkap.


Bukan itu hal yang mengejutkan semua orang, tapi ada sesuatu yang lebih mengejutkan dari itu. Sesuatu yang tidak terbayang oleh orang- orang. Nantikanlah chapter berikutnya.


BERSAMBUNG~


Eh, guys, Gw mau nanya nih, ini tu ada di komik or anime apaan, sih? Penasaran aku sumpah😶



Bagi yang tahu tolong jawab, ya😍Soalnya ada yang bilang kalau ini ada di Mangatoon😍Tapi aku nggak bisa nemuin anj*r🤧😭

__ADS_1


__ADS_2