Magician Knight

Magician Knight
Kau?!


__ADS_3

"Hyuga, aku pasti juga akan, menyelamatkan mu."


Tubuh Adriana menghilang sedikit demi sedikit dan menjadi butiran cahaya yang cantik. Beberapa detik kemudian, Adriana sampai di depan sebuah singgasana.


Singgasana itu di duduki oleh seseorang. Tubuhnya kecil, kemungkinan perempuan. Ia juga menggunakan tudung jubah berwarna hitam dengan kaki di silangkan.


"Apa kau yang mengendalikan Hyuga?!" Tanya Adriana dengan nada di tinggikan.


Wanita itu terdiam, ia kemudian berdiri dan menuruni tangga itu menuju Adriana. Adriana hanya diam sambil menatap tajam tanpa tubuh gemetar sedikit pun.


"Kenapa, kenapa bisa begini?" Tanya wanita itu.


"Eh, suara itu, kenapa terdengar sangat familiar ya bagiku?" Batin Adriana.


Wanita itu terus bergumam tidak jelas, sampai akhirnya ia berada di tangga terakhir dan membuka tuding jubahnya itu. Mata Adriana terbelalak sempurna.


"Kau, kau...Siapa kau?!"



"Aih, kau melupakan ku secepat itu?"


"Tidak perlu basa- basi, katakan siapa kau?!"


"Aku adalah saudara tiri yang sangatvkau sayangi. Tapi kau malah menipuku dengan wujud laki- laki mu itu!"


"Saudara, tiri...? Ah, Leanna?!"


Leanna tersenyum remeh ke arah Adriana, Adriana masih dalam mimik wajah terkejutnya. Ia menggeleng keras melihat wujud Leanna sekarang ini.


"Ba, bagaimana mungkin?"


"Aku terlalu bodoh dan polos saat itu, dan kau memanfaatkannya dengan baik kakak ku yang manis."


Leanna mengenakan sayap hitamnya dan mendekat ke arah Adriana. Tubuh Adriana tidak bisa bergerak, dan Leanna memanfaatkan hal itu untuk menyentuh dagu mulus Adriana.


"Saat itu, saat di mana kau menghancurkan hatiku dengan cara memutuskan ku itu sangat jahat!"


Adriana menampakan smirk, "Heh, jahat? Apa kau lupa saat itu kau juga sering menyakitiku. Aku hanya membalas perbuatan mu, lho."


Leanna menggetarkan gigi kemudian menampar Adriana sangat kuat sampai pipinya berdarah dan nyaris bengkak. Adriana malah tersenyum kecil dan mengejek Leanna.


"Kenapa? Itu memang benar bukan Adikku?"


"Ih, diamlah! Kalau aku tidak bisa memiliki wujud laki- laki mu. Maka aku akan memiliki wujud perempuan mu saja!"


"Nj*r, kok dia tiba- tiba jadi l*sby, sih? Otaknya udah ngeres!" Batin Adriana.

__ADS_1


Adriana membaca sebuah mantra dan akhirnya ia bisa bebas dari genggaman Leanna. Leanna pun berdecak sebal dan langsung menyerang Adriana tanpa pikir panjang.


Adriana menghadang serangan pedang Darknion milik Hyuga yang ternyata sudah di ambil oleh Leanna. Karena pedang itu, Adriana mengingat Hyuga dan kemarahannya pun semakin menjadi.


Adriana mengeluarkan creasent moon nya dan berniat menghabisi Leanna dalam sekali serangan.


"Karena kau sudah membuat semua orang yang aku sayangi tiada. Maka kau harus menanggung resikonya!"


"Heh, sebelum hal itu terjadi, maka aku akan menghabisi mu terlebih dahulu!"


Kekuatan Adriana dan Leanna bertubrukan, tahu kalau dia akan kalah kalau bertarung jarak dekat dengan Adriana. Leanna pun terbang dan menyerang Adriana lewat atas.


"Heh, pengecut! Kalau kau berani, turun dan hadapi aku!"


"Huh, pengecut? Aku bukan pengecut dan ini namanya tak- tik bodoh!"


Dengan crescent moon, sudah pasti Adriana akan sulit menyerang. Karena crescent moon di gunakan untuk pertarungan jarak dekat bukan jarak jauh.


Adriana menyatukan tangannya lagi untuk membuat senjata baru. Senjata itu adalah senjata terkuat dan terhebat yang pernah Adriana buat selama ini.


Senjata itu juga sangat lah langka, senjata itu bernama death rifle. Dengan kata lain senapan kematian yang dapat di gunakan untuk menembak orang dalam satu serangan.


Tapi bukan menembak dalam arti menembak cinta, ya. Kalo yang itu lain cerita lain maksud. Adriana dalam posisi kuda- kuda menembak Leanna yang terbang bagaikan burung itu.


"Kali ini, kau pasti akan habis Leanna! Death bullets!"


Duar, duar, duar, tiga peluru di tembakan dan itu berhasil mengenai kedua sayap Leanna dan membuatnya jatuh tersungkur ke lantai. Adriana meletakan death rifle itu di atas kepala Leanna yang mencoba merangkak itu.


Mata biru Adriana menyala sangat menakutkan. Adriana benar- benar terlihat seperti seorang psikopat yang haus akan nafsu membunuh. Sebelum Adriana menembak tepat di kepala Leanna, ada seseorang yang muncul di hadapan mereka.


"Wow, wow, wow, tenang dulu, Adriana."


Adriana berdecak sebal, orang itu benar- benar sangat menyebalkan. Dia berani menghentikan Adriana yang saat ini menjadi satu-satunya Dewi perang di dunia itu.


Adriana menjadi satu-satunya Dewi perang karena para dewi perang yang lainnya telah tiada. Kekuatan Adriana juga adalah gabungan dari ke lima Dewi perang.


"Heh, lama tidak bertemu ya, ibu tiri ku." Uhar Adriana sambil di tekan.



"Wah, ternyata kau sudah banyak berubah, ya."


"Demi apa sekarang para j*l*ng berkumpul di sini?"


"Ck, ternyata kau tambah tidak sopan. Tentu saja aku ke sini untuk membantu anak kesayangan ku yang tidak berguna itu."


"Baguslah kalau begitu, dengan begini aku tidak perlu mencarimu lagi. Akan langsung mengirim kalian ke neraka bersama- sama!"

__ADS_1


Wush, senjata death rifle berubah menjadi senjata crescent moon. Ia sekarang bagaikan Dewi malam yang siap melahap siapa saja yang masih terjaga dan tidak tidur.


"Eiy, baru bertemu dan kau langsung membunuhku? Itu tidak sopan, loh~"


"Tidak akan ada yang namanya sopan santun saat bertemu dengan mu."


"Hehe, kalau begitu untuk menghormati mu. Kita langsung bertarung saja bagaimana?"


"Itulah yang aku inginkan!"


Adriana menyerang seperti serangan Ruby di mobile legend. Sring, tring, tring, suara pedang dan sabit bertubrukan terus menerus terdengar.


"Death blood!"


"Darkness black!"


Tiba- tiba serangan Adriana melemah, itu membuat ibu tiri Adriana tersenyum senang. Tiba- tiba muncul sebuah cahaya dari balik serangan, lebih tepatnya berasal dari arah Adriana.


"Death bullets!"


"Tunggu, apa...!"


Duar, jleb, peluru itu menusuk bagian jantung ibu tiri Adriana. Serangan itu juga membuat serangan yang di luncurkan ibu tiri Adriana melemah dan menghantamnya, Double kill.


"IBU!!!"


Leanna berjalan ke arah ibunya yang terkapar sekarat itu. Leanna terus menangis histeris, Adriana hanya menatap kedua orang itu datar seperti tidak memiliki hati nurani.


Leanna berdiri dan kekuatannya semakin bertambah. Ia benar- benar membenci Adriana, tapi sebelum Leanna maju, sebuah tangan menghadangnya. Itu tangan ibu tiri Adriana.


"Ibu!"


"Heh, kau pikir kau bisa membunuh ku secepat itu?"


"Kau benar- benar mirip iblis, ah tidak, dari dulu kau memanglah iblis." Ujar Adriana.


Ibu tiri Adriana kembali berdiri seperti tidak terjadi apa- apa. Semua luka pertarungan sembuh tak berbekas sama sekali. Ia benar- benar iblis.


"Leanna, ayo kita habisi nyawa ratu iblis itu."


"Heh, apa aku tidak salah dengar? Bukannya kebalik, tuh."


Kedua iblis bersayap hitam itu terbang ke atas bersiap melancarkan serangan. Mereka menghilang, tapi masih dapat di rasakan kalau mereka masih ada di sana.


"Heh, mau menggunakan cara murahan itu lagi? Kalian berdua memanglah sepasang orang pengecut."


BERSAMBUNG~

__ADS_1


Maaf cuma mau tanya, cerita ku ini memang terbelit- belit nggak, sih?😅 Tolong komen ya nanti.


Biar aku langsung to the point nanti sama ceritanya🤗. Oh ya, cerita sebelumnya bikin ketawa nggak🤣. Kalo nggak nanti bakal aku tambahin deh humornya🤣. Bye, bye😳.


__ADS_2