Magician Knight

Magician Knight
Kekuatan Super


__ADS_3

Hyuga menyadari kalau jika dia tidak segera bertindak, maka dia pasti akan kalah. Hyuga mengangkat pedang Darknion kembali ke atas. Ia mengayunkan pedangnya ke bawah lebih kuat dan segenap tenaga.


"Darknion, explansion!"


Wush, seketika keenam dewi perang itu pun terpental ke belakang. Shaquil pun sontak syok dan gelagapan. Satu orang dapat mengalahkan lima orang, bagi siapapun itu terlampau tidak mungkin.


"Ba, bagaimana bisa?" Tanya Aygul.


"Hah, hampir saja bukan tadi? Kalo aku tidak bergerak cepat, pasti aku akan berada di posisi kalian saat ini. Tapi, maaf ya, aku tidak akan mengalah secepat itu." Ujar Hyuga.


Hyuga berjalan ke arah para dewi perang, jantung Shaquil semakin terpacu cepat. Sepertinya Hyuga berencana untuk menghabisi para dewi perang itu.


"Tunggu, kau harus melawanku terlebih dahulu!" Ujar Shaquil.


Dengan sigap, Shaquil berada di depan Hyuga, berniat untuk menghadangnya. Shaquil tahu kalo perbuatannya itu dapat membuat dirinya dalam masalah.


Dan hal itu juga dapat membuat orang yang ia sayangi kecewa, mungkin. Tapi harus bagaimana lagi, orang yang di sayangi Shaquil, semuanya, sudah tewas karena pertarungan itu.


Yang ada di mata Shaquil hanyalah benci, benci, dan benci saja. Tangannya benar- benar gatal, ia ingin langsung memenggal kepala Hyuga dengan tangannya sendiri sekarang.


"Heh, kau ingin melawanku? Mimpi saja sana!" Ujar Hyuga.


"Kenapa? Apa kau takut kalah melawan serangga kecil sepertiku?"


Darah Hyuga mendidih, dia kemudian berada di depan Shaquil bersiap memenggal kepalanya. Dengan sekuat tenaga, Shaquil menahan kekuatan Hyuga itu dengan pedangnya.


"Uh," Desah Shaquil.


"Heh, apa kau sudah kehabisan tenaga dulu?"


Shaquil berdecak, ia kemudian mengayunkan pedangnya ke atas dan membuat Hyuga terpental ke belakang. Tentu saja Hyuga tidak akan menerimanya apa lagi memaafkan Shaquil.


"Hiyah!"


Hyuga mengayunkan pedangnya lagi, entah kenapa kepada Shaquil ia tidak menggunkan jurus Darknion explansion. Mungkin Hyuga beranggapan kalau tanpa Darknion explansio**n ia dapat membunuh Shaquil.


Sring, tring, duar, Shaquil dan Hyuga kembali bertarung di langit. Seperti sebelumnya, hanya terdengar suaranya saja, tapi wujudnya bahkan tidak bisa di lihat sama sekali.


Duar, untuk kedua kalinya, Shaquil terpental dan membentur tanah. Tapi ia tidak menyerah begitu saja, semangatnya lebih membara dari pada sebelumnya, ia bangkit lagi, lagi, dan lagi.


Hyuga pun berdecak sebal, ia pikir semangat dan keinginan Shaquil akan padam begitu saja. Tapi ternyata, itu malah membuat semangatnya semakin berkobar- kobar seperti api.


"Kenapa, kenapa kau tidak langsung mati saja, sih?!" Tanya Hyuga sambil berteriak.


"Karena aku, tidak akan membiarkan, orang- orang yang membantuku, gugur sia- sia!"

__ADS_1


Shaquil berteriak dengan darah yang terus menerus menetes membasahi dahindan rambutnya. Perkataan Shaquil membuat para dewi perang tersenyum tipis.


"Shaquil, kau..." Batin Caldwel yang masih selamat.


Caldwel pun melirik ke arah para dewi perang. Para dewi perang memberi kode kepada Caldwel, untungnya Caldwel mengerti maksud para dewi perang itu.


Caldwel kemudian tiba- tiba menyerang Hyuga dan membuat Shaquil dan Hyuga terkejut. Hyuya bertambah kesal karena sekarang ada dua ekor serangga yang mengganggunya.


"Apa yang kalian...?"


"Shaquil, pergi ke tempat para dewi perang sekarang! Kau mungkin bisa mengobati luka mereka!" Ujar Caldwel.


"Tapi kau...?"


"Aku baik- baik saja, akan aku urus si c*c*ng*k ini untuk sementara waktu."


"Kau bilang aku apa, hah, dasar b*d*b*h!" Teriak Hyuga.


Shaquil pun menyetujui permintaan Caldwel dan segera pergi ke tempat para dewi perang. Shaquil duduk bersimpuh dan mencoba mengobati luka para dewi perang itu.


"Maaf aku lama, tunggu sebentar, aku pasti akan menyembuhkan kalian berenam." Ujar Shaquil.


Sebelum Shaquil membaca mantra penyembuhnya, ada tangan yang menghentikan langkah penyembuhannya itu. Itu adalah tangan Miya yang saat ini ia pegang.


"Tidak, walau kami sembuh pun, pasti akan sulit untuk mengalahkan Hyuga." Ucap Miya.


"Maksudnya adalah, kau harus melawan Hyuga menggantikan kami." Sahut Dyndra.


"Tapi, kekuatanku masih belum cukup."


"Tidak masalah, kami akan memberikan kekuatan kami kepada mu, Shaquil." Ucap Rexana.


"Jadi, bagaimana, Shaquil, apa kau menerimanya?" Tanya Aafreeda.


"Jika kau tidak menerimanya, maka aku akan menghabisi mu." Ancam Ruby.


Shaquil pun mengangguk, para dewi perang itu pun menyatukan tangan. Cahaya berwarna warni muncul dan itu menuju ke atas langit sampai akhirnya itu turun dan mengenai Shaquil.


Caldwel tersenyum tipis dan terlihat bahagia, sementara Hyuga yang melihat hal itu juga langsung mengumpat kesal.


"Sialan, ternyata serangga yang ada di depanku ini hanyalah pengalih perhatian!" Batin Hyuga.


Hyuga langsung menghempaskan Caldwel dan menuju ke arah Shaquil. Sepanjang perjalanan, Caldwel terus menerus menghadang Hyuga tidak peduli berapa pun luka yang ia terima.


Di sisi Shaquil, ia masih dalam proses mendapatkan kekuatan. Shaquil pun terbawa le alam bawah sadarnya. Di tempat itu, ia melihat seorang gadis yang sangat cantik.

__ADS_1


"Siapa, kau?" Tanya Shaquil kepada gadis itu.


"Ahahaha, kakak, kau melupakanku secepat itu?" Tanya gadis itu.


Shaquil pun tambah bingung, ia tidak mengerti apa maksud gadis di depannya itu. Sampai ia mengatakan dua hal yang membuat Shaquil melompat kaget.


"Ini aku Ryu Ice, kakak Adriana."


Bagiamana Shaquil tidak terkejut coba, gadis itu mengetahui namanya, dan dia bilang kalau dia, adalah Ryu Ice?!


"Itu, itu tidak mungkin!" Bantah Shaquil.


Shaquil membantah hal itu, karena Ryu Ice yang ia tahu, adalah seorang balita berusia 1 tahun lebih beberapa bulan. Sementara Ryu Ice yang ada di depannya itu, adalah seorang gadis berusia sekitar 9 atau 10 tahun.



"Kalau, kalau kau benar- benar Ryu Ice, maka buktikan!" Ucap Shaquil.


"Hah, baiklah, ingat 8 bulan yang lalu? Saat itu, aku sedang di bawa oleh beberapa orang menyebalkan dan kau tiba- tiba muncul di hadapan ku."


"Saat itu, aku sedang menjalankan sebuah misi, sayangnya, aku malah melakukan kesalahan dan terjebak dalam tubuh bayi."


"Kaulah satu- satunya orang yang memberiku nama dan merawatku setulus hati. Kau bahkan menagis saat tahu bahwa aku berada di dalam gedung yang nyaris terbakar itu."


Shaquil terus terdiam mendengarkan perkataan gadis yang menyebut dirinya sebagai Ryu Ice itu. Ryu Ice sekarang terdiam, ia menunggu jawaban kakaknya Adriana.


"Kalau begitu, kenapa kau di sini?" Tanya Shaquil.


Ryu Ice tersenyum tipis, "Karena aku ingin membantu mu, kakak."


Mata Shaquil terbelalak, "Mem, membantuku? Tapi jika kau membantuku seperti yang lainnya, maka kau, kau akan tiada!"


Ryu Ice tersentak, ia hanya tersenyum simpul menatap kakaknya itu. Shaquil masih dengan mata yang menolak keras perkataan Ryu Ice itu.


"Aku tidak akan tiada, karena jika aku tiada, maka alam semesta ini, pasti akan hancur." Ucap Ryu Ice.


"Jadi, terimalah kekuatanku ini, kakak. Tenang saja, aku mungkin hanya akan terjebak dalam tubuh anak kecil saja." Lanjut Ryu Ice.


Karena penjelasan Ryu Ice itu, Shaquil dapat bernapas lega dan menerima permintaan Ryu Ice itu dengan perasaan tenang. Ryu Ice mengangkat tangannya dan sebuah bola berwarna biru muncul dan menyentuh kepala Shaquil.


Duar, proses pemberian kekuatan pu selesai. Di saat yang tepat pula, karena saat itu Caldwel sudah tidak bisa lagi menahan kekuatan Hyuga. Caldwel terkapar lemah, tapi dirinya masih bisa melihat fenomena mengejutkan itu.



"Hyuga bertahanlah, aku pasti, akan menyelamatkan mu!"

__ADS_1


BERSAMBUNG~


__ADS_2