Magician Knight

Magician Knight
What The?!


__ADS_3

Author POV


Setelah salam perpisahan itu, Ayah Nik masuk ke dalam kamar Shaquil untuk mengecek keadaan Ryu Ice. Sangat mengecewakan, Ayah Nik tidak menemukan Ryu Ice melainkan surat yang berisi,


'*Hai ayah, maaf mengecewakan mu. Tapi, setelah di pikir- pikir lagi, aku tidak jadi menitipkan Ryu Ice. Aku akan membawanya bersamaku ke sekolah. Maafkan anak mu ini, ya.


 


Putri jahat mu, Adriana❤\*'


 


 


Ayah Nik membeku di tempat, ia tidak percaya apa yang sedang di bacanya. Ia mengepalkan surat yang ada di tangannya itu dengan raut wajah kesal.


"Putri jahat dari mananya? Kamu itu putriku yang baik bagaikan malaikat! Tidak, bahkan seperti seorang peri, ah bukan, bidadari!" Ujar Ayah Nik.


Di sisi lain, Shaquil duduk sambil merogoh tasnya yang di dalamnya adalah seorang bayi. Siapa lagi kalau bayi itu bukan Ryu Ice.


Ryu Ice menatap Shaquil yang tersenyum bahagia saat itu. Shaquil kemudian mengangkat bayi itu ke dalam pelukannya.


"Maaf ya, apa di dalam sana pengap?"


"Iak(Tidak)."


"Huh, padahal tadi aku tidak berniat membawa mu bersama ku." Batin Shaquil.


Flash Back


Saat Shaquil selesai mandi, ternyata Ryu Ice juga sudah bangun. Tapi Ryu Ice pura- pura tidur alias hanya menutup matanya saja. Saat Shaquil mengusapnya dan hendak pergi.


Ada satu tangan yang menahannya, saat berbalik ternyata yang memegang tangannya itu adalah Ryu Ice.


"Au iut(aku ikut)."


"Tidak boleh, kau harus di sini, ya?"


Air mata mulai menggenang di mata Ryu Ice, sepertinya Ryu Ice akan segera menangis. Shaquil pun mulai gelagapan dan mencegah agar air mata itu tidak membasahi pipi Ryu Ice yang imut tiada tara.


"Eh, eh, jangan nangis, aku akan memberikanmu makanan yang enak nanti. Atau kau mau es krim? Kalau kau mau es krim aku akan-"


Set, sebelum menyelesaikan kalimatnya, Ryu Ice menarik lengan baju Shaquil dengan tatapan puppy eyes yang sangat mematikan mendekati level puppy eyes Shaquil.


"Au iak elu e im, au ana au iut(Aku tidak perlu es krim, aku hanya mau ikut)."


Flash Back En**d


"Aku minta maaf, tapi nanti kau harus masuk lagi ke dalam tas ini. Tidak apa- apa, kan?"

__ADS_1


Ryu Ice menggelengkan kepala dengan imutnya. Senyum manis pun terukir di wajah ke dua orang yang sedang dalam perjalanan menuju sekolah itu.


Sesampainya di sekolah, Shaquil pun segera turun takut jika Ryu Ice tidak bisa bernapas nanti di dama tas itu. Ia langsung berlari seperti sedang di kejar tikus vampir satu RW.


Di tengah jalan menuju kamar, dengan kata lain saat berada di koridor sekolah. Shaquil bertemu dengan Shamus yang berjalan so santuy. Shaquil menabrak Shamus dan menyebabkan Shamus menang banyak.


Maksudnya saat jatuh, Shamus menabrak dan menindih seorang gadis. Untung dia kesatria jadi dia menopang tubuhnya dengan tangan di kanan dan kiri kepala gadis itu.


Gadis itu adalah Rosean, Rosean hanya diam dan berdekhem agar Shamus segera minggir dari pandangannya sekarang. Shamus segera berdiri dengan mulut di tutupi kepalan tangannya.


"Ekhem, maaf soal tadi."


Shamus menjulurkan tangan hendak membantu Rosean bangun dengan memalingkan wajah yang masih merah merona itu. Rosean menyambut bantuan Shamus dengan baik.


"Tidak apa- apa, lain kali berhati- hati lah." Ujar Rosean.


"Dasar Shaquil sialan, gara- gara dia aku jadi seperti ini, kan. Tapi ini hebat juga, kalau dia Rea dia pasti akan langsung memukul ku bukan?" Batin Shamus.


Shamus kemudian melanjutkan perjalanan ke kamarnya sekalian mencari teman jahatnya tiada terbendung itu.


Sesampainya di depan kamar, Shamus kemudian membuka pintu dan menemukan Shaquil, Caldwel dan seorang bayi(?).


Shamus yang pikirannya sudah kotor sejak membaca sebuah komik hentai pun tiba- tiba pipinya memerah bagaikan berada di dalam sauna neraka.


"Ja, jangan- jangan,"


Shaquil dan Caldwel menoleh ke arah Shamus yang membeku di tempat dengan pipi semerah paprika.


"Jangan- jangan saat berada di luar sekolah kalian, membuat bayi?!" Teriak Shamus.


Teriakan Shamus membuat Shaquil terkejut dan hampir melayangkan arwahnya karena malu. Shaquil memukul kepala Shamus sampai pingsan.


"Kau ini bodoh, ya? Bayi akan tercipta jika ada seseorang yang sudah hamil sekitar 9 bulan!" Ucap Shaquil kesal.


"Kau ini benar- benar berpikiran sangat kotor." Ujar Caldwel.


"Maaf, aku kan sudah terbiasa ambigu duluan." Ujar Shamus.


Set, Shaquil pun duduk dengan satu kaki di letakan di atas kaki yang lain intinya menyilang gitu lah. Dengan frustasi Shaquil memijat kepalanya yang terasa sangat teramat pusing.


Ryu Ice, alias bayinya itu di baringkan duluan sebelum memukul Shamus. Shamus sekarang mendekati tubuh kecil milik Ryu Ice yang dari tadi.


"Jadi, siapa nama bayi ini?" Tanya Shamus yang memegang tangan mungil Ryu Ice.


"Namanya Ryu Ice." Jawab Shaquil.


"Nama yang sangat imut, jika besar dia boleh menjadi pengantin ku, kan?" Tanya Shamus.


Shaquil menatap Shamus dengan tatapan mengerikan seperti bilang, 'Jika kau menikahi Ryu Ice, maka aku akan menghabisimu.'

__ADS_1


"Hei, aku hanya bercanda. Lagi pula saat aku menikahinya nanti aku pasti sudah menjadi kakek- kakek." Ujar Shamus memalingkan pandangan.


"Baguslah, aku pikir tadi aku harus menyiapkan kaca yang sangat besar." Ucal Shaquil.


"Sindiran mu itu lo." Ucap Shamus.


Shamus dan Shaquil terus berdebat dengan di iringi tawa dari keduanya. Sememtara Caldwel, dia menatap ke arah Ryu Ice kemudian menatap ke arah Shaquil.


"Eh, ada apa Caldwel?" Tanya Shaquil.


"Jangan bilang kalau kau juga berniat menikahi Ryu Ice, ya."


Buagh, satu kepalan tangan meluncur ke arah kepala Shamus. Pelaku yang memukul kepala Shamus tidak lain adalah Shaquil orang yang bersangkutan langsung dengan Ryu Ice.


"Aw, sakit bodoh!" Ringis Shamus.


"Dengar ya, yang bodoh itu kau. Lagi pula, pikiran Caldwel tidak sekotor itu!" Ucap Shaquil.


"Tapi kenapa Caldwel terus- menerus menatap kau dan Ryu Ice secara bergantian?"


"Benar juga, kenapa?"


Shaquil dan Shamus menatap Caldwel dengan penuh heran. Caldwel yang merasa di perhatikan pun menoleh ke arah ke dua orang yang sangat konyol itu.


"Hm, aku cuma penasaran saja, kenapa aku merasa anak ini mirip denganmu Shaquil?"


"Kalau di pikir- pikir lagi memang cukup mirip."


"Ya, soal itu..."


Shaquil menggaruk bagian belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu dan membuat Shamus semakin berpikiran kotor.


"Jangan bilang sebelum kau masuk ke sekolah ini kau melakukan hal tidak senonoh dengan seorang perempuan. Lalu setelah kau keluar dari sekolah ini kau pergi ke tempat perempuan itu untuk mengambil bayimu." Ujar Shamus.


"Setelah itu kau menelantarkan wanita yang melahirkan bayi mu itu." Caldwel melanjutkan kalimat Shamus.


"Kalian ini benar- benar, aku bukan pria seperti itu!" Teriak Shaquil tidak terima.


BERSAMBUNG~


 


\-Iklan\-


 


"Thor, sebenarnya Ryu Ice itu anaknya siapa, sih?" -Shamus.


"Yang pasti bukan anak ku kan, thor?" -Shaquil.

__ADS_1


"Ya nggak tahu, lanjutkan aja hari berikutnya -,-" -Author.


"Nyebelin bat sih." -Shaquil.


__ADS_2