Magician Knight

Magician Knight
Happy B'day Adriana


__ADS_3

"Baiklah, aku akan menerimanya."


"Bagus, senang mendengarnya. Em, ngomong- ngomong, siapa perempuan di belakang mu itu?"


"Ah, perkenalkan, dia adalah Reryu. Reryu, ini adalah temanku, namanya Caldwel."


"Halo Reryu."


Reryu terdiam, dia kemudian menatap datar ke arah Adriana. Adriana paham kalau Reryu kemungkinan grogi atau tidak terbiasa di antara orang lain.


Adriana mengangguk sambil tersenyum manis, Reryu sedikit terkejut. Kemudian ia menatap Caldwel dengan sedikit menarik napas dan membuangnya agar lebih rileks.


"Hai juga."


"Jadi, bagaimana, Caldwel? Dia cantik, kan?" Tanya Adriana sembari menggoda Caldwel.


"Ya, dia lumayan cantik."


"Tapi lebih cantik kan wajah mu tahu!" Lanjut Caldwel dalam hati.


Adriana menatap ke atas langit dan terlihatlah burung- burung yang terbang dengan sangat bebas dan tanpa beban. Tatapan Adriana terlihat sangat sedih, dia seperti iri kepada burung- burung itu.


"Adriana, ada apa?" Tanya Caldwel.


"Ha? Tidak ada apa- apa."


"Kakak, ayo kita pergi beli pakaian untuk ke taman lampion nanti." Ajak Meira.


"Ah, iya, baiklah."


"Tunggu, apa aku boleh ikut?" Tanya Caldwel.


"Ya, baiklah."


Adriana, Caldwel, Meira, dan Reryu pun pergi ke sebuah toko untuk membeli baju. Meira pergi ke bagian kiri dan tentu Reryu mengikutinya karena perintah Adriana.


"Hm? Kenapa kau hanya diam saja?" Tanya Adriana.


Bukan tanpa sebab Adriana bertanya seperti itu, pasalnya sedari tadi Caldwel terus melihat ke arahnya tanpa lelah dan hampir tadi tidak berkedip sama sekali.


"Eh? Ti, tidak ada apa- apa. Aku hanya melihat pemandangan saja, kok."


"Pemandangan? Memangnya apa pemandangan yang ada di sini?" Batin Adriana.


Tiba- tiba mata Caldwel menangkap sesuatu yang membuatnya tertarik. Ia kemudian pergi meninggalkan Adriana dan pergi melihat barang itu dengan mata berbinar.


"Eh, kemana dia mau pergi? Auh, ah, bodo amat aja." Batin Adriana.


Adriana pun selesai membeli baju yang ia inginkan dan pergi keluar. Di luar, ia melihat Caldwel yang sepertinya sedang sangat bahagia karena suatu hal.


"Wah, ada apaan, nih? Dari tadi tersenyum terus- menerus. Nggak capek apa?"


"Ya, enggak, lah. Kita kan harus bahagia."


"Haha, kau benar, ngomong- ngomong, Caldwel, kamu beli apaan tadi?"


"Rahasia dong, sampai bertemu nanti. Bersiap-siaplah karena aku akan menjemput mu di rumah mu malam nanti."


"Di, rumah ku?"


"Cie, yang bakalan di jemput pacarnya nanti." Ejek Meira.

__ADS_1


"Sepertinya dia pria yang baik, jangan sampai dia lolos." Ucap Reryu mendukung Meira.


Blush, seketika pipi Adriana memerah malu dan kesal karena di ejek sahabat dan adiknya itu. Adriana pun menggembungkan pipi dan berjalan pergi.


"Hump, jika sudah selesai ayo cepat pulang ke rumah. Ryu Ice pasti sudah bangun dan menangis." Ucap Adriana.


"Hihi, bukannya sudah ketebak maksud kak Caldwel? Benarkan, kak Reryu."


"Ya, benar, malahan sangat jelas maksudnya."


Malam harinya, seperti yang telah di janjikan, Caldwel datang menemui Adriana di rumahnya. Caldwel datang dengan pakaian santai tapi sangat menawan.


Caldwel menggunakan pakaian berwarna hitam dengan jaket seperti rocker. Celananya berwarna hitam dengan sepatu berwarna putih bersih sambil menyilangkan tangan.


"Seharusnya dia sudah keluar saat ini." Batin Caldwel.


"Maaf, sudah membuat mu menunggu lama."


"Tidak masa- Ah,"


Mata Caldwel terbelalak sempurna, sementara mulutnya melongo menatap tampilan Adriana yang sangat indah dan wow, cantik tak terkatakan.


"Apa, apa benar ini Adriana yang aku kenal? Kau terlihat seperti Dewi, ah bukan, kau memang Dewi. Kalau begitu, kau adalah bidadari!"


"Ah, kau terlalu berlebihan."


"Hehe, kalau begitu..."


Set, Caldwel mengarahkan satu tangan ke depan menyambut Adriana yang sangat cantik. Adriana tentu sangat terkejut karena sikap Caldwel yang tiba- tiba menjadi agak aneh.


"Ayo, tuan putri, kita pergi."


"Hei, apa kalian akan melupakan kami begitu saja?" Tanya Meira yang tiba- tiba muncul.


Sontak Adriana dan Caldwel langsung gelagapan dan terkejut akan kemunculan Meira dan Reryu. Reryu hanya tertawa kecil melihat tingkah laku pasangan yang terlihat canggung itu.


"Tuan, mari kita berangkat." Ucap Reryu.


"Ah, kau benar, ayo kita segera pergi."


Sampai di taman lampion, nampaknya bukan hanya Adriana dan Caldwel saja yang akan menjadi pasangan yang berkencan di sana. Walau belum resmi pacaran, atau bisa di sebut otw pacaran.


"Loh, Rea, Shamus, kakak, Rosean, Hyuga, dan Lynelle, kalian juga ada di sini?" Tanya Adriana.


"Tentu saja, memang hanya kau saja yang bisa ke sini?" Tanya Shamus.


"Santai aja dong, lagi pula aku juga tidak akan mengganggu mu dan Rea pacaran."


"Adriana, maksud mu itu apa?!" Tanya Rea yang mulai gelagapan.


"Nggak ada maksud apa- apa, Caldwel ayo pergi ke sana. Sepertinya makanan itu sangat enak!"


Caldwel dan Adriana meninggalkan pasangan lainnya termasuk adiknya Meira yang sedang cemberut. Meira pun menggandeng tangan Reryu dan pergi ke suatu tempat.


"Sudahlah Reryu, jomblo seperti kita bisa apa? Lebih baik kita pergi dan cari pasangan saja."


"Em, tuan cilik, kau mau kemana?"


"Aku mau pergi mencari makanan sekaligus pasangan biar nggak di kira jomblo."


"Astaga, kecil-kecil sudah cari pasangan. Gimana besarnya nanti?" Tanya Rea.

__ADS_1


"Sudahlah, lebih baik kita mengurusi kehidupan kita sendiri- sendiri saja." Ucap Rosean.


"Ya, sudah, sampai jumpa Rosean."


"Sampai jumpa juga Rea, Shamus."


Sementara di sisi Adriana, dia sedang menghabiskan waktu bersama Caldwel mencicipi makanan di sana dengan sangat senang.


"Sudah makannya, kita cari tempat duduk dulu agar kamu lebih leluasa untuk makan."


"Terima kasih, Caldwel memang yang terbaik."


Caldwel dan Adriana pun duduk di bangku taman Lampion. Selesai makan, Caldwel dan Adriana kembali berjalan- jalan mencicipi makanan di sana sebelum pulang.


"Adriana berhenti sebentar."


"Eh, ada apa? Kenapa kita tiba- tiba berhenti?"


"Ikut aku sebentar."


Caldwel menarik tangan Adriana ke suatu tempat yang cukup sepi, lebih tepatnya di sebelah taman lampion yang ternyata adalah sebuah hutan.


Di sana tidak terlalu ramai dan juga tidak terlalu banyak pohon yang akan membuat mereka berdua tersesat. Adriana terus kebingungan akan maksud Caldwel mengajaknya ke sana.


"Hei, kau ini kenapa, sih, membawa ku ke mari?"


"Em, Adriana, aku ingin memberi mu sesuatu."


"Hm? Kau ingin memberi ku apa?"


"Ini, semoga kau menyukainya."



Adriana terkejut, karena yang di berikan oleh Caldwel adalah sebuah liontin warna biru yang sangat indah dan mahal pada waktu itu. Tidak perlu di bilang harganya berapa.


"Ini?"


"Adriana, selamat ulang tahun."


"Hah, aku tidak mempercayainya, kau tahu dan ingat hari ulang tahun ku? Padahal kakak ku sendiri tidak tahu dan tidak ingat."


Seketika Rian yang berada di lain tempat bersama dengan Rosean pun mendadak bersin karena baru saja di kata- katain oleh adeknya sendiri.


"Ya, tentu saja aku mengingatnya."


"Kenapa?"


"Karena aku, aku mencintaimu, Adriana."


"Apa yang kau bicarakan? Kau pasti berbohong, kan? Ini bukan April mop."


"Tidak Adriana, aku benar- benar mencintai mu!"


"Tidak, kau pasti berbo-"


Sebelum menyelesaikan kata- katanya dan berniat untuk melarikan diri. Caldwel terlebih dahulu membuat pembuktian yang membuat Adriana tidak bisa berkutik lagi.


Mata Adriana terbelalak sempurna, karena saat ini, Caldwel sahabatnya, sedang mencium dirinya?! Tepat saat kembang api menyala dan berada di atas langit.


BERSAMBUNG~

__ADS_1


__ADS_2