Magician Knight

Magician Knight
Sialan!


__ADS_3

Dua orang perempuan, yang satu tua yang satu muda, mungkin lebih tepatnya mereka adalah ibu dan anak. Grep, Adriana mengepalkan tangan, tidak luput dari giginya yang juga menggertak.


"Keterlaluan!" Gumam Adriana.


Di hadapannya saat ini, sosok yang seharusnya tidak akan pernah ia lihat lagi. Seorang gadis berambut oranye pendek dengan mata merahnya yang menyala- nyala.


Dan seorang ibu berambut ungu panjang dengan mata hijau pekat. Mereka adalah Leanna dan ibunya. Adriana benar- benar sangat marah dan kesal sekarang. Kebaikan hatinya, serasa telah melayang begitu saja.


"Ne, sudah lama tidak berjumpa, ya. Adriana~"


"Kakak ku sayang~ Aku kembali~"


"Cih, tidak ada yang merindukan mu sialan!" Teriak Adriana.


Kedua orang yang sangat sangat Adriana benci itu terkekeh. Kemarahan yang semakin memuncak itu tidak bisa lagi terelakkan. Wush, tanpa aba- aba, Adriana langsung menyerang dengan gegabah ke arah dua orang itu.


"Mati saja kau j*l*ng!" Teriak Adriana.


"Adriana! Berhenti!" Teriak Caldwell.


Terlambat, Adriana sudah terlebih dahulu berada di depan Leanna. Bersiap untuk memenggal kepala gadis berambut oranye itu. Zhung, zret, lagi- lagi seragan Adriana terhalang oleh lingkaran sihir b**d*b.


"Heh, kau pikir aku akan tertipu lagi Adriana? Kali ini, hasilnya akan berbeda!"


"Tidak, hasilnya,"


Tring, Adriana melangkah maju, Leanna membelalakkan matanya terkejut. Kretek, kretek, lingkaran sihirnya mulai retak parah mendekati hancur karena pedang pencabut nyawa cresent moon milik Adriana.


"Hasilnya pasti, akan sama saja!" Lanjut Adriana.


Prang!


Lingkaran sihir itu hancur berkeping-keping. Sring, mata biru psikopat Adriana menyala di iringi pedang yang di angkat ke atas bersiap menebas apapun yang ada di hadapannya.


"Tiadalah lagi, Leanna!"


Zhung!


Duar!


Brak!


Kretek!


Sebuah sihir peledak yang sangat kuat melemparkan Adriana ke belakang. Senyuman itu, senyuman sang pelaku dengan wajah tidak berdosa. Membuat Caldwell sangat kesal.


"Adriana! Sialan kau Ratu Reala!!!"


Benar, pelakunya tidak lain adalah sang Ratu Reala. Tanpa basa- basi, Ratu Reala mengangkat tangannya bersiap untuk menghabisi ke empat orang itu dalam satu serangan.


"Bersiaplah untuk hancur! Keabadian Siksa Neraka!"


Duar!!!

__ADS_1


Bllaaaaarrrr!!!


Braaaaaaakkkkk!!!


Blaaaaarrrrrrr!!!


Sungai lava panas yang ada di sekeliling mereka tiba- tiba naik ke atas layaknya ombak di pantai. Ombak penuh lava panas itu menenggelamkan Adriana dan teman- temannya tanpa bisa berkutik sedikit pun.


"Wah~ Aku pikir kau mencintainya. Ratu Reala." Ucap Ibu Leanna.


"Haish, sayang sekali, Duchess Lucifer. Aku masih tetap menyukainya."


Benar, nama dari ibu kandung Leanna adalah Duchess Lucifer Anabelle. Nama itu di berikan, oleh seorang ibu yang saat itu dalam keadaan depresi dan penuh akan kegelisahan.


Jadilah, nama anak mereka, yang sangat menakutkan. Sama seperti arti dari nama itu sendiri. Lucifer Anabelle, sangat menakutkan. Apa lagi kalau hanya di bayangkan itu menjadi kenyataan.


"Benarkah? Aku ragu, nih. Kalau kau menyukainya, kenapa kau menghabisinya~"


"Aih, siapa yang menghabisinya? Dia itu masih hidup~"


Duchess Lucifer mengernyit tidak percaya akan perkataan Ratu Reala. Rasanya sangat aneh dan ganjil, bagaimana mungkin ada orang yang bisa selamat setelah terombang- ambing oleh ombak? Apa lagi itu dari lava.


"Apa kau bilang?" Tanya Duchess Lucifer tidak percaya.


"Yap, Adriana, wanita tampan itu masih hidup~ Kecuali mungkin, teman- temannya~"


"Jadi anak sialan itu masih hidup?"


"Iya, iya, kau masih saya ambisius dan pemaksa, ya. Melodia~"


Nama dari perempuan yang menjabat menjadi Ratu Reala itu bernama, Melodia Cassandra. Seorang perempuan, yang berasal dari desa yang sangat terpencil.


Cita- citanya adalah untuk menjadi orang kaya, bagaimana pun caranya. Suatu hari dia tidak sengaja bertemu dengan seorang laki- laki. Yang ternyata adalah raja Reala yang sangat hebat.


Melodia pun memiliki cara, yaitu dengan membuat Raja Reala jatuh cinta. Atau dia harus menggunakan tubuhnya sebagai alasan. Dia adalah sosok yang sangat ambisius.


"Ahaha, lihat saja Lucifer. Setelah ini, aku pasti, akan membuat Adriana mencintai ku!"


"Hah! Kau masih saja sama seperti saat pertama kali kita bertemu."


"Karakteristik dan sifat seseorang, sampai kapanpun, selamanya tidak akan pernah berubah."


"Yap, kau benar. Leanna, pastikan tidak ada yang selamat dari ombak lava itu."


"Baik Ibu. Saya akan segera memeriksanya."


"Hihi, bersiaplah, Adriana sayang~" Batin Melodia.


Di suatu ruangan, tersium bau- bau bunga mawar yang sangat pekat. Aroma itu memenuhi ruangan, belum lagi dengan aroma alkohol di sudut ruangan. Rasanya sangat pusing.


Set, seorang wanita bersurai biru agak panjang membuka matanya perlahan. Kepalanya terasa sangat sakit, saat sadar ia langsung melihat ke sekeliling memastikan.


"Di mana aku? Dan apa- apaan baju ini?!"

__ADS_1


Wanita itu sontak terkejut, pasalnya, sekarang jubah nerakanya hilang. Di gantikan dengan piyama berwarna putih dan amat sangat tembus keluar. Dengan cepat wanita itu menarik selimut.


"Sialan! Apa- apaan ini?!"


"Kau sudah bangun, ya, baby blue ku~"


"Ah, sudah ku duga. Itu pasti kau!"


Seorang perempuan berambut kuning panjang dengan wajah yang masih muda. Ia menggunakan pakaian laki- laki yang hanya atasannya saja. Terlihat menjijikan bagi Adriana.


"Kenapa kau ada di sini? Dan apa- apaan baju menyebalkan itu?!"


"Eiy~ Apa kau cemburu, baby~?"


"Omong kosong apa lagi ini?"


Zhung, wanita bersurai kuning itu yang adalah Ratu Kota Reala tiba- tiba menghilang. Adriana mendelik waspada, ia tidak tahu pasti apa yang akan di lakukan wanita g*la itu.


"Manis~ Aku ada di sini~"


Melodia Cassandra, Ratu Reala yang mengerikan itu duduk di pinggir kasur yang sedang di duduki Adriana. Set, Adriana semakin menarik selimutnya ke atas takut.


"Ah?! Sejak kapan?!"


"Tentu saja sejak tadi. Oh, ya, jangan lupa. Panggil aku Melodia~"


"Melodia? Kenapa aku harus memanggil nama seseorang yang sebentar lagi akan tiada?"


"Tenang saja, baby~ Malam ini, kau akan menjadi milik ku sepenuhnya."


Set, Melodia menindih dan mengunci pergerakan tangan Adriana dengan tali yang entah dari mana ia dapatkan. Ruang gerak Adriana sekarang sangatlah terbatas.


"Ah! Apa yang kau lakukan s*nt*ng!"


"Bukannya sudah jelas? Aku akan menikmati mu malam ini."


Wajah Melodia sangatlah mengesalkan. Ia menjilati ibu jarinya dengan mimik wajah menggoda namun agak menyebalkan. Untuk menghindari itu, Adriana berusaha menggigit lidahnya sendiri.


"Hei, jangan coba- coba melakukan hal itu! Apa kau mendengar ku Adriana?!"


"Cih! Aku tidak akan mendengarkan mu!"


"Menurut lah! Dasar kucing garong!"


"Lepaskan tangan ku!"


"Tapi Adriana ku sayang~ Aku tidak ma-"


"Bac*t! Lepaskan tangan ku g*bl*k!"


Bersambung~


Likenya dong guys (~°o°)~

__ADS_1


__ADS_2