
Author POV
"Lan Win(Jalan kawin)?"
"Benar, kau mau tidak?" Tanya Shaquil.
"Dak, au aih eil(Nggak, aku masih kecil)." Ujar anak itu dengan tatapan serius
"Pft, tenanglah, aku hanya mengerjai mu saja, kok."
Bayi itu mendongak melihat ke arah Shaquil yang menahan tertawanya. Bayi itu kemudian tersenyum dengan manisnya.
"Hei, siapa namamu?" Tanya Shaquil.
Bayi itu menggeleng, "Iak da(Tidak ada)."
Hati Shaquil tersentak mendengar hal itu, ia lantas memikirkan sebuah nama untuk anak itu. Shaquil memberikan nama sesuai sifat anak yang ada di hadapannya.
"Anaknya sangat dingin, setelah itu dia orang yang cukup teguh pendirian, ah aku tahu." Batin Shaquil.
Sebuah nama tercetus di pikiran Shaquil, ia kemudian mengusap lembut kepala anak itu. Para preman tidak ada modal itu hanya melihat penasaran, apa nama yang akan Shaquil berikan.
"Ryu Ice, bagaimana?"
Bayi itu tersentak, Ryu artinya jalan, Ice artinya es. Memasudkan bahwa perjalanan anak itu akan di penuhi dengan es, es yang dingin.
Es di sini di ibaratkan adalah seorang manusia yang tidak punya hati dan kerjaannya hanya menyakiti hati orang lain saja. Semua kehidupan pasti akan menemui orang seperti itu, kan?
"Ama an agus(Nama yang bagus)."
"Haha, aku senang kau menyukainya."
Shaquil berbalik ke belakang menatap para ayam bersuara merdu yang dari tadi mulutnya telah di bungkam oleh kata- kata nasehat yang amat manis dari Shaquil.
"Baiklah para pengikut ku, kita akan bertemu besok di tempat yang sama. Bagaimana?"
"Memang, apa yang akan kita lakukan, tuan?"
"Kita akan membuat pertunjukan di jalanan dan membuat kalian terkenal."
Shaquil menjelaskan rencananya besok, lalu ia menggendong Ryu Ice di pelukannya dan pulang ke rumah. Walau awalnya ada pro dan kontra bagaikan menjalani sidang di rumah Ayah Nik.
Pada akhirnya juga di bolehkan, karena ayah Nik luluh pada tatapan puppy eyes super imut dan mematikan dari Shaquil. Hari ini, Shaquil sudah menang telak dari semua orang.
"Baiklah, Ryu Ice, hari ini dan seterusnya kau akan aku ajari berbicara dan melihatku memasak bagaimana?"
Ryu Ice menatap Shaquil dengan senyuman, "Iak pa(Tidak apa)."
"Hahaha, ternyata kau adalah tipe orang yang menerima apa saja, ya. Sekarang kau tidurlah."
__ADS_1
"Ailah, rima acih, tuk ai ni an mua(Baiklah, terima kasih untuk hari ini dan semuanya)."
"Sama- sama, oh ya aku belum memperkenalkan diri. Namaku Shaquil Carlir."
"Rima acih, ak uil(terima kasih, kak Shaquil)."
Shaquil memandikan Ryu Ice dan kemudian menidurkannya di atas kasurnya. Shaquil terus menepuk perut Ryu Ice dengan lembut walau tahu kalau Ryu Ice sudah tidur.
Shaquil POV
Hm, hari ini benar- benar sangat aneh. Aku bertemu dengan empat preman angsa dan sekarang membawa seorang bayi pulang.
Tapi ini aneh, bayi ini bisa mengucapkan lebih dari satu kalimat walau tidak terlalu lancar. Apa bayi ini adalah reinkarnasi?
Aku banya membaca buku soal orang- orang yang berubah menjadi bayi. Misalnya saja [Lady Baby], [Suddendly, i became a princess], dan yang lainnya.
Tapi kalau aku tanya juga pasti dia akan mengelak. Sudahlah, aku biarkan saja dulu. Tapi jika ada sesuatu yang aneh maka aku akan menyelidikinya.
Walau aku merasa sangat senang akhirnya aku memiliki seorang bayi. Dari dulu alu ingin sekali punya bayi dan merawatnya seorang diri seperti ibu tunggal.
Tapi bukan karena aku jomblo or single, ya!
Aku pun tertidur sambil memeluk bayi yang seperti malaikat itu. Keesokan harinya, aky sedikit penasaran. Dari yang aku baca, bayi biasanya akan bangun tengah malam.
Tapi bayi ini, dia bahkan jarang sekali menangis. Apa aku harus membawanya ke dukun atau rumah sakit, ya?
"Ha, tidak ada apa- apa, kok."
Bayi ini, kenapa dia melihatku dengan serius? Apa dia tidak percaya, ya?
"Benar aku tidak apa- apa, ayo kita mandi. Setelah ini kau akan melihat keahlian memasakku!"
Dengan sedikit panik, aku menutupi kebohongan itu dengan skill memasak ku. Kami berdua pergi ke toko kue ayah dan langsung menuju dapur.
Aku menaruh Ryu Ice di tempat yang terhindar dari bahaya sekaligus tempat terbaik untuk menonton pria tampan semanis lapis legit ini membuat keajaiban.
Sreng, tak, tak, aku memotong kubis, wortel, loncang, dan bahan- bahan lainnya dengan atraksi yang sangat menakjubkan.
Sayang sekali tidak ada pengunjung yang boleh masuk ke dalam dapur, kecuali Rosean karena dia temanku. Sebenarnya aku pernah mengajukan ide ini sebelumnya.
Tapi, jawaban ayahku agak, aneh dan tidak masuk akal gitu. Dia bilang gini,
'Tidak bisa, nanti jika ada cewe cabe- cabean yang mendekatimu, atau menggoda mu bagaimana? Nanti juga kalau ada pria gay atau-'
Bla, bla, bla, gitulah, alhasil aku malah di ceramahin bagaikan di kasih siraman rohani. Padahal aku mengusulkan bukan mempertanyakan kenapa kamu selingkuh!
Author POV
Setelah cukup lama, makanan pun akhirnya siap. Shaquil membuat sebuah makanan seperti sup, tapi aman kok buat bayi.
__ADS_1
Shaquil membuat sup lobak merah, eh salah server. Maksudnya membuat sup kaldu ayam yang enak. Tapi ayamnya Shaquil makan dan sayurnya di berikan kepada Ryu Ice.
Emang orang satu ini memiliki sifat yang sangat l*cn*t dan ngeselin. Untung saja Ryu Ice itu penyabar, kalau tidak mungkin Shaquil akan mendapat siraman rohani untuk ke dua kalinya.
"Bagaimana, enak tidak?"
"Eak(enak)."
"Tentu saja, aku kan laki- laki terhebat di dunia."
"Kepedean lu tong." Batin Authornya yang nyela- nyela.
Seminggu berlalu setelahnya, sekarang waktunya Shaquil kembali ke sekolah dan meninggalkan Ryu Ice bersama ayah dan kakaknya itu.
Sehari sebelum kembali ke sekolah, Shaquil mengoceh tidak jelas di kamar seperti burung di pagi hari. Bedanya kalau ocehannya Shaquil sama sekali tidak bermanfaat.
"Huh menyebalkan sekali, kenapa waktu sangat cepat, sih?"
"Eapa(Kenapa)?"
"Hm, sebentar lagi aku akan masuk sekolah. Tapi aku tidak rela meninggalkan mu. Oh my darling, jangan lupakan aku, ya?"
Shaquil memeluk Ryu Ice saking tidak ingin perginya. Ryu Ice hanya bisa menepuk kepala Shaquil dan menenangkannya saja.
"Iak kan, atu iak kan upa aka(Tidak akan, aku tidak akan melupakan kakak)."
"Yakin?"
"Peper(Forever)."
"Peper? Hahaha, maksudmu forever, kan?"
Ryu Ice mengangguk, "Ia(iya)."
Hari masuk sekolah pun tiba, dengan berat hati Shaquil memeluk ayah dan kakaknya itu. Ia mengucapkan salam perpisahan untuk ke dia kalianya.
"Ayah, tolong jaga Ryu Ice, ya?"
"Tenang saja, Ryu Ice sekarang sedang tidur di kamar mu." Ujar Ayah Nik.
"Cepat kembali ya, my lovely."
"Huh, jangan lupakan aku ya, my brother lost akhlak."
"Hei kau sebut aku apa tadi? Padahal aku menyebutmu dengan baik, lo."
"Nggak peduli, dasar lost akhlak!"
BERSAMBUNG~
__ADS_1