Magician Knight

Magician Knight
Saingan(Season 2 di mulai)


__ADS_3


~[Magician Knight] season-2 ready~


"Adriana, aku bilang kalau aku..."


"Adriana!" Panggil seseorang.


"Hyuga? Ada apa?" Tanya Adriana.


"Cih, dasar nyamuk ganggu pemandangan saja!" Batin Caldwel.


Adriana menghampiri Hyuga yang lari kecil ke arahnya. Hyuga menatap wajah kesal membara Caldwel, Hyuga menampilkan smirk dan membuat Caldwel terbakar emosi.


"Ekhem, begini, para dewi perang itu mencari mu, Adriana."


"Oh, begitu, ya? Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, ya, bocah halu, Dispenser!"


Adriana pun pergi dan meninggalkan Caldwel dan Hyuga berduaan. Tatapan tajam dan remeh menghiasi keduanya saat melihat lawan bicara mereka.


"Pft, dispenser? Itu benar- benar sesuai untuk mu!"


"Heh, lebih baik aku di panggil dispenser dari pada bocah halu!"


Zret, petir seperti menyambar saat mereka bertatapan. Hyuga sebenarnya, sih, baik, tapi sayangnya dia itu punya sifat jahil dan nyebelin. Saat berduaan dengan Adriana pun sifat lebaynya minta ampun.


"Apa sebenarnya mau mu?" Tanya Caldwel.


"Hm, apa maksud mu?" Tanya Hyuga dengan wajah tak berdosa.


"Aku tahu sebenarnya kau sudah menduga kalau aku ingin mengatakan sesuatu kepada Adriana, kan?"


"Ya, benar, pasti itu berkaitan dengan perasaan bukan? Itu jelas karena kalian beda gender, kecuali, kalau kalian satu gender."


"Kau ini...!"


"Dengar, aku dan kau sama- sama menyukai Adriana bukan? Kalau begitu ayo kita bersaing untuk mendapatkan gadis itu?"


"Perempuan itu bukan barang, jika kau ingin bertarung denganku untuk mendapatkannya. Maka kau harus melakukan cara yang adil."


"Baiklah, aku akan menerimanya."


Di sisi Adriana, dia sedang membicarakan sesuatu yang tidak cukup serius alias basa- basi saja. Sampai ada sebuah topik yang menariknya.


"Adriana, apa kau akan hadir dalam pertemuan para dewi?" Tanya Miya.


"Pertemuan para dewi?"


"Ya, pertemuan para dewi." Jawab Rexana.


Pertemuan para dewi, tempat di mana para dewi mengadakan sebuah pesta untuk merayakan sesuatu. Contohnya kemenangan, pernikahan, pemakaman, dan yang lainnya.


"Ya, baiklah. Acaranya dua hari lagi, kan?" Tanya Adriana.


"Iya benar, sampai bertemu di acara pertemuan dewi, ya." Ujar Aygul.


"Baiklah, sampai jumpa lagi."


Sekarang Adriana hanya sendirian di tempat, tiba- tiba terdengar suara laki- laki bertengkar di belakangnya. Ya, itu adalah Hyuga dan Caldwel. Entah kenapa mereka terlihat sangat, kesal.


"Mereka kenapa lagi?" Batin Adriana.


Caldwel dan Hyuga terus menatap tajam satu sama lain. Adriana menatap mereka datar nyaris tidak ada ekspresi. Ia menghembuskan napas dan menutup mata sebentar. Saat ia membuka mata.


"Adriana!" Teriak Hyuga dan Caldwel.

__ADS_1


Adriana sontak terkejut dan mundur beberapa langkah ke belakang dengan wajah masih terkejut. Adriana kembali menghela napas berat.


"Ada apa? Kenapa kalian bertengkar lagi?" Tanya Adriana.


"Tidak, kok." Jawab Caldwel dan Hyuga.


"Adriana, apa kau punya waktu nanti?" Tanya Hyuga tanpa peringatan.


Caldwel tentu saja terbakar api emosi, sementara Adriana malah menatap Hyuga bingung. Apa maksud ajakan tiba- tiba Hyuga?


"Ya, sebenarnya aku ingin mencari gaun untuk pergi ke pertemuan para dewi." Jawab Adriana.


"Pertemuan para dewi?" Tanya Caldwel.


"Kalau begitu bagaimana kalau aku bantu kau memilih gaun?" Hyuga menawarkan diri.


"Tidak, aku saja yang membantu Adriana." Ujar Caldwel.


"Ini orang pada kerasukan apaan, sih? Perasaan tadi masih baik- baik aja, deh." Batin Adriana.


Jeder, tatapan tajam menghiasi Caldwel dan Hyuga. Adriana benar- benar bagaikan nyamuk di tengah- tengah Caldwel dan Hyuga. Adriana menepuk jidat bingung.


"Ekhem, biar adil. Kalian sama- sama ikut denganku atau tidak ada yang ikut seorang pun!" Ujar Adriana dengan tegas.


"Ba, baiklah, kau menang." Ujar Caldwel dan Hyiga tiba- tiba menjadi sad boy.


"Baiklah, kalau begitu temui aku besok jam 10 tepat." Ujar Adriana.


"Baiklah." Jawab Caldwel dan Hyuga.


Adriana pun meninggalkan Hyuga dan Caldwel kembali berdua. Wajah Adriana benar- benar di tekuk, ia terlihat sangat kesal.


"Mereka ini kenapa, sih? Mereka tidak mungkin sedang memperebutkan ku, kan? Ah, itu tidak mungkin!" Batin Adriana.


Adriana menemui Ayah Nik dan Kakak Rian, mereka kemudian berpelukan haru. Jam 22:46, mereka sudah tiba di rumah. Kriet, mereka membuka pintu dan tampaklah para pekerja yang sedang menjaga Ryu Ice.


"Halo semuanya, aku kembali. Ryu Ice, bagaimana keadaan mu?" Tanya Adriana.


"Halo juga, bos cilik. Selamat atas kekuatan baru dan kemenangan mu!"


"Benar, aku dengar kau sangat kuat!"


Ini yang ngerawat Ryu Ice itu para pekerja perempuan, ya. Karena yang laki- laki udah jelas harus ikut perang melawan Hyuga dulu. Adriana hanya tersenyum dan menggendong Ryu Ice menuju kamarnya.


"Baiklah, aku sedang lelah sekarang. Jadi, aku akan istirahat terlebih dahulu." Ujar Adriana.


"Iya, Anda memang harus istirahat bos cilik."


"Se, selamat beristirahat bos cilik."


"Hei, kenapa kalian berbicara terbata- bata begitu?" Tanya Rian curiga.


"Tidak, tidak ada apa-apa, kok. Silahkan kalian istirahat dulu."


"Baiklah, kalau begitu kita akan menutup toko besok. Karena aku ingin tidur sampai siang." Ujar Ayah Nik.


Ayah Nik menguap dan mengangkat kedua tangannya ke atas. Kretek, kretek, tulang- tulang Ayah Nik berbunyi. Sudah jelas kalau dia sedang kecapekan.


"Ba, baiklah, bos."


"Apa kami harus memberitahu kejadian itu pada, bos?" Batin para pekerja.


Maksud para pekerja adalah, kejadian Ryu Ice hilang dan menemui Adriana. Ada pada chapter kekuatan super, di sana Ryu Ice menggunakan wujud aslinya dan memberikan Adriana kekuatannya.


Di kamar Adriana, Adriana sedang mandi bersama Ryu Ice. Setelah keluar, Adriana merasa dirinya sangat segar. Serasa seluruh beban dan keletihan Adrana saat itu hilang.

__ADS_1


"Hah, bukankah ini sangat menyegarkan, Ryu Ice?"


"Ia(Iya)"


Ryu Ice di letakan di atas kasur sementara Adriana duduk di bawah kasur. Adriana menatap Ryu Ice penasaran, setelah itu sebuah pertanyaan keluar dari mulut Adriana.


"Hei, siapa nama mu? Karena sebelum bertemu denganku kau pasti memiliki nama, kan?"


Ryu Ice terdiam, ia menundukkan kepala dengan wajah murung. Adriana menjadi gelagapan, ia takut kalau Ryu Ice akan menangis.


"Ka, kalau tidak mau di jawab ya tidak perlu di jawab saja, kok. Haha." Adriana tertawa canggung.


"Uanya atu uah ilang, atu iak unya ama(Bukannya aku sudah bilang, aku tidak punya nama)."


"Kenapa bisa begitu?"


"iu, uh, ubuh ini iak aman(Itu, uh, tubuh ini tidak nyaman)."


Wush, Ryu Ice tiba- tiba berubah bentuk, kali ini dia terlihat seperti seorang remaja. Adriana berdiri dengan mata terbelalak dan mulut menganga.



Ini aku ambil dari google, kalau ada yang penasaran. Namanya itu Noah, dia ada di anime [Grandblue fantasy].


"Nah, ini lebih baik."


"Kau, Ryu Ice yang aku kenal, kan?"


"Tentu saja."


Adriana memiringkan kepala ke kanan dan ke kiri. Ryu Ice pun kebingungan dan malah mengikuti gerakan kakaknya itu.


"Kenapa kau malah mengikuti gerakan kepala ku?"


"Karena kau terlihat aneh dan sangat lucu!" Ujar Ryu Ice dengan senyum manis.


"..."


"Inilah nasib punya adik cantik, kalo misalnya udah senyum aja marahnya langsung ilang. Apa lagi kalo memohon dengan menggunakan puppy eyes. Udah langsung luluh, deh." Batin Adriana.


BERSAMBUNG~



Adriana Alaqua.



Caldwel Kalaila.



Shamus Andrika.



Rosean Adira.



Rea Cherry.



Lynelle Metasha.

__ADS_1



Rian Alaqua.


__ADS_2