
"Baiklah, yang akan menjadi murid Dewi Adriana
adalah..."
Deg, deg, deg, suara degupan jantung bertambah sangat cepat. Huft, Adriana menelan Saliva dengan susah payah. Shamus masih diam sebentar menambah rasa takut dan khawatir.
"Yang menjadi murid adalah.... Eh, maaf, aku salah kertas. Ini adalah kertas coret- coretan ku dulu. Maaf, hehehe."
Hah, para penonton menghela napas sedikit lega. Adriana menatap Shamus datar dengan ekspresi kesal yang tersirat. Caldwel dan para tangan kanan yang lainnya menepuk jidat.
"Seharusnya sudah ku duga, firasat ku memang selalu benar." Batin Adriana.
Shamus tersenyum canggung dan segera turun untuk mengambil kertas yang benar. Set, Shamus membuka kertas, ini kertas yang benar dan sudah di cek terlebih dahulu.
"Sekarang, penyihir dan kesatria yang terpilih adalah..."
Stella Iza, penyihir muda dari daerah timur. Dia adalah putri ratu es Rexana Iza yang lahir di kota Jilua di bagian timur. Kekuatannya sama dengan Rexana yaitu es kristal yang sangat kuat.
Kedua, dia adalah Anahita Falisha. Anahita artinya Dewi air, Falisha artinya bahagia dan beruntung. Nama itu sesuai dengan elemennya yang berkaitan kuat dengan air. Ngomong- ngomong, Adriana juga memiliki elemen air.
Ketiga, dia adalah Alfathunisa Gracelina. Alfathunisa artinya gadis nan lembut, Gracelina artinya cahaya cantik nan murah hati. Elemen anak ini adalah Tanah.
"Aku rasa anak ini lebih baik menjadi penyihir dari pada kesatria." Batin Adriana.
Keempat, salah satu murid laki- laki Adriana. Kalian tahu dia mirip siapa? Ya, dia mirip dengan Rishu/Landy versi mini di [Malam berbintang]. Namanya adalah Lixue Khayri.
Namanya tidak perlu jauh- jauh saja biar pada inget. Lixue artinya salju, Khayri artinya baik hati. Karena nama laki- laki jadi tidak terlalu aku buat aneh- aneh. Elemennya adalah es atau salju.
Kelima, Sakura Ashika. Sakura adalah Bungan berwarna merah muda di Jepang. Ashika artinya orang yang tanpa kesedihan. Elemennya adalah angin.
Keenam, salah satu dari penyihir remaja terkuat juga sama seperti Stella. Namanya adalah Hillary Raidon. Hillary artinya bahagia dan ceria, Raidon artinya dewa petir. Sama seperti elemennya yang adalah petir.
Ketujuh, adalah Kiano Callister. Kiano artinya beruntung dan cerdas, Callister artinya laki- laki yang kuat, pejuang. Dia adalah kakak kandungnya Anahita hanya berbeda marga karena Kiano ikut marga ayahnya sementara Anahita ikut marga ibunya.
"Aku tebak dia ikut hanya untuk pamer ganteng atau menjaga adiknya doang." Batin Adriana.
"Baiklah, bagi yang terpilih silahkan pergi ke belakang panggung. Bagi yang tidak berhasil, bisa mencoba jika ada lain waktu, ya." Ujar Shamus.
__ADS_1
Semuanya pun bubar, ke tujuh orang murid awal Adriana itu pergi ke belakang panggung. Caldwel dan Hyuga berniat membantu Adriana sekaligus, menentukan siapa yang terbaik untuk menjadi pasangan Adriana.
"Baiklah anak- anak, aku absen kehadiran kalian dulu, ya."
Anak- anak itu mengangguk, Adriana mengambil catatan nama dan detail yang sudah tercatat. Saat Adriana akan mengatakan sebuah nama, tiba- tiba ada yang menepuk punggunya dari belakang.
"Pertama adalah-"
"Halo Adriana!" Teriak Shamus.
"EH BUSET GW JOMBLO!"
Pft, semuanya mati- matian menahan tawa. Grr, Adriana tentu saja sangat kesal dan marah, tapi karena dia ada di depan anak- anak jadi ia tahan. Sesungguhnya dia sangat ingin memukul kepala Shamus sialan itu.
"Kau ini,"
"Hehehe, maaf, maaf."
"Pergi sana mengganggu saja."
Adriana kembali menatap data itu dengan serius setelah mengibas- ngibaskan tangan menyuruh Shamus pergi bagaikan kucing gelandangan. Padahal kalo diakui dia cukup ganteng juga, loh.
"Ekhem, mari kita lanjutkan, Anahita Falisha?"
"Hadir bu guru."
Jleb, Adriana tiba- tiba menjadi sakit tak berdarah. Hah, Adriana menghela napas berat sambil mendengus kasar. Ia berjongkok dan menatap ke arah Anahita.
"Begini saja bagaimana? Kalian semua panggil saja aku kak Adriana, hm?"
Sebenarnya memang kebanyakan murid laki- laki itu memang tidak punya akhlak. Coba saja kau menyuruh anak laki- laki membersihkan kelas atau mengerjakan pr. Aku jamin mereka pasti kebanyakan memilih kabur.
"Baiklah aku mulai lagi, ya? Stella Iza?"
"Hadir."
"Hillary Raidon?"
"Hadir."
"Sakura Ashika?"
"Hadir."
"Kiano Callister?"
"Cih, ini membosankan." Ujar Kiano.
"Apa kau bilang barusan, Kiano?" Tanya Adriana dengan tatapan tajam.
"Sa, saya tadi bilang hadir, kak Adriana."
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu, aku pikir aku tadi mendengar sesuatu yang buruk."
Adriana mencatat daftar kehadiran itu dengan elegan, anggun dan sangat kalem. Kiano langsung bergidik ngeri, Adriana itu memang baik hati.
Tapi kalau sudah serius, dia benar- benar sangat menakutkan. Salah sedikit saja atau kalian bercanda, sudah di ramal kalau leher kalian akan di penggal.
"Lixue Khayri?"
"Hadir."
"Alfathunisa Gracelina?"
"Hadir, kak."
"Baiklah semuanya sudah hadir. Kalian beritahukan pada orang tua kalian kalau besok kalian harus datang ke bukit Que untuk berlatih bersama ku mengerti?"
Para anak- anak itu mengangguk dan segera bubar menuju orang tua mereka masing- masing. Tak lama setelahnya, Meira muncul bersama dengan Ryu Ice yang di gendong nya.
"Kakak, berarti kakak akan pergi besok pagi- pagi sekali, kan?" Tanya Meira.
"Iya benar, oh ya, Shamus, sebenarnya kenapa kau datang? Kalau hanya ingin basa- basi saja pergi saja sana." Ujar Adriana.
"Kau jahat sekali, ini sebenarnya berkaitan dengan Lixue Khayri." Ucap Shamus dengan serius.
"Lixue Khayri? Memangnya ada apa dengan salah satu murid laki- laki ku itu?"
"Lixue adalah anak dari serigala putih salju. Salah satu musuh kota Reala sebelumnya."
Malam harinya, karena perkataan Shamus, Adriana menjadi tidak fokus akhir- akhir ini. Ia menjadi sering sekali melamun, bahkan ada beberapa pekerjaannya yang malah jadi terbengkalai.
Saat mau tidur pun, malah berakhir begadang sampai jam dua belas tengah malam. Perkataan Shamus benar- benar membuat Adriana pusing tujuh luas tingkat dewa sampai langit.
"Apa benar perkataan Shamus itu, ya?"
Keesokan paginya, dan benar saja, Adriana malah jadi ketiduran. Meira terus- menerus berusaha membangunkan Adriana tapi malah gagal. Akhirnya Meira membuat sarapan dan pergi keluyuran entah kemana.
"Astaga! Kenapa bisa jadi seperti ini, sih?! Gara- gara Shamus sialan itu aku jadi susah tidur!"
Adriana pun bergegas dan langsung menggunakan sihirnya, ia menjentikan jari dan sudah berpakaian rapi dan wangi. Ia kemudian membuat portal yang langsung mengarah ke bukit Que.
"Hah, anak- anak, aku benar- benar minta maaf, aku tadi ketiduran dan... Eh? Apa yang sedang terjadi di sini?"
Saat Adriana muncul, terlihat ke tujuh muridnya itu sedang berlari- lari kecil. Ada Meira yang juga ikut berlari dan Ryu Ice duduk di sebuah batu besar yang datar.
Adriana melongo bingung,
kenapa bisa jadi begini?
Siapa yang menyuruh mereka berlari?
Gurunya itu Adriana atau orang yang menyuruh mereka lari, sih?
__ADS_1
Dan yang lebih penting, mereka itu ikhlas tidak sih kalau misalnya di suruh lari keliling dunia 10 kali?!
BERSAMBUNG~