
Author POV
"Yakin?" Tanya Shamus dengan tatapan tidak percaya.
"Tentu saja!" Ujar Shaquil dengan penuh percaya diri.
"Lalu soal kemiripannya itu...?"
Caldwel melirik ke arah Ryu Ice yang menguapkan kantuk. Shaquil menggendong Ryu Ice di pelukannya dan berniat menina bobo kannya.
"Apa kau berniat menidurkannya?" Tanya Shamus.
"Memangnya kenapa?" Sahut Caldwel.
"Tidak tahu tuh apa yang di pikirkan si otak mesum itu." Ucap Shaquil.
"Aku bukan orang mesum!" Teriak Shamus.
"Ya kau mesum dan sampai kapan pun otak mu itu tidak akan bersih walau diambil dan di cuci di mesin cuci selama 1 abad sekalipun."
"Itu tidak benar Shaquil sialan!"
Shaquil memutar bola matanya bosan sambil mendengus sebal. Caldwel hanya terkekeh geli melihat tingkah dua orang aneh di depannya.
"Huh, apapun yang terjadi aku akan tetap menikahi Ryu Ice titik nggak pake koma!"
"Apa kau bilang tadi? Coba ulangi lagi."
Suara yang rendah tapi sangat menakutkan, di tambah dengan tatapan tajam dari Shaquil yang menolak keras pernikahan Shamus dan Ryu Ice. Lagi pula itu tidak akan terjadi.
"Uh, kau pelit!" Ujar Shamus.
"Memangnya kenapa? Ryu Ice adalah orang penting di dalam hidup ku. Tidak akan aku berikan kepada orang sepertimu!"
"Tapi kau belum bertanya kepada Ryu Ice kan...?"
Tanya Caldwel.
Shaquil, Shamus, dan Caldwel pun menatap Ryu Ice yang masih membuka mata. Shaquil menatap penuh tatapan berharap kalau Ryu Ice menolak.
Caldwel menatap dengan tatapan penasaran. Shamus menatap dengan tatapan lamarannya akan di terima(?). Ryu Ice terdiam sebentar melihat tingkah 3 orang kekanak- kanakan itu.
"Au iut eapat aka(Aku ikut pendapat kakak)."
"Dia bilang apa?" Tanya Shamus.
"Dia bilang aku ikut pendapat kakak. Dengan kata lain aku menang!" Ucap Shaquil girang.
"Huh, kenapa kau harus ikut pendapat kakak mu, sih?" Shamus menggerutu tidak terima.
"Ini jam berapa, sih?" Tanya Caldwel.
Mereka bertiga melirik ke arah jam tangan mereka masing- masing. Terlihat sekarang pukul 07:34, saat itu mereka sedang libur dan masuk sekolahnya besok.
"Jam 7 lebih 34 menit." Jawab Shaquil.
"Mau jalan- jalan di taman tidak?" Tanya Caldwel.
__ADS_1
"Tumben mau ngajakin jalan- jalan."
"Kepukul apaan lu tadi? Palu petir milik Thorn?" Shamus melanjutkan kata- kata Shaquil.
"Ter, terserah kalian saja. Kalau ikut ayo kalau nggak ya sudah aku pergi sendiri saja."
Caldwel segera pergi menuju pintu dengan raut wajah sedikit terlihat malu- malu. Shamus dan Shaquil hanya tertawa akhirnya mereka bisa mengerjai si dispenser itu.
Shaquil POV
Demi apa sih dia ngajak?
Tapi kalau tidak salah tadi wajah dan telinganya Caldwel memerah. Aku salah lihat atau memang telinganya tadi memerah, ya?
"Woi, jangan sendirian! Kalau nggak nanti di sangka nggak laku alias masih jomblo! Haha!"
"Bener tuh, kasihan, kalau aku kan banyak yang naksir gitu lo." Sahut Shamus.
"Sombongnya mulai akut lagi tuh. Mau aku periksain ke dokter mata nggak?" Tanya Celdwel.
Pft, dokter mata? Nggak salah dokter tuh, dia ini bagusnya di bawa ke dokter tambal ban! Biar mulut embernya itu nggak bocor lagi.
"Huh, kok ke dokter mata? Gw maunya ke dokter yang ada Hello Kity nya." Ujar Shamus.
Lah, malah Hello Kity, lu tu cocoknya sama powerranger pink kan itu warna kesukaan lo. Tapi kok laki- laki suka warna pink ya? Apa nggak salah?
"Aka ao alan- alan(Kakak ayo jalan- jalan)."
"Baiklah, ayo kita ke taman untuk berjalan- jalan. Tinggalin aja tu dua orang jones itu."
"Apa? Enak aja, lu tu yang jones!" Teriak si Shamus sialan.
Tuh kan, gara- gara tadi bahas jones- jones alias jomblo ngenes. Kepercayaan ku mulai akut sampai level dewa, kan. Sudahlah, yang penting bersenang- senang dulu.
"PD." Sahut Caldwel.
"Iya, gw emang PD tingkat dewa terus napa?"
Set, akhirnya mulut mereka berdua diam, aku pikir nanti aku harus melaksanakan pidato pembukaan tadi.
Kami pun segera pergi ke taman di pagi itu. Di tengah koridor sekolah, aku menggendong Ryu Ice di pekukan ku dan tentu itu menarik perhatian banyak orang.
Di saat itu juga aku baru sadar, aku belum meminta ijin guru BK alias Badan Konserling. Nanti kalau aku ketahuan terus mereka membuang Ryu Ice bagaimana?
Ah, tidak, jika mereka menyakiti Ryu Ice walau sehelai rambut saja. Aku akan langsung meledakkan sekolah ini.
Author POV
Shamus dan Caldwel seketika terkejut karena tiba- tiba aura Shaquil terasa sedikit menakutkan. Mereka berdua meneguk saliva, berjaga- jaga kalau misalnya Shaquil akan mengamuk nanti.
"Shaquil, kau kenapa?" Tanya Shamus.
"Dasar Shamus bodoh, dia tidak paham suasana sekarang, kah?" Batin Caldwel bergidik ngeri.
"Tidak, aku cuma berharap saja sekarang tidak ada guru BK yang muncul nanti." Ujar Shaquil.
"Guru BK? Jangan bilang kalau kau membawa Ryu Ice tanpa ijin guru BK dulu tadi." Ucap Caldwel tak percaya.
__ADS_1
"Kalau iya kenapa?"
Tuk, Caldwel dan Shamus tak bisa berkata- kata saat melihat sekaligus mendegar tingkah sahabat mereka yang terlihat sangat naif dan terkesan berani itu.
Mereka pun sampai di taman, Shaquil merekahkan senyumannya. Sepertinya suasana hatinya sudah mulai membaik. Caldwel pun lega, ia sempat berjaga- jaga menghentikan Shaquil kalau nanti dia nekat melakukan sesuatu.
"Iah(Indah)."
"Ya, lumayan juga." Ujar Shaquil.
"Kalau aku indah juga tidak?" Tanya Shamus menyela.
"Iak, amu iek(Tidak, kamu jelek)."
"Hm?"
"Tidak, kamu jelek! Hahaha."
Senyum tawa lepas dari mulut Shaquil dan Ryu Ice yang berhasil memancing amarah Shamus yang kepedeannya kelewatan sampai lupa kalau cinta itu kata yang indah namun menyakitkan.
"Enak saja, aku itu cantik tau." Ujar Shamus.
"Iak, amu urik(Tidak, kamu burik)."
"Apa kau tadi bilang aku, burik?! Lalu kalau paman di sana itu cantik apa burik?"
Shamus menunjuk ke arah Caldwel yang tidak tahu apa- apa. Tapi Caldwel mendengar semua pembicaraan Shamus, Shaquil, dan Ryu Ice. Seketika Caldwel mulai naik darah.
"Siapa yang kau bilang paman, Shamus?"
Tatapan tajam mengarah ke arah Shamus dan menyebabkan bagian punggungnya panas, panas sampai dia tidak berani berbalik.
"Tidak, aku tadi cuma asal bicara saja, kok. Jadi apa jawabannya?" Tanya Shamus mengalihkan pembicaraan.
"Ateng, eih ateng ai ada amu. Amu iu urik(Ganteng, lebih ganteng dari pada kamu. Kamu itu burik)."
"Sukurin, kasihan deh lo." Ejek Shaquil.
"Kok lu pada jahat banget sih sama aku?" Shamus mulai menampakan gaya lebay.
"Itu kan derita lo." Sahut Caldwel ikut- ikutan membully.
Di sela- sela tertawa itu, Shaquil pun turun dan duduk di sekitar rumput yang luas itu. Tujuannya adalah agar membiarkan Ryu Ice bereksplorasi dan berlatih berjalan.
"Umut(Rumput)."
"Ya, benar, itu rumput." Ujar Shaquil dengan lembut.
"Kok lu lama- lama kaya ibu rumah tangga yang lagi ngurus anaknya, sih?" Tanya Shamus.
Caldwel mengangguk setuju, tanpa mereka sadari. Ternyata ada seorang guru BK yang melintas dan tidak sengaja melihat mereka bermain dengan seorang bayi.
"Maaf nak, itu anaknya siapa, ya?"
Deg, Shaquil pun menoleh ke belakang, "K*mpr*t!" Batin Shaquil.
BERSAMBUNG~
__ADS_1
Para pembaca budidayakan komen, dan like ya😉Nggak difavoritin nggak masalah, kok. Yang Penting komen sama likenya aja😉makasih😋