Magician Knight

Magician Knight
Pernikahan Dewi


__ADS_3

Adriana pergi dengan senyum melekat di bibirnya. Meira dan Ryu Ice yang sedang di gendong oleh kakak barunya itu melambaikan tangan dengan senyum bak malaikat.


"Sebenarnya aku tidak tega meninggalkan Meira dan Ryu Ice sendirian di rumah. Tapi, ini pasti akan cepat selesai." Batin Adriana.


Realitanya, sekarang Adriana terjebak di sana hampir 1 jam lamanya. Adriana menghela napas berat, ia celingukan tidak jelas. Adriana menatap wajah pengantin pria dan wanita.


Pengantin wanita dan pria sedang berbincang-bincang atau lebih tepatnya basa- basi. Adriana menatap datar saja, 'memuakkan', itulah yang di pikiran Adriana sekarang.



Pengantin wanitanya adalah Violetta Charlotte. Violetta artinya ungu, Charlotte artinya seseorang dan tumbuh dewasa. Violetta Charlotte adalah bidadari yang merawat tumbuhan dan tanaman di dunia.


Karena itu dapat di bilang kalau dia memiliki karakter yang lemah lembut. Selain itu suaminya juga memiliki karakter penyabar dan rendah hati.


Suaminya adalah salah satu bidadari pria di sana.



Namanya adalah Leo Arkana. Leo artinya singa, Arkana artinya berhati terang. Dia adalah bidadari perang laki- laki dari daerah tenggara. Ya, lumayan ganteng juga, sih.


"Astaga, kalau tahu begini aku tidak akan menghadirinya." Batin Adriana.


"Kakak permisi, boleh tanya nggak?"


Seorang gadis, dia mendatangi Adriana sambil menarik- narik lengan Adriana. Adriana melirik ke arah gadis itu. Ia cukup mirip dengan Rexana Iza, ratu es penyihir timur.


"Maaf, tapi adek siapa, ya?" Tanya Adriana.



"Namaku Stella Iza, aku anak dari penyihir timur bernama Rexana Iza."


Stella artinya bintang, Iza artinya es. Maksudnya adalah bintang es, Stella juga adalah penyihir cilik berkekuatan es terhebat di dunia. Tapi, kenapa anak ini mendekati Adriana?


"Oh, pantas mirip. Jadi, kau ingin bertanya apa, dek?"


"Sebenarnya aku adalah penggemar berat mu, dan aku ingin bertanya apa kau ingin mengangkat seorang murid?"


"Murid?"


"Benar!"


Mata Stella berbinar, ia sepertinya benar- benar ingin menjadi murid Adriana. Huft, Adriana menghela napas, ia berpikir keras. Apa dia pantas menjadi seorang guru?


"Em, kalau soal itu aku tidak tahu. Tapi yang pasti, jika aku akan mengangkat seorang murid maka aku pasti akan memberitahu mu Stella."


Adriana mengusap kepala Stella dengan lemah lembut. Pipi Stella memerah bahagia, ia berpikir kalau mungkin dia akan memiliki secercah cahaya harapan.


"Baiklah, kalau begitu akan aku tunggu pemberitahuan mu. Sampa jumpa lagi, Dewi penyelamat Adriana." Ucap Stella.


Adriana melambaikan tangan sambil tersenyum simpul. Setelah Stella pergi, senyum Adriana luntur tergantikan suasana hati kacau. Ia senang jika di panggil Dewi penyelamat, tapi ada sesuatu yang mengganjal hatinya.


"Apa benar aku di takdirkan menjadi Dewi penyelamat?" Batin Adriana.


Pesta saat itu masih saja ramai, banyak tamu berdatangan silih berganti. Pukul 22:13, Adriana pulang ke rumah, padahal ia pergi pukul 19:35. Bayangkan saja, hampir empat jam ia tertahan di sana.


Perasaan Adriana penuh rasa khawatir, jadi ia langsung menggunakan portal. Zhung, sekarang Adriana sudah sampai di kamar mereka bertiga tidur bersama.


"Eh, di mana Meira dan Ryu Ice?" Batin Adriana.

__ADS_1


Hiyat, wush, hap, Adriana menghadang sebuah pedang dengan tangan kosong. Ajaib, tangan Adriana sama sekali tidak berdarah apa lagi terluka walau hanya satu goresan saja.


"Siapa kau? Apa kau pencuri?!"


"Suara tegas dan berani ini, apa benar ini suara Meira yang lemah lembut itu?" Batin Adriana.


"Cepat jawab aku! Bagaimana cara mu bisa masuk ke sini?!"


"Meira tenanglah, ini aku, kakak mu, Adriana."


"Kakak? Kenapa kau datang seperti seekor tikus mengendap ingin mencuri makanan?"


Jleb, perkataan Meira menusuk hati Adriana. Kata- kata yang sangat tajam dan sangat benar. Adriana tersenyum agak canggung sambil mengusap kepala Meira.


"Hahaha, maaf ya, itu karena aku takut kalau terjadi sesuatu pada mu. Jadi aku langsung teleport ke sini."


"Begitu, ya?"


"Ya, tapi aku rasa aku tidak perlu khawatir pada mu dan Ryu Ice lagi. Ngomong- ngomong soal itu, di mana Ryu Ice?"


"Ryu Ice ada di sofa, ia ketiduran saat menunggu kakak pulang."


"Benarkah? Maaf, ya?"


Meira mengangguk, Adriana kemudian turun ke bawah dan menggendong Ryu Ice. Di sela- sela menidurkan Ryu Ice dan Meira menggunakan Lagu Memoria. Adriana terus berpikir keras.


[Memoria, GFRIEND]


🎤Memoria, memoria~


🎤Memoria, memoria~


🎶Sendiri di bawah mentari, aku coba menutup mata ku


🎤Sou Always kanjita nukomori come back to me


🎶Seperti biasa, kehangatan yang kurasakan kembali padaku


🎤Donnani kanashikute namida o nagashite mo


🎶Tidak peduli bagaimana aku menghapus air mata kesedihan ku


🎤Kimi to no daiarii kokoro ni kizamarete


🎶Kenangan bersamamu, sudah tersimpan dengan baik di dalam hatiku


🎤Irukara shine waratte shine


🎶Karena itu bersinar, bersinar saat tertawa


🎤Meguri meguru toki o koete


🎶Kita akan pergi ke mana


🎤Kaze ga fuite


🎶Ketika waktu berhenti


🎤Kimi no moto e todoite hoshii

__ADS_1


🎶


🎤Memoria, memoria~


🎤Hakanai kioku da kedo dakishimete tsuyoku Naru


🎶Meskipun itu hanya kenangan kecil, peluk aku agar aku lebih kuat


🎤I love you, i love you tsutaetai


🎶Aku mencintaimu, aku mencintaimu, ingin sekali ku katakan hal itu


🎤Memoria, memoria~


🎤Yume kara sumete toki mo


🎶Meskipun aku bangun dari mimpi


🎤Futari nara tsunagatte Haruka Haruka kanata e


🎶Aku percaya kita akan terhubung meskipun jauh


🎤We are gonna fly


🎶Kita akan terbang


🎤In the blue sky


🎶Ke langit biru


🎤We are gonna fly


🎶Kita akan terbang


Yang di atas adalah sekiranya potongan lirik Memoria[GFRIEND]. Kalau ada kesalahan lirik atau terjemahan mohon di maafkan. Karena Authornya nggak bisa bahasa Jepang.


"Murid, ya? Mungkin aku akan mengangkat beberapa orang saja. Sekalian, aku ingin mendapatkan istana megah dan gelar bangsawan. Sekiranya duchess lah." Batin Adriana.


Keesokan paginya, Adriana mengumumkan kepada semua orang kalau dia sedang mencari seorang murid. Hanya dalam waktu beberapa jam saja, sudah banyak sekali orang yang mendaftar.


Bahkan sampai 300 ribu orang yang mendaftar. Tapi seleksinya juga sangat ketat, ada banyak sekali ilmu yang tidak di ajarkan. Itu untuk melatih keseriusan dan pengetahuan mereka.


Setelah seleksi dan pendaftaran, banyak sekali orang tua yang pergi ke kuil. Mereka pergi ke kuil untuk berdoa agar anak mereka lulus seleksi dan bisa menjadi murid dari guru terhebat sepanjang masa.


Dari banyak peserta itu, hanya beberapa saja yang akan terpilih. Hyuga, Caldwel, Rea, Rosean, dan Shamus menjadi petugas pemantau. Tentu itu karena mereka adalah tangan kanan Adriana.


Tiga hari berlalu dan saatnya pengumuman peserta yang lolos. Semua orang bersama- sama melakukan senam jantung masal. Yang akan mengumumkan hasil seleksi adalah Shamus.


Shamus melangkah ke atas panggung dan menarik napas berat. Huft, Shamus memang tidak ikut seleksi, tapi entah kenapa perasaannya malah ikutan deg- degan.


Adriana pun ikut naik ke panggung dengan elegan dan penuh wibawa seorang dewi. Adriana berdiri di sebelah Shamus dengan menampilkan senyum formal.


"Baiklah, sekarang kita akan mengumumkan siapa yang beruntung menjadi murid Dewi Adriana."


"Kenapa firasatku tidak baik, ya, kalau yang mengumumkan hasilnya adalah Shamus?" Batin Adriana.


"Jadi, yang beruntung adalah..."


BERSAMBUNG~

__ADS_1


Guys, kalau berkenan berikan like, komen, dan votenya, ya😍Bagi yang udah vote, komen, like dan di jadikan favorit terima kasih banyak😘


__ADS_2