
Keesokan harin ya seperti janji nya Arjuna menjemput Farza di rumah nya.
"Lo kok...!" ucap Farza yang bingung bukan nya melihat motor Juna tapi malah melihat mobil spot warna putih yang terparkir di depan rumahnya.
.
"Kenapa Zaa..?" tanya Arjuna.
"Motor kamu mana..?".
"Di rumah" jawab Arjuna berjalan menuju mobil nya.
"Terus ini mobil siapa..?" tanya Farza.
"Ya mobil ku lah, ayo masuk entar telat".
"Tapi kok aku gak pernah lihat" ucap nya masuk ke dalam mobil,lalu memasang sabuk pengaman.
"Ya kan ada di garasi Zaa gak pernah aku pakai, paling sesekali aja" kata Arjuna lalu menghidupkan mesin mobil dan melajukan mobil nya melewati jalanan kota Jakarta.
"Owh... " ucap nya mengangguk kan kepala nya
.
.
15 menit kemudian mereka sampai di sekolah. Arjuna memasuki gerbang menuju parkiran sekolah nya. Setelah sampai parkiran, Farza lalu membuka seatbelt nya dan hendak membuka pintu mobil tapi sebelum itu Arjuna sudah mencegah nya duluan dan seperti kemarin Arjuna mencium singkat kening Farza.
CUP...
"Belajar yang rajin ya pacar akuh" ucap nya membuat Farza kaget dan tersipu malu
"Apa sih Kak" Farza memukul pelan lengan Arjuna. Perlakuan nya yang tiba-tiba mencium nya, dan sekarang di tambah lagi dengan sebutan pacar, membuat wajah nya bagaikan jambu merah karena sangat malu.
"Aduh... kenapa di pukul sih aku nya" ucap nya meringis mengelus lengan nya.
"Emang salah apa aku bilang kamu pacar aku, malahan kamu itu bukan cuma pacar, tapi calon tunangan aku Zaa" tambah nya lagi menjelaskan.
"Tapi aku malu.." ucap Farza menunduk kan kepala nya.
"Ngapain malu, orang cuma kita berdua aj yang ada di sini, kamu harus mulai membiasakan diri Zaa, kata nya mau lupain bang Andra" ucap Arjuna memegang tangan Farza.
__ADS_1
Dengan perlahan Farza mendongak, melihat wajah Arjuna yang sedang memegang tangan nya sambil tersenyum.
"Kita sama-sama coba ya Zaa" pinta Arjuna dengan lembut.
Farzana mengangguk kan kepala nya tanda persetujuan. Seteleh nya mereka berdua turun dari mobil, berjalan beriringan menuju kelas masing-masing.
Dari kejauhan Maya yang melihat mereka berdua berjalan lantas memanggil nya.
"Farza... " teriak Maya membuat Farza dan Arjuna menoleh.
"Hai May" sapa nya setelah Maya sudah dekat.
"Hay... kalian barengan" tanya Maya.
"Iya... ya udah bareng aja masuk nya yuk" ajak Farza dan mereka bertiga berjalan beriringan menuju kelas
"Zaa,kak Arjuna emang pendiem gitu kah..?" tanya Maya yang melihat Arjuna hanya diam saja dan dengan muka datar nya.
"Enggak kok, mungkin karena kalian belum saling kenal aja" jawab nya tersenyum
#memang iya sih, semenjak tau bahwa kita di jodohkan kak Juna langsung berubah jadi sosok yang dewasa sih gak slengek an lagi#atin Farza menatap Arjuna.
.
.
.
Dari kejauhan terlihatlah seorang wanita yang dengan anggun nya berjalan hendak menghampiri seseorang yang sudah menunggu nya. Tapi di tengah jalan ada yang memanggil nya.
"Gisel" panggil seseorang dari arah belakang Gisel, membuat Gisel membalik kan badan nya.
"Kak Hasan" jawab nya setelah senior nya berhenti di depan nya.
"Kamu udah mau pulang ya" tanya nya pada Gisel.
"Iya kak kenapa?" Tanya nya sambil berjalan pelan beriringan.
"Tadi nya kalau gak keberatan mau aku ajak makan siang" tawar nya.
"Emm.... maaf ya kak, tapi aku sudah dijemput" jawab nya menolak halus dan melihat ke arah seseorang yang sudah menunggu nya dari tadi.
Andra yang tadi nya tersenyum melihat Gisel dari kejauhan entah mengapa tiba-tiba menjadi kesal saat melihat ada seseorang berbicara dengan nya. Mata nya merah seperti mau marah tapi dia berusaha untuk menahan nya.
__ADS_1
"Kak Hasan perkenalkan ini Andra, Kak Andra perkenalkan ini Kak Hasan, senior ku di kampus" ucap Gisel mengenalkan Andra, sebenar nya dia ingin mengenalkan Andra sebagai calon suami nya tetapi di urungkan mengingat dia tau pasti Andra belum sepenuh nya menerima perjodohan ini.
#Kenapa cuma di kenalin namanya sih, gak statusnya sekalian#gumam Andra dengan kesal.
"Andra.. " jawab nya datar.
"Saya Hasan, baiklah Gisel saya duluan ya, lain waktu kita bicarakan lagi" pamit Hasan lalu pergi meninggalkan Gisel dan Andra dan Gisel menjawab nya dengan anggukan.
"Ayok pulang... " ajak Arjuna dengan datar.
"Iya" jawab Gisel mengangguk.
Gisel memasuki mobil milik Andra, dan kemudian Andra melajukan mobilnya meninggalkan kampus. Didalam mobil Gisel hanya diam menatap ke luar jendela, dia bingung sendiri harus gimana.
"Mau langsung pulang apa makan dulu" tanya Andra memecahkan keheningan.
"Terserah kamu aja deh".
"Tadi itu siapa..? kok kayak nya akrab banget" tanya Andra yang sejak tadi sangat penasaran.
"Siapa..? Kak Hasan?" Gisel balik bertanya.
"Hmm"
"Dia kakak senior ku di kampus, sekaligus pembimbing kalau aku kesusahan sama tugas-tugas kampus" ucap Gisel panjang lebar.
"Oh... aku juga bisa jadi pembimbing kamu" gumam nya pelan tapi masih bisa di dengar.
"Kamu bilang apa tadi kak" tanya Gisel pura-pura tak mendengar.
"Gak bilang apa-apa" jawabnya datar.
Gisel hanya menahan senyuman nya, sebenarnya dia senang dengan gumaman Andra tadi, seakan Andra sudah bisa menerima nya walaupun belum sepenuh nya.
.
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1