MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 77 s2 Rapat dadakan


__ADS_3

Pagi harinya Farza dan Varo sudah bersiap untuk sarapan.


"Adik Via... " sapa Varo dari atas saat melihat Livia lagi di gendong oleh Nina sang pengasuh.


"Ta-tak... ta-tak (kakak-kakak)" Livia berbicara sambil tersenyum dan bertepuk tangan.


"Mih, Via panggil Varo Mi" ucap Varo senang langsung lari mendekati Livia.


"Via kalau sudah besar jadi pacar Varo ya" kata Varo yang membuat semua keluarganya melongo. Sedangkan Farza hanya bisa menepuk kening nya melihat kelakuan anak nya yang lebih mirip kakak nya waktu kecil, siapa lagi kalau bukan Mirza yang memang dari kecil suka gombalin anak tetangga.


"Aduh masih bocah udah pinter banget kalau gombalin cewek, niru siapa sih" tanya Mirza sambil geleng-geleng kepala.


"Ya niru kamu lah kak, kan kamu dulu kecilnya juga gitu" jawab Farza santai.


"Enak aja, gak ya aku gak gitu"


"Alah ngeles aja kayak bajai"


"Sudah ayuk kita sarapan dulu, Nina kamu suapi Livia ya" ucap Mama Maya menyuruh Nina.


"Iya Nyah... Kak Varo, Via mamam dulu ya" ucap Nina menirukan suara anak kecil.


"Oke adik cantik, kak Varo juga mau makan dulu ya, daa Via... muach" Varo mencium pipi Livia, kemudian berlari menuju dapur.


...🌷🌷🌷🌷🌷...


Setelah mengantar Varo ke sekolah Farza langsung tancap gas menuju kantornya. Membelah jalanan kota Jakarta yang sangat padat dan macet. Setelah sampai Farza langsung berjalan dengan anggun nya memasuki ruangan nya yang berada di lantai 7.

__ADS_1


"Pagi Bu Farza" sapa setiap karyawan yang berpapasan dengan nya.


"Pagi... " Jawab Farza dengan tersenyum ramah.


Setelah sampai di lantai 7 Farza langsung berjalan menuju ruangan nya.


"Selamat pagi Bu Farza" sapa Aldi, asisten pribadi Arjuna dulu dan sekarang memilih menjadi asisten pribadi Farza.


"Pagi Aldi.. "


Meski umurnya terpaut jauh,saat di kantor Aldi akan bersikap profesional,begitu pun juga Farza. Dan itu juga berlaku bagi karyawan yang mempunyai hubungan khusus maupun karyawan yang sudah menikah.


"Apa jadwal ku hari ini Al..?" tanya Farza mendudukkan dirinya di kursi kerjanya.


"Ibu sudah di tunggu yang lain nya di ruang rapat" jawab Aldi dengan sopan.


"Rapat.....! memang hari ini ada rapat ya..?" tanya Farza bingung.


"Hmmm.... baiklah ayo kita ke sana" Farza beranjak dari kursinya dan berjalan keluar mendahului Aldi.


"Apa kamu juga ikut rapat" tanya Farza dari depan.


"Sepertinya"


Setelah sampai Aldi langsung membuka kan pintu ruang rapat dan Farza pun langsung masuk.


"Selamat pagi semuanya dan maaf saya agak terlambat sedikit" kata Farza dengan sopan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, silahkan duduk, dan Aldi kamu juga boleh duduk karena kamu juga bagian dari keluarga kita" ucap Ayah Deny menyuruh Farza dan Aldi duduk.


"Baik dan terima kasih Pak" ucap Aldi sambil membungkuk sedikit.


"Dan karena hari ini kita rapat pribadi jadi jangan bicara terlalu formal" tambah Ayah Deny lagi.


"Papa, Kak Mirza, kalian di sini juga..?" tanya Farza.


"Iya dek, ada yang mau kita bicarakan" jawab Papa Firman.


"Memangnya kita mau membicarakan apa..?" tanya Farza lagi.


Andra kemudian memberikan sebuah map yang berisi proposal pengajuan kerja sama dari perusahaan lain.


"Apa ini kak..?" Farza menaik kan satu alisnya.


"Baca aja dulu" jawab Andra.


Akhirnya Farza membaca isi proposal tersebut. Farza langsung melebarkan matanya kala melihat nama perusahaan yang mengajak kerja sama dengan perusahaan nya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2